Pak Tony untuk jenengan ketahui bahwa dibawah Jokowi, Rupiah itu PERKASA!

30 Mar

Rupiah-Terhadap-Dolar-AS-280414-zk-1

Dr. A. Tonny Prasentiantono, MSc. Dosen FE UGM, Kepala PSEKP UGM ini terkenal sebagai pengamat ekonomi selibritis di surat khabar. Sayangnya Pak Tony sering kali keliru kalau buat analisa. Pisau analisanya sering kali tidak akurat kalau tidak mau dibilang minim pengetahuan saat membuat analisa.

Tony dalam pernyataan yang dikutip di Kompas: “Pengamat Sebut Turunnya Kepercayaan Masyarakat ke Jokowi Membuat Rupiah Melemah” —-
Minggu, 29 Maret 2015 | 12:13 WIB.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/03/29/121300226/Pengamat.Sebut.Turunnya.Kepercayaan.Masyarakat.ke.Jokowi.Membuat.Rupiah.Melemah?utm_campaign=related_left&utm_medium=bp&utm_source=bisniskeuangan
— adalah analisa yang begitu gegabah dan sembrono saat menyimpulkan bahwa kepercayaan rakyatlah yang membuat Rupiah Anjlok terhadap dollar.

Benar Rupiah memang melemah tapi bukan karena faktor kepercayaan rakyat penyebabnya. Penyebab utamanya dikarenakan saat ini para Investor Amerika menarik dollar untuk pulang kandang. Kebutuhan dollar dalam negerinya menguat karena salah satu faktornya gairah ekonomi Amrik yang menggeliat. Akibatnya tidak cuma rupiah bahkan Euro mata uang pesaing terkuat US Dollar saja keok!

Euro yang pada titik paling perkasanya terhadap USD itu adalah 1 EUR hampir 1,5 USD, kemarin Euro anjlok sempai mencapai titik terendahnya: 1 EUR cuma 1 USD (tepatnya 1,05 pada tanggal 16 Maret kemarin). Artinya 1 Euro turun dari 1,5 menjadi 1,05 USD alias penurunnya 50%! Apakah Tonny Prasentianto paham hal ini?

Klo masih belum dipahami juga, mestinya Pak Tonny yang selalu suka dengan mahzab neo-liberal ini sedikit tanya-tanya lah ke IMF. Lah bahkan IMF sendiri menyarankan agar Rupiah nilainya direndahkan lagi karena terlalu kuat dari sudut REER (real-effective exchange rate). Meskipun Rupiah melemah terhadap USD, tapi secara REER nilai rupiah masih terlalu tinggi sehingga membuat eksport kita kemahalan. Nilai Rupiah justru malah harus diturunkan, menurut IMF. (Catatan: ini IMF kan lembaga kiblat pemikiran si Tony toh? Kok Tony bisa membuat analisa beda dengan lembaga kiblatnya? :D )

Saya kutip perkataan IMF yang mengatakan Rupiah terlalu tinggi nilainya: “the currency is overvalued by around 5 percent in real-effective exchange rate (REER) terms from its ideal value to narrow the country’s current-account deficit, according to the IMF”. http://www.thejakartapost.com/news/2015/03/23/imf-suggests-flexible-intervention-stabilize-rupiah.html#sthash.gdazOgBZ.dpuf

Kekeliruan analisa seperti ini dari Tony dalam membuat kajian Ekonomi, bukan yang pertama kalinya. Contoh kekeliruan yang paling ekstrim, pernah ybs secara fatal menulis di Kompas sekitar tahun 2003 kalau tidak salah untuk menganjurkan “Jalan pedang liberalisasi investasi dan privatisasi” agar Indonesia sejahtera.
Link: http://www.unisosdem.org/article_printfriendly.php?aid=1973&coid=2&caid=19&gid=3

Sekarang kita tahu apa arti jalan pedang Liberalisasi dan Privatisasi ala cara pikir Tony itu bukan? BUMN kita yang diobral habis dan kekayaan alam yang dikuasai asing itu lah realitas nyata dari pemikiran “Jalan Pedang Liberalisasi dan Privatisasi”. Ini juga menjadi contoh mutlak sebuah cara pikir sesat dari Tony Prasetiantono.

Hanya lutjunya, kemarin-kemarin Tony itu kan yang paling getol membela Jokowi saat Tim Kabinet Ekonomi Jokowi belum terbentuk. Gelinya, sekarang Rupiah itu justru relatif Perkasa, kok malah Tony justru seperti topan badai “menyerang” pemerintah Jokowi? Mestinya kan sebagai intelektual bisa jernih memberikan pencerahan pada masyarakat bukan malah mengeluarkan pemikiran sembrono.

Ke depan semestinya seorang Ekonom sekaliber Tony itu tidak gegabah dan ceroboh kalau buat analisa :)

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

———-

Kopas Link Kompas

Ekonomi / Keuangan

Pengamat Sebut Turunnya Kepercayaan Masyarakat ke Jokowi Membuat Rupiah Melemah

JAKARTA, KOMPAS.com — Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Tony Prasetiantono‎, menilai penurunan kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo menjadi salah satu penyebab pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Confident terhadap Pak Jokowi ini sudah menurun sehingga orang memegang lebih banyak memegang dollar AS,” kata Tony dalam acara Dialog Teras Kita dengan tema “Rupiah dan Ketahanan Politik”, Jakarta, Sabtu (28/3/2015).

Menurut Tony, penurunan kepercayaan masyarakat ke Jokowi disebabkan sikapnya dalam menangani perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri beberapa waktu lalu. Jokowi seakan membiarkan KPK dikriminalisi oleh beberapa pihak.

“Perlu mengembalikan kepercayaan masyarakat ke pemerintah agar rupiah menguat, Jokowi harus tegas memberantas korupsi dan lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, mengenai kebijakan pemerintah dalam menekan pelemahan rupiah, seperti pemb‎ebasan visa untuk wisatawan beberapa negara, ia menilai kebijakan ini tidak dapat bekerja cepat dalam meredam keterpurukan rupiah.

“Kebijakan itu saja enggak cepat. Ini jangka panjang efeknya. Rupiah pada tahun ini sudah paling dalam pelemahannya dibandingkan mata uang lainnya,” katanya.

‎Untuk diketahui, rupiah berdasarkan kurs Jakarta Interbank spotdollar rate Bank Indonesia Jumat (27/3/2015) berada di level Rp 13.064  per dollar AS, turun dibanding sebelumnya pada 13.003.(Seno Tri Sulistiyono)

“Laras Senapan!”

29 Mar

zeta-lab-m9a1-bazooka-1200-012

Apa imajinasi anda saat saya menulis “laras senapan” memakai tanda petik? Iya, imajinasi anda yang paling liar sekalipun akan saya benarkan. Tidak perlu diucapkan, cukup dalam hati tahu sama tahu.

Ukuran “Laras Senapan” ini ternyata bisa jadi masalah yang mengganggu. Dikarenakan kepenatan kerja lalu saya putuskan untuk aktif di fitness demi kebugaran.

Hanya saja setelah fitness selesai amat ruwet jika harus pulang dulu ke rumah untuk mandi. Jadilah biasanya orang mandi di tempat fitness apalagi kamar mandinya besar, bersih dan nyaman tersedia. Nah masalah berawal disini…

Di ruang ganti saja itu orang-orang bule santai aja telanjang bulet ganti pakaian (tentu saja ruang ganti pria dan wanita terpisah). Gundal-gandul santai aja mereka telanjang ganti pakaian terutama setelah fitness. Hanya di ruang ganti kita masih bisa lah tetap berpakaian minimal dengan handuk saat ganti, menghindari telanjang bulet.

Rumitnya adalah jika setelah fitness kita putuskan mandi dulu biar segar sehingga bisa langsung beraktivitas seperti biasa dalam keadaan fit. Nah, di ruang mandi yang besar itu semua orang telanjang bulet dengan begitu santainya.

Iyalah si Jerman jelas kaliber senapanya jauh lebih panjang dari Asia Melayu. Lalu saat datang si Onta Arab tanpa canggung mereka pun telanjang bulet dengan kaliber senapan lebih panjang lagi, byur, byur…nyalahkan shower!

Masih belum cukup, si Afrika dengan gagah beraninya masuk dengan kaliber bak bazooka! Mereka cuek sekali telanjang bulet tanpa risih sama sekali.

Iya, klo bentuk badan masih ndak apa-apa lah, ndak kalah kita dengan mereka. Meskipun belum sampai sixpack tapi lemaknya tidak banyak, serta dada lumayan lah lebarnya. Ada sedikit otot disana meskipun belum sebagus Christian Ronaldo si CR7. Tapi masalahnya untuk ukuran senapan, gugup juga kita dengan ukuran Asia Melayu berdiri diantara mereka.

Lah…eh, eh…tiba-tiba dengan PeDe-nya masuk 2 orang Jepang ke tempat mandi sambil bersuil-2 ringan. Saya nyaris begitu susah menahan tawa. Waduh dengan senjata mungil kaliber pistol si Jepang begitu PeDe-nya mandi di samping si Afrika!

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Si Badut dalam Pose Logika Salam Gigit Jari

28 Mar

rudy_apim

Para badut dengan logika akrobat berteriak tentang salam gigit jari. Mereka meneriakan kegagalan Jokowi dan mempengaruhi publik seakan Indonesia saat dipegang Jokowi adalah dunia yang kiamat.

Lalu dibangunlah logika akrobat untuk mencatat belasan kesalahan Jokowi. Dibangun opini seakan para pendukung Jokowi menyesal milih Jokowi. Tidak lupa mereka berpose badut dalam salam gigit jarinya :D

Sebenarnya apa yang terjadi dengan Indonesia?
Jawaban saya: Jokowi itu on the track!

Benar banyak hal yang anda bisa kecewa karena banyak janji Jokowi yang belum terwujud tapi bersikap lah realistis. Indonesia merdeka sudah 70 tahun saja begitu banyak PeeR kita. Ini anda berharap dengan Jokowi yang baru 4 bulan memimpin untuk selesaikan semuanya?

Buat para pendemo, ingat kerjakan Skripsi S1 saja belum tentu 4 bulan bisa anda selesaikan :D
Jadi, ndak usah punya shahwat yang terlalu besar untuk jatuhkan pemerintahan sah ini dengan demo ala Aktivis underbow trans Timur Tengah anda yah :)

Biar fair mari kita bahas beberapa tuduhan oknum pendemo tertentu yang berniat makar untuk jatuhkan pemerintahan, ini tuduhan para oknum pendemo yang ingin makar jatuhkan Jokowi:

1.Hutang IMF bertambah
2. Dollar jd Tembus 13.000
3. BBM Naik
4. Beras Mahal
5. Freeport Dkontrak Asing Lg
6. KPK dilemahkan
7. Partai2 Koalisi KMP diacak2.
8. Mentri kbinet Gak Bermutu
9. Syiah dan Komunis Merajalela
10. Kenaikn Pjak yg mkin Mnckik
11. Hukuman Mati Ga Jadi2
12. ESEMKA diganti PROTON
13. Gas juga mau dinaikin
14. …
Sabar bru 6 bulan. masih 4.5 tahun lagi..

Mari kita bahas dengan fair aja yah:
1. Utang IMF itu lebih rendah bunganya dari pada SUN yang diterbitkan masa SMI jaman SBY. Adakah bukti hutang IMF masa Jokowi semakin besar?

2. Dollar itu fenomena internasional. Dia menguatkan keseluruh mata uang bahkan Euro yang biasanya perkasa terhadap Dollar, sekarang Euro keok. Apalagi mata uang cepete model rupiah!

3. BBM itu selalu naik. Di masa SBY juga naik berkali-2. Memang benar kok subsidi BBM harus dicabut dan dialihkan ke tempat lain yang lebih produktif.

4. Adakah rakyat Indonesia yang kelaparan dan kena busung lapar saat ini? Adakah rakyat Indonesia yang kelaparan tidak mampu makan saat ini? Seingat saya jaman SBY malah banyak berita yang terkena busung lapar karena ndak mampu beli beras untuk makan. Banyak yang makan beras aking!

5. Belum ada kontrak Freeport dengan Asing. Kontraknya itu belum habis. Jangan ngawur ah. Yang ada cuma semacam kesepakatan Freeport bisa terus sampai kontrak (dengan ORBA) dulu selesai.

6. KPK benar lemah. Kita harus dibela KPK itu. Hanya Jaman SBY, Bibit-Chandra juga malah mereka berdua pernah dipenjara Kabeskrim 2 minggu. Antasari Ketua KPK juga saat ini masih dikriminalisasi yang itu terjadi pada jaman SBY.

7. Yang acak2kan KMP kok yang disalahkan orang lain :P

8. Memangnya Tifatul Sembiring contohnya saja itu mentri bermutu?
Ayo mau dibandingkan opo apple to apple antara menteri jaman Gus Dur, Mega dan SBY dengan jaman Jokowi? Coba bandingkan secara jujur benarkah menteri Jokowi ndak profesional?

9. Hayah Syiah itu Islam. Sesama Islam jangan saling bermusuhan apalagi punya shawat untuk menghancurkan Syiah yang notabene itu se-agama dengan kita.
Komunis sudah menjalankan hukumannya di Indonesia. Mau dihukum seperti apa lagi itu komunis?

10. Pajak ndak pernah naik! Untuk naikkin pajak itu perlu UU dengan persetujuan DPR.
Yang dilakukan Jokowi adalah memperketat celah para pengemplang pajak. Jika anda merasa sekarang harus bayar pajak bukan karena Jokowi naikkan pajak tapi karena dulu anda bisa ngemplang pajak!

11. Hukuman mati ndak jadi-jadi.
Iya belum jadi hukuman mati tahap kedua. Ndak apa-2 memang urusan dalam negerinya memang saat ini ribet jadi harus konflik untuk negara tentangga memang tidak harus dipaksakan saat ini. Tunda aja bebarapa minggu ndak pengaruh kok buat kesejahteraan rakyat.

12. Esmaka diganti Proton.
Ndagel. Proton itu bukan konsep mobil nasional yang dibiayai APBN. Sampai hari ini tidak ada anggara APBN yang digunakan untuk Proton

13. Gas Mau dinaikin
Masih prasangkan, ndak usah dikomentari dulu!

 

Hamburg, Kota Sosialis dengan Kemakmuran Kapitalis

28 Mar

Hamburg-1920x750_logoDi Negara Kota Hamburg, salah satu kota termakmur di Eropa ternyata menariknya ini adalah kota sosialis. Partai Pemenang Pemilu Hamburg hampir selalu Partai SPD alias Partai Sosialis.

Hamburg ini kota makmur dan kaya raya. Menariknya pemerintahnya menggelontorkan uang tak terkira untuk subsidi masyarakatnya untuk sehat dan pandai. Ini contoh kecilnya, sampai hal-hal detail pun mereka subsisdi:

1. Sekolah di Jerman memang gratis, tapi waktu sekolah cuma sampai jam 13:00. Jika anak ingin dititipkan di sekolah karena orang tuanya bekerja maka akan dibebani biaya. Di kota Hamburg itu gratis, cuma dibebani biaya makan siang per hari 1 Euro per anak. (Catatan: untuk beli makan Kebab saja anda harus rogoh kocek 3,5 Euro)

2. Buat orang tua murid yang imigran yang tidak bisa B. Jerman, tersedia kursus B. Jerman gratis :)

3. Kalau Asuransi kesehatan sih memang wajar yah di Jerman itu akan diterima oleh seluruh masyarakatnya, nah ternyata kota Hamburg beda: mereka bahkan mensubsidi masyarakatnya agar sehat. Biaya untuk Program Gym di Studio Olah Raga pun disubsidi cuma 8,5 Euro (110 ribu IDR) per bulan untuk program apapun bebas dan lengkap seperti Bodyfit, Meditasi, Aerobik, Senam Samba, dll, 7 hari dalam seminggu!

Bahkan di Indonesia aja tidak ada studio fitness semurah itu :)

Jadi yang saya kaget, begitu kontras pulang ke Indonesia bertemu dengan teman-teman saya adalah ini:

“Saat saya pulang ke Indonesia saya lihat temen2 saya yang berpendikan tinggi itu gendut, gombyor dan tidak sehat”.

Di Hamburg, saat saya ke studio fitness, saya benar2 iri. Ini orang Jerman sudah sekolah gratis dengan pendidikan bagus, mereka pun pada gym dengan ruangnya sampai penuh. Mereka badannya singset-singset klo yang perempuan dan gagah2 klo yang lelaki, serta sehat.

Bisa dibayangkan sebuah negara yang rakyatnya sehat dan pandai! Mereka bisa mendikte negara lain yang sudah orang pinternya sedikit, ternyata gendut, gembrot berlemak ndak sehat  lagi :D

Harus ada perubahan mindset di masyarakat kita:
1. Pemerintah Sosialis ternyata itu bisa membuat makmur rakyatnya jauh lebih makmur dari pemerintahan kapitalis
2. Masyarakat itu tidak cuma cerdas terdidik tapi harus fit dan sehat agar bisa produktif!

Saat 3 Tokoh Anti Neolib masuk Kekuasaan

21 Mar

pemilihan-komisaris-bumn-tak-melalui-fit-and-proper-test-3xuAda 3 tokoh Ekonom ANTI Neolib mendapatkan amanah untuk menduduki Jabatan Penting sebagai Komisaris di BUMN Blue-Chip Indonesia yaitu BNI dan Telkomsel. Ketiga tokoh anti neolib tersebut Dr. Rizal Ramli, Dr. Revrisond Baswir dan Dr. Hendri Saparini. Sebelumnya juga yang saya tahu Dr. Fahmy Radhi​ juga masuk kekuasaan sebagai Satuan Tugas Anti Mafia Migas.

Banyak yang mencibir mereka masuk kekuaasan yang akan membuat mereka kehilangan daya kritis. Boleh saja anda mencibir mereka, hanya ijinkan saya menulis sudut pandang saya:

Bagi saya itu bagus! Bagus sekali 3 tokoh hebat anti neolib masuk sistem kekuasaan. Ini benar2 bagus buat saya pribadi yang juga anti neolib maupun buat semua anti neolib lainnya.

Ada pelajaran yang dapat kita pelajari:
1. Tugas untuk bicara anti neolib itu bukan tugas mereka bertiga saja tapi tugas kolektif buat semua yang seidiologi dengan anti neolib.

Jika mereka masuk pemerintahan, memang tidak ada lagi seminar kritis anti neolib dari mereka. Hanya harus disadari bahwa seminar anti neolib harusnya TIDAK cuma dilakukan mereka saja tapi harus dilakukan oleh teman2 lainnya. Tugas mereka ber 3 bukan lagi seminar tapi rumuskan anti neolib itu dalam kebijakan yang mereka bisa lakukan. Dikarenakan mereka sudah di kekuasaan.

2. Sukses dan berhasilnya mereka nanti akan menjadi laboratorium sosial bagi kita semua. Kita akan belajar dari cara mereka berkarya di dalam kekuasaan. Apakah mereka malah tergerus dan terkooptasi oleh nikmatnya kapital sehingga menjadi agen neolib baru, atau mereka cuma seperti Kwik Kian Gie yang tidak bisa apa2 kecuali berteriak, atau mereka akan mampu berbuat banyak.

Kita akan dapat pelajaran berharga dari mereka nantinya. Ini laboratorium sosial yang bagus buat para anti neolib untuk melihat hasilnya saat para anti neolib masuk kekuasaan.

3. Harus disadari mahzab apapun yang terkait dengan Ekonomi itu tidak akan bisa dijalankan jika tidak ada kekuasaan politik dan punya akses mengendalikan kekuasaan.

Kita butuh laboratorium sosial. Kesalahan kita semua itu selalu meloncat dari diskusi di seminar atau kertas kerja akademik lalu loncat langsung pada impelementasi kebijakan publik. Cara seperti ini pasti akan gagal.

Lihatlah, keberhasilan mahzab Kapitalis itu adalah mereka berani mengujinya dalam kebijakan publik dan dari sana mereka belajar pada kesalahan yang ada untuk melakukan perbaikan.

Jangan kaget, dulu ada kapitalis merkantilis, lalu kapitalis industri, lalu dikoreksi oleh Keynes, lalu mereka mulai neoliberalis lalu malah ada regeanomics, dll, dll… Ini adalah proses belajar mereka sehingga mereka mampu membuat sistem yang utuh.

Bagaimana mungkin kita mampu terapkan sistem Ekonomi Kerakyatan atau Ekonomi Nasionalis jika para ekonomnya cuma jago di ruang seminar tanpa pernah mencoba gagasannya dalam kebijakan publik?

Jadi, ke 3 tokoh tersebut masuk kekuasaan itu adalah sebuah filosofis yang benar. Tinggal apakah mereka nanti mampu bertarung dengan para ekonomi lainnya yang mayoritas adalah ekonomi neolib?

Kalau feeling saya kekuatan mereka terlalu kecil untuk mampu berbuat banyak.
Hanya semoga saja mereka tetap bisa berbuat banyak…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Invitation to ICT Day Hamburg 13.03.2015

11 Mar

UnbenanntKBRI Brussel, KJRI Hamburg dan IASI e.V. mengundang rekan-rekan IASI untuk hadir dalam acara: “Network Discussion on Information Technology: Gaming and Logistics Industries”.

Acara ini melibatkan para Praktisi, Investor dan Industrialis IT di Hamburg dan Asosiasi IT Industri di Indonesia.

Acara membahas Tema:
1. Potensi Market dan Industri ICT di Indonesia dan Jerman khususnya Hamburg
2. IT solusi untuk masing-masing ICT Industry Branch: Games Industry, IT Logistics dan Big Data
3. Business to Business Meeting antara ICT Industri Indonesia dan Jerman

Acara diadakan sebagai berikut:
Hari dan Tanggal : Jumat, 13.03.2015
Pukul : 09:00 sampai 13:30
Tempat : KJRI Hamburg

Bagi anggota dan pengurus IASI atau siapapun yang tertarik maka dimohon menghubungi kami atas nama: m.iman.santoso@iasi-germany.de atau ferizal.ramli@iasi-germany.de

Dikarenakan acara amat eksklusif dan tempat yang tersisa buat undangan IASI tinggal 5 peserta maka dimohon untuk secepatnya menghubungi pihak IASI untuk pendaftaran.

Hormat Kami

Ferizal Ramli
Ketua Umum IASI

Sivitas Akademika UGM bantulah Pak Jokowi!

8 Mar

310386_20130623081653Usul Buat Bu Rektor UGM Dwikorita Karnawati dan seluruh Sivitas Akademika UGM untuk mensikapi persoalan bangsa ini…

Saya ikuti diskusi berbagai jaringan kampus maka ini kesimpulan saya:
Para sivitas akademika UI amat kritis melihat masalah bangsa ini. Sivitas Akdemika ITB juga cukup kritis. Beberapa sivitas akademika lain seperti IPB, ITS, Undip, UNS lebih memilih relatif kalem meskipun tetap ktitis. Dengan kekritisannya, mereka dalam posisi siap memperbaiki bangsa ini.

UGM tampaknya gamang. UGM cukup sulit untuk kritis dikarenakan Presiden RI adalah lulusan kebanggaaan UGM. Menseknegnya adalah mantan rektor UGM. Mendikbud-nya adalah intelektual muda terbaik UGM. Jadi, sulit meminta UGM kritis!

TAPI UGM bisa berbuat banyak untuk membantu Pak Jokowi memperbaiki kinerjanya. UGM bisa:

1. Dengan Think-Tank yang dimiliki, UGM men-guide Pak Jokowi dengan isu-isu strategis yang harus diwujudkan seperti visi Maritim, Energi dan Infrastruktur, dll! Pak Jokowi itu tipe pekerja maka harus dibantu untuk mendapatkan pemahaman strategi persoalan bangsa.

2. Memberikan bantuan asistensi untuk mengoptimalkan janji kampenye Pak Jokowi seperti realisasi Kartu Sehat, Kartu Pintar, Kartu miskin, dll sehingga dinikmati masyarakat. Jadilah, kehadiran Pak Jokowi itu memang bermanfaat pada masyarakat.

3. Memberikan dukungan moral agar Pak Jokowi selalu berani ambil keputusan-2 baik dengan cepat. Disaat Pak Jokowi lambat ambil keputusan maka didorong agar cepat.
Saat Pak Jokowi ambil keputusan yang baik tapi diserang musuhnya maka dibela. Saat Pak Jokowi salah ambil keputusan maka didorong dengan penuh martabat agar segera mengkoreksi karena setiap pemimpin pasti bisa salah, tapi kesalahan tetap bisa dikoreksi.

Jadi, UGM harus kawal Pak Jokowi dengan baik karena Pak Jokowi lahir dari rahim inetelektual UGM. Jangan tinggalkan Pak Jokowi sendirian. Pak Jokowi harus dibantu agar kinerja Pak Jokowi menjadi lebih baik dan semakin baik buat bangsa ini.

Itu harapan saya pada Sivitas Akademika UGM dan semoga Ibu Rektor mulai mengkoordinasikan seluruh potensi sisvitas akademika UGM membantu Pak Jokowi untuk mensejahterakan bangsa ini.

PS.
UGM TIDAK perlu sampai terlibat dalam Power Struggle politik, yang itu lumrah di politik. Jangan terlibat disini.

Keterlibatan UGM lebih pada: Guide Strategi Pembangunan dan Penegakkan hukum buat Pak Jokowi, Asistensi Program2 Jokowi yang kerakyatan dan Dukung kebijakan Pak Jokowi yang dianggap secara moral baik, dan koreksi secara bermartabat jika ada yang dianggap kurang

Wochenende, dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.649 pengikut lainnya.