Menari Jawa…, Jawa!

27 Mei

11328789_1844086932483595_1094669332_n

Mengapa kau berhenti menari Jawa?
Bukankah dalam bulir-bulir darahmu; lekuk-lekuk seni mengalir di sekujur tubuhmu?
Bukankah garis lembut wajahmu sasmita tegas bahwa kau sesungguhnya seorang penari?

Kau ragu bahwa umur telah menghentikan derap irama tarimu yang telah terlalu lama kau tinggalkan sejak 4 windu berlalu?
Kau ragu bahwa jiwa lembut itu sudah tidak bertahtah lagi di hatimu?

Kukatakan padamu: Jangan ragu!
Jiwamu sejatinya adalah seorang penari
Darahmu dan darah putrimu adalah gerak irama jiwa

Menarilah…
Tiada mengapa jika jiwa lembut itu tidak sepenuhnya pulih saat kau pertama kali bergerak diantara paduan irama orkestra gamelan
Dia butuh waktu untuk kembali mengejawantah seperti saat kau bergerak selincah dulu

Menarilah…
Tutup matamu sekejap
Kau akan melihat dan merasakan
Bahwa gemulai gerakmu dalam irama gamelanmu adalah oase bagi jiwa

Ajak lah putri kecilmu menari sepenuh jiwa
Kelak akan memperhalus bahasa citranya…

(Dari Tepian Lembah Sungai Elbe)

Jepretan diambil oleh Do Hong Nhien​
Lokasi: KJRI Hamburg
Terpilih sebagai salah satu karya dari Komunitas Photografi

Teknologi Kantong Ajaib Doraemon: Kapal Perang AL Turki bisa terbang & berkemampuan stealth

23 Mei

Unbenannt

3 Hari yang lalu PM Turki bicara di media Hurriyet bahwa dia mengirim Kapal Perangnya untuk menolong pengungsi Rohingya di Perairan Laut Indonesia-Malaysia.

Tiba-tiba hari ini aku dengar ada yang meloper berita bahwa TNI AL tercengang-cengang karena melihat Kapal Laut Turki sudah memasuki perairan Indonesia menolong pengungsi Rohingya.

Tampaknya teknologi Kapal Perang Laut Turki begitu amat hebat dan canggih diatas Rusia dan Amerika. Sepertinya Kapal Perang Turki itu bisa terbang supersonic serta berkemanpuan stealth (siluman).

Jadi, jika Frigat terbaru canggih Indonesia KRI Bung Tomo berlayar dari Inggris ke Indonesia butuh perjalanan 37 hari.

Tampaknya Kapal Perang Turki itu hanya butuh kurang dari 37 jam saja untuk berlayar memasuki perairan Indonesia dan bahkan armada perang Indonesia (menurut loper berita hari ini) katanya tercengang saat tahu Armada Turki tahu-tahu sudah memasuki perairan Indonesia. TNI AL tampaknya terlambat mendekteksi Kapal Perang Turki yang sudah masuk Indonesia dan tiba2 sudah bantu perahu pengungsi Rohingya di perairan Indonesia.

Tampaknya kapal2 perang Turki ini selain bisa berlayar berkemampuan seperti secepat pesawat pemburu supersonic, juga berkemampuan siluman sehingga tidak tertangkap radar Indonesia. Tahu2 kapal Perang Turki sudah pada bantu angkut pengungsi Rohingya..

Hebatnya lagi, juga Armada Kapal Perang Turki ini bisa masuk perairan Indonesia tanpa perlu mengikuti kaidah Internasional dengan masuk wilayah Indonesia tanpa memberita tahu sebelumnya :)

Ini AL Turki kemampuan teknologinya benar-benar sehebat kantong Ajaib Doraemon yang bisa melakukan apapun secara ajaib.

Kalau TNI AL baru berusaha bertransformasi dari Brown Water Navy menjadi Green Water Navy.
Klo AL China baru bisa Green Water Navy
Klo AL AS baru bisa Blue Water Navy
Tampaknya AL Turki jika mengacu pada berita link-2 model PKS Kliyengan dan yang link sejenis, sudah dalam katagori: very really Blue Water Navy alias amat blue banget dah…
AL Turki sih memang gitu orangnya :D

Selamat untuk Kehebatan Angkatan Laut Turki

Apa yang terjadi jika Saudi kalah di Yaman?

18 Mei

siyonist-işgalciler1

Tulisan dibawah ini tidak terkait tentang Sunni, Syiah atau pun agama :)

Arab Saudi adalah salah satu negara besar di Timteng yang belum pernah tersentuh perubahan. Di Iran, Dinasti Syah Iran 30 tahun lalu berakhir. Dinasti Turki 80 tahun lalu berakhir. Di belahan Arab lainnya Khadafi berakhir, Saddam Hussein berakhir, Hosni Mubarrak berakhir, Ben Ali berakhir. Kecuali Sadam Husein, mereka semua korban “Jasmine Revolution!”

Memang dari kehancuran sistem otoriter negara-negara Islam tersebut ternyata baru Turki dan Iran lah yang bisa menunjukkan eksistensinya di percaturan dunia. Yang lain masih terbelakang, klo ndak mau dibilang terancam negara gagal.

Nah sekarang Arab Saudi menurut saya salah hitung besar dan lakukan blunder fatal. Mestinya Arab Saudi tidak bernafsu serang Yaman. Arab bisa terjebak dalam perang berkepanjangan tanpa rakhir.

Arab tuh tampaknya tidak pernah belajar dengan konflik Mindanau di Philipina yang puluhan tahun baru bisa damai.

Lihat saja Konflik Tamil di India yang puluhan tahun baru bisa terhenti.

Konflik Irlandia Utara saja butuh waktu lama buat Inggris untuk selesaikan.

Uni Sovyet malah bubar karena konflik Afghanistan.

Indonesia negara yang jago dan pengajar teori gerilya negara lain pun ternyata “babak belur” untuk menyelesaikan konflik Aceh dan Timtim. Di Aceh, Indonesia karena mukjizat berhasil atasi dengan baik, sementara di Timtim Indonesia gagal.

Amerika negara Superpower saja buru-buru segera meninggalkan Afghanistan dan Iraq karena dia sadar tidak akan mampu selesaikan konflik disana.

Lah kok berani2nya Arab buka kotak Pandora di halaman rumahnya?

Arab tidak akan pernah bisa menghindar dari konflik ini, —saat dia memulai konflik duluan—, karena Yaman itu berada di depan halaman rumahnya. Saat bersamaan, dinasti Al Saud pun bukan dinasti yang stabil. Intrik para Pangeran di Kerajaan Arab pun bisa menyebabkan perpecahan di Arab.

Jika perang ini terus berkecamuk di Yaman sampai beberapa tahun ke depan maka sangat mungkin dinasti Al Saud lah yang bubar karena perpecahan internal dan sangat mungkin Arab Saudi akan menjadi negara gagal yang justru dikuasai kelompok bersenjata Radikal Model ISIS.

Tampaknya kita ke depan harus tidak boleh kaget, sangat mungkin Arab Saudi akan menjadi negara gagal akibat kecerobohannya memulai perang di Yaman, sangat mungkin akan terjadi “balkanisasi” di Arab Saudi atau sangat mungkin akan ada ISISSA*** yang berpusat di Arab Saudi

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

***ISISSA: Islamic State in Iraq, Syria and Saudi Arabia :D

Kekalahan Pahit PKS dalam mendapatkan Empatik Publik Indonesia!

16 Mei

url

PKS itu adalah Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Itu sama dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Nah, mantan Presiden Mesir yang dikudeta berdarah oleh militer itu adalah Tokoh Besar IM Mesir. Saat ini karena perbedaan politik maka tokoh besar tersebut dihukum mati oleh rejim ditaktor militer Mesir.

Bagi saya ini adalah tindakan biadab tidak berperikemanusiaan. Mana bisa orang berbeda pandangan politik kok dihukum mati oleh penguasa militer? Apalagi beliau itu adalah Mantan Presiden yang menjadi Presidennya melalui proses demokrasi yang fair. Lebih parah lagi Presiden Morsi naik melalui cara yang fair ini, justru jadi korban kudeta berdarah. Lah kok malah saat ini dia pula yang dijatuhi hukuman mati. Ini jelas hukum dilakukan oleh rejim militer ditaktor di Mesir.

Tapi yang menarik rakyat Indonesia yang kebanyakan muslim diam saja melihat tokoh IM dan (juga tentu saja) tokoh PKS ini dihukum mati di Mesir. Beberapa aktivis atau simpatisan PKS mencoba mengangkat isu ini di medsos-nya, sayang tanggapan rakyat publik Indonesia amat skeptis dan apatis.

Jika alasannya karena ini isu luar negeri sehingga dingin tanggapan publik Indonesia, rasanya tidak tepat. Betapa seringnya dulu PKS mengangkat isu luar negeri selalu mendapatkan tanggapan dan dukungan hangat dari publik Indonesia. Tetapi saat ini untuk kasus yang justru begitu krusial bagi eksistensi Ikhwanul Muslim plus secara kemanusiaan mereka dianiaya, justru PKS tidak dapat simpatik publik Indonesia.

Para aktivis dan simpatisan PKS tampaknya pun kehilangan motivasi moral untuk berjuang dalam memenangkan simpatik publik dalam kasus ini. Mengapa simpatik publik Indonesia begitu acuh tak acuh dengan vonis hukuman mati tokoh besar dunia Ikhwanul Muslimin (yang nota bene tokoh PKS juga) ?

Hipotesis saya pribadi mengatakan PKS berada di titik nadir dalam meraih kepercayaan dan empatik publik Indonesia. Bahkan untuk peristiwa yang begitu dramatis teraniaya saja, simpatik untuk PKS begitu sepi.

Ini tanda-tanda nyata betapa terpuruknya reputasi PKS di mata publik Indonesia. PKS harus merubah strategi perjuangannya sehingga mereka bisa memenangkan kembali simpatik publik! Jika gagal, maka hari-hari suram bagi PKS akan semakin suram…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Adakah ini Visi UPN “Veteran” Yogyakarta ke depan setelah jadi PTN?

16 Mei

okkk

Saya kok meyakini dalam waktu 5 sd 10 tahun ke depan UPNVY menjadi salah satu Universtas Terhormat di Indonesia dan mungkin juga diakui untuk level ASEAN!

Dikarenakan UPNVY letaknya di Yogyakarta dimana mahasiswa Indonesia secara nasional menjadikan Yogyakarta sebagai tujuan utama melanjutkan study. Saat mereka ke Yogyakarta maka pilihannya UGM dan setelah itu amat mungkin akan ambil UPNVY. Ini berarti UPNVY akan punya input masuk yang amat baik!

Langkah penting yang perlu dikembangkan UPNVY harus menambah Jurusan atau Fakultas khususnya untuk kluster ilmu Eksakta. Alasan penting yang mendasari kenapa perlu dibuka Fakultas baru adalah agar jejaringan industri UPNVY semakin kuat di berbagai kluster industri sehingga UPNVY tidak hanya fokus di kluster industri Migas dan Minerba saja yang saat ini memang Fakultas Teknologi Mineral UPNVY amat maju.

Pembukaan Sekolah Teknologi Informatika membuat UPNVY terlibat dalam kluster industri ICT (Information and communications technology) yang saat ini akan trendnya selalu naik sampai puluhan tahun ke depan. Jadi, UPNVY perlu serius menggarap ini.

Untuk Bidang kesehatan seperti Pembukanaan Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan dan Kebidanan juga masih amat luas kebutuhannya. Kebutuhan kesehatan adalah kebutuhan yang tidak mengenal masa panceklik. Industri kesehatan tidak akan pernah krisis dikarenakan meskipun perekonomian panceklik jika orang sakit maka pasti akan berobat.

Bidang Industri Manufaktur juga perlu diperkuat oleh UPNVY seperti Industri Pengolahan, Mesin Industri, Alat Berat, Rekayasa. Ini semua industri unggul nasional yang selalu butuh insinyur-insinyur terbaik. Oleh karena itu Fakultas Teknologi Industri UPNVY perlu mengembangkan jurusan-jurusan baru yang relevan dengan kebutuhan industri dan daya saing nasional.

Jadilah ke depan UPNVY bisa menguasai beragam kluster industri:
1. Migas dan Minerba (saat ini eksistensi UPNVY diakui oleh industriawan nasional bahkan internasional)
2. Informasi dan Komunikasi
3. Manufaktur dan Pengolahan
4. Kesehatan

Dalam waktu ke depan mestinya pengembangan UPNVY diarahkan untuk membuka Fakultas/Jurusan baru untuk memenuhi kebutuhan industri diatas yaitu:

1. Buka Fakultas Kedokteran (Sarjana) dan Program Profesi Dokter (Pasca Sarjana/Profesi)
Ini bisa bekerja sama dengan RS DKT TNI AD atau RS Lanud Adi Sucipto. Luar biasakan UPNVY akan lahirkan Dokter yang spesialis “crisis center” karena bekerja samanya dengan RS Militer.

2. Buka Sekolah Teknologi Informatika (selevel Fakultas) yang terdiri dari berbagai jurusan yang terkait ICT:
(1) Teknik Informatika (Informatics atau Computer Science): Pengembangan software
(2) Manajemen Informatika (Information System): Software untuk bisnis
(3) Teknologi Informasi (Information Technology): Jejaringan IT
(4) Teknik Komputer (Computer Engineering): Integrasi Software dan Hardware
(5) Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering): perekayasaan software untuk berbagai aplikasi seperti: biomedis, gaming, multimedia, dll.

Pasca Sarjana: Magister Ilmu Komputer

3. Fakultas Teknologi Mineralnya buka S3 terkait bidang Geologi.
Selain juga realisasikan rencana untuk membangun jurusan baru Teknik Geothermal. Jadinya di Fakultas Teknologi Mineral punya jurusan lengkap yaitu:
(1) Teknik Geologi
(2) Teknik Pertambangan
(3) Teknik Perminyakan
(4) Teknik Geofisika
(5) Teknik Lingkungan
(6) Teknik Geothermal

Untuk Program Pasca Sarjana maka Jurusan T. Geologi, T. Tambang dan T. Minyak harus punya Magister. Selain itu khusus Teknik Geologi membuka Doktoral Teknik Geologi.

4. Fakultas Teknologi Industrinya jika memungkinkan UPNVY sanggup melakukan ekspansi besar-besaran disini maka dibuat jurusan Teknik Mekatronika, Teknik Mesin dan Teknik Metalurgi.

Hanya untuk membuat 3 jurusan ini jauh lebih berat buat UPNVY dari pada membangun Fakultas Kedokteran Baru atau Sekolah Teknologi Informatika Baru. Dikarenakan untuk buat Fakultas Kedokteran bisa kerja sama dengan RS yang ada dibawah TNI. Jadi, tidak perlu buat RS baru.

Untuk membangun Sekolah Teknologi Informatika juga tidak butuh laboratorium amat mahal. Sementara untuk buka T. Mesin, T. Mekatronika dan T. Metalurgi butuh pembangunan laboratorium yang amat mahal.

Selanjutnya juga jurusan D3 T. Kimia diangkat derajatnya menjadi D4 Teknologi Kimia Industri.

Hanya jika UPNVY mampu untuk membesarkan FTI maka jadilah di FTI ada jurusannya sebagai berikut:
(1) Teknik Kimia
(2) Teknologi Kimia Industri (D4)
(3) Teknik Industri
(4) Teknik Mekatronika
(5) Teknik Mesin
(6) Teknik Metalurgi

Program Pasca Sarjananya Magister Teknik Industri

5. Fakultas Pertanian cukup dengan jurusan yang ada serta Program S2nya harus dipertahankan. Jadilah jurusan Pertanian tetap 2 saja seperti saat ini:
(1) Agribisnis
(2) Agroteknologi

Pasca Sarjananya adalah Magister Manajemen Agribisnis

6. Fakultas Ekonomi sebaiknya diubah jadi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB). Khususnya jurusan Manajemen harus buka S3 dan juga dibuka Program Profesi Akuntansi. FEB juga perlu membuka 1 jurusan lagi yaitu Manajemen Parawisata. Jadilah di FEB ada S1, Profesi, S2 dan S3 yaitu:

(1) Manajemen
(2) Akuntansi
(3) Ilmu Ekonomi
(4) Manajemen Parawisata

Pasca Sarjana: Profesi Akuntansi, Magister Akuntansi, Magister Manajemen, Magister Ekonomika Pembangunan serta Doktoral Manajemen

7. Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial dibuka Program Magisternya seperti Magister Kebijakan Publik dan Ketahanan Nasional. Program Sarjana tetap dipertahankan:

(1) Hubungan Internasional
(2) Ilmu Komunikasi
(3) Administrasi Niaga

Pasca Sarjana: Magister Kebijakan Publik dan Ketahanan Nasional.

Kalau UPNVY dikembangkan seperti hal diatas kira-kira sebuah mimpi atau sebuah visi yah? :)
Mimpi atau Tidak mimpi yang pasti kita berharap UPNVY semakin maju ke depannya.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe
(Harapan salah seorang Alumnus)

Tarif Pelacuran Artis

10 Mei

Emily-Browning

Mengapa orang kaya Indonesia begitu bangga membayar pelacur mahal yah?

Saya tuh jujur saja yah pada tahap cukup bingung dengan perilaku masyarakat kita yang begitu royal hambur-hamburkan uangnya demi membayar pelacur tapi begitu pelit menjadi bilantropi buat masyarakat.

Disini di Eropa yah misalkan orang kaya dengan gampang misalkan membiayai Rumah Sakit atau Universitas tanpa pamrih. Universitas Hamburg contohnya 2 bangunan mewah Institut Asia Afrika dan Fakultas Ilmu Budayanya yang bangun saudagar kaya Hamburg.

Perpurtakaan Ekonomi ZWB Hamburg yang merupakan perpustakaan Ekonomi TERBAIK di dunia konon khabarnya didirikan oleh Yayasan masyarakat!

Universitas Hamburg sendiri dibuat oleh masyarakat Hamburg secara swadaya tanpa maksud cari untung karena sekolah sejak dulu ndak bayar di Jerman sebelum akhirnya diambil alih pemerintah.

RS UKE Hamburg yang konon khabarnya RS terbesar dan terbaik di Eropa Bagian Utara itu dibiayai banyak oleh sponosr pihak ke-3 dana2 riset kedokterannya.

Hochschule Furtwangen University yang merupakan FH (Politeknik) tertua di Jerman atau mungkin tertua di dunia yang berdiri hampir 200 tahun lalu dibuat oleh para pengusaha kelas menengah industri arloji dan jam tangan Jerman, yang tujuannya agar generasinya pinter dalam industri mekanik jam saat itu.

Lha di Indonesia itu, para konglomerat bahkan untuk membuat Universitas saja itu Konglomerat menjadikan PTS yang dibuatnya sebagai salah satu cash cow dan Strategic Busines Unit-nya. Seringkali para mahasiswanya disuruh bayar amat sangat mahal sebagai layaknya perusahaan: “ada uang, ada barang”. Itu menunjukkan betapa pelitnya orang2 berduit di Indonesia, bahkan level konglemerat saja pelit!

Aburizal Bakrie, boro2 mau sumbangkan uangnya pada masyarakat, bahkan orang yang kenal lumpur dia saja, dia abaikan! Jadi dalam konteks membantu berderma buat masyarakat umumnya orang kaya kita itu pelit. Inilah salah satu realitas perilaku konglomerat kita yang kalau urusan dengan masyarakat amat tidak bertanggung jawab: http://regional.kompas.com/read/2015/05/10/21081621/Korban.Lumpur.Lapindo.Pak.Jokowi.Saya.Sudah.Tidak.Kuat

Lha kok untuk urusan fenomena pelacuran mereka-mereka orang kaya kita bisa begitu royal yah?

Klo mau terlihat prestise dan pamer royal hamburkan-haburkan harta, kenapa ndak mereka obral keluarkan dana besar2an untuk Fakultas Teknik di Universitas kita yang sering kali kurang dana riset misalkan. Saya pikir boleh saja nanti kompensasinya nama gedung fakultas tersebut diberi nama konglomerat kita. Sebagai pengharagaan karena dia nyumbang besar buat kemajuan pendidikan Fakultas Teknik kita misalkan.

Bukan kah ini prestise yang elegant dalam menghambur-hamburkan kekayaan hartanya?

Saya sungguh ndak paham dengan mindset bangga membayar pelacur mahal seperti ini pada orang kelebihan uang di masyarakat kita…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Memulai Belajar B. Arab dan Quran

10 Mei

Bahasa ArabSejak minggu lalu si sulung Zahra (9 tahun) dan sejak kemarin si bungsu Naura (6 tahun) memulai perjalanan panjang dalam hidupnya. Mereka berdua diharapkan akan menempuh perjalanan panjang selama bertahun-tahun: belajar Quran dan B. Arab sehingga kelak diharapkan bisa mendekati kemampuan native berbahasa Arab.

Menurut sang gurunya paling tidak butuh waktu sekolah B. Arab sekitar 4 tahun dari mulai hari ini buat Zahra dan 5 tahun buat Naura. Belajar sekolah B. Arab seminggu sekali setiap hari Sabtu selama 4 jam akan menjadi aktivitas Zahra dan Naura selama beberapa tahun ke depan dan semoga rencana ini direstui-Nya.

Setelah mereka bisa berbahasa Arab, dengan proses belajar yang dilakukan terus menerus membaca para pemikiran dan intelektual Islam, jadilah mereka kelak diharapkan akan bisa memahami filosofis Al Quran, memahami hadist, tafsir serta mampu membaca para pemikir-pemikir Islam dalam Bahasa Ibunya: B. Arab.

Saya terkadang bermimpi jika saja nanti kedua putri saya mampu mengikuti perdebatan imajiner indah antara al-Ghazali “Tahafut al-Falasifa” dengan Ibn Rusdy “Tahafut al-Tahafut” dalam B. Arab, bukan level terjemahan, maka betapa indahnya cara berpikir mereka kelak.

Memang orang bisa B. Arab fasih belum tentu memahami konsep pemikiran para pemikir Islam, sama dengan orang Indonesia yang B. Indonesia itu Bahasa Ibu baginya: “Apakah dengan begini mereka otomatis langsung paham pemikiran dari Ekonomi kerakyatan Mubyarto, Sosiologi Pedesaan Lukman Soetrisno, Sosiologi Profetik Kuntowijoyo?” Tetapi dengan menguasai B. Arab berarti kelak mereka mampu belajar sendiri mencari ilmu sendiri terkait dengan ulama dan intelektual Islam!

Dia diharapkan harus bisa membaca karya2 ulama dan ilmuwan Islam itu dalam B. Arab. Dia bisa membaca puisi indahnya Jalaluddin Rumi tanpa terjemahan. Jadilah dia merasakan kekuatan spirit Islam dari para ulama dan intelektual Islam secara langsung. Dia bisa membaca betapa indahnya para pemikir2 Islam yang pernah membangun peradaban pikiran Islam, yang justru membuat Eropa terinspirasi sehingga dari pikiran intelektual Islam lah Eropa mendapatkan “Aufklärung!”.

Kelak mereka tidak cuma mengenal para pemikir Kritis Eksitensialis Jerman atau Positif Materialistis Inggris misalkan dikarenakan mereka sekolah di Eropa, tapi mereka juga bisa memahami pemikiran Tauhid Islam.

Setelah Zahra menguasai B. Indonesia sebagai Bahasa Ibu, lalu Jerman dan kemudian Inggris maka B. Arab akan menjadi bahasa keempat yang dia pelajari. Zahra pun nanti saat kelas 6 SD akan belajar bahasa asing lainnya di sekolah apakah Perancis dan atau Spanyol.

Para Pemikir dan Penulis Perancis banyak menularkan pemikiran-pemikiran tentang Humanisme Renaissance. Para penulis-penulis dalam B. Spanyol terkenal dengan Teologi Pembebasannya. Ini merupakan kekayaan ilmu yang sangat mungkin bisa mereka lahap kelak.

Buat Naura maka B. Arab akan menjadi bahasa ketiga yang dia pelajari setelah B. Indonesia, B. Jerman dan kemudian B. Arab. Jadi, bagi Naura, dia akan memperlajari B. Arab lebih dulu dari pada B. Inggris.

Entah mengapa seperti ada sebuah kebanggaan dalam hatiku sebagai orang tua saat Naura lebih dulu belajar B. Arab dari pada B. Inggris. Mungkin karena pada umumnya buat orang Indonesia lebih sering belajar B. Inggris lebih dulu dari pada B. Arab. Sementara di Naura justru lebih mendahulukan B. Arab dari pada B. Inggris.

Betapa luasnya surga ilmu itu, dan menguasai bahasa mereka akan menjadikan kita menguasai spirit berpikir mereka. Oleh karena itu, kudukung kedua putriku semampu dan seminat mereka untuk menguasai berbagai bahasa asing.

Anak kita adalah busur panah yang melesat cepat meninggalkan peradaban kita yang saat ini telah usang buatnya, untuk menata peradaban baru yang lebih baik. Oleh karena itu, membekali mereka dengan ilmu dan etika sejak dini mungkin adalah tugas kita sebagai orang tuanya.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.680 pengikut lainnya.