Pak Jokowi segera Oper Persnelling 6!

Sebagai Presiden Republik Indonesia Jokowi menghadapi berbagai permasalahan besar. Saat bersamaan anda ditantang untuk mampu menunggangi 3 kekuatan besar yang liar yang harus dikendalikan.

687474703a2f2f61312e696d672e6d6f6279706963747572652e636f6d2f39646435326132363966323665663964303138366436643133393131633134625f766965772e6a7067
Ketiga kekuatan itu adalah:
1. Partai Politik dan Kekuatan Politik di Parlemen
2. Militer, Intelejen dan Kepolisian
3. Birokrasi dan Mafia Pengabdi Rente

Kekuatan Pertama sudah terasa betapa pemerintahan Jokowi harus babak belur di Parlemen dengan kekalahan KIH-nya, APBN yang cukup tersendat karena lambatnya membentuk badan-badan kelengkapan DPR serta berbagai rongrongan politik lainnya.

Kekuatan Kedua, terutama Polisi sempat membuat porak-poranda kepercayaan publik karena KPK “diobok-obok” oleh Polisi. Publik benar-benar sempat khawatir dengan komitmen Jokowi untuk melindungi KPK.

Kekuatan Ketiga, terlihat dengan betapa banyaknya berbagai mafia di birokrasi kita dari mulai mafia minyak, mafia pelabuhan, mafia ikan, mafia beras, mafia sapi, mafia, mafia, mafia…

Nah, setelah pemerintahan berjalan 10 bulan maka perlahan Jokowi mulai kuasai keadaan:

1) Penguasaan atas Partai Politik dan Kekuatan Politik di Parlemen
jokowi-pidato_1
Diawali dengan keteguhan Jokowi melangsungkan Pilkada serentak, menolak dana aspirasi DPR, mengunci seluruh akses Tim Anggaran DPR untuk “main mata” mengkorupsi APBN serta menolak keinginan DPR untuk “memandulkan” UU KPK. Ini adalah 4 pukulan “upper cut” yang membuat DPR terhuyung-huyung menghadapi Jokowi.

Lalu hari ini saat PAN menyatakan bergabung mendukung Jokowi maka nyaris Jokowi sepenuhnya relatif bisa mengendalikan Parlemen dan kekuatan politik di Indonesia.

2) Penguasaan atas Militer, Intelejen dan Kepolisian
Ada 3 Pukulan Hook yang dilepas Jokowi untuk membuat kekuatan ini tunduk di bawah Jokowi yaitu memilih Panglima TNI yang loyal ke Jokowi meskipun dengan begini Jokowi terpaksa “mengabaikan” kesempatan TNI-AU jadi Panglima TNI. Lalu Jokowi memilih Soetiyoso sebagai Kepala BIN yang membuat intelejen mengabdi pada Jokowi. Yang terakhir adalah mengangkat Luhut Pandjaitan sebagai Menkopolkam untuk menjadi “herder” setia yang siap menggebuk siapapun yang berani melawan Jokowi.

Berbaret
Akibatnya, Polisi pun harus tunduk dengan maunya Jokowi karena TNI, Intelejen dan Polkam adalah orang-orang yang loyal pada Jokowi.

3) Penguasaan atas Birokrasi dan Mafia Pengabdi Rente
Beberapa mafia memang sudah mulai dihabisi oleh Jokowi. Yang monumental adalah pembubaran Petral yang penuh dengan mafia pengabdi rente di bidang migas. Begitu juga Menteri Susi menjadi “mesin pembunuh sempurna” bagi Jokowi untuk menghabisi mafia ikan. Rizal Ramli juga diharapkan bisa menghabisi para mafia di pelabuhan dan perhubungan.

1181-2578e8f570e36a950bd711cc5955589a
Hanya saja ini belum cukup. Jokowi harus bisa mengoptimalkan mesin birokrasinya agar bekerja efisien dan efektif. Dikarenakan tanpa keberhasilan menggerakan mesin raksasa birokrasi maka pembangunan untuk membentuk masyarakat sejahtera menjadi tersendat. APBN yang besarnya 2.000 Trilyun menjadi tidak efektif untuk mensejahterakan rakyat jika Jokowi tidak berhasil mereformasi dan mengoptimalkan kinerja birokrasi.


Tapi terlepas itu semua saat ini posisi Jokowi sudah amat kuat. Jokowi saat ini tinggal fokus pada pembangunan ekonomi yang mensejahterakan rakyat.

Beberapa yang perlu diperhatikan:
1. Jaga inflasi, kendalikan harga kebutuhan bahan pokok. Ini amat vital karena menyangkut kebutuhan makan rakyat Indonesia.

2. Bangun terus infrastruktur transportasi (transportasi angkutan massal, jalan, pelabuhan, rel KA serta bandara), pertanian (Bendungan dan Irigasi) dan Energi (Pembangkit Listrik)

3. Bangun industri manufaktur dalam negeri yang mampu menguasai pasar dalam negeri serta bisa berorientasi ekspor.

4. Bangun industri Pertanian dan Perikanan sehingga Indonesia menjadi dapur dunia

5. Perkuat pelaksanaan BPJS Kesehatan sehingga semua orang sakit dapat pelayanan kesehatan yang memadai

6. Buat Pendidikan Terjangkau sehingga tidak ada orang Indonesia yang tidak bisa sekolah wajib belajar 12 tahun

7. Optimalkan Program Kartu Sejahtera buat orang miskin Indonesia dikarenakan mereka inilah yang saat ini paling terpinggirkan dalam pembangunan. Berdasarkan data statistik orang miskin Indonesia yaitu yang pengeluarannya 20.000 rupiah per hari masih ada sekitar 90 juta orang. Mereka ini harus diangkat harkat, martabat dan tingkat kesejahteraannya!

Nah, Pak Jokowi untuk itu semua agar terwujud saatnya buat anda merubah persnelling kecepatan kerja ini menjadi persnelling 6 alias dengan kecepatan tinggi!

“Tempo!”
“Tempo!”
“Tempo!”
“Zack!, Zack!, Zack” , begitu orang Jerman bilang jika dia mengatakan bahwa kecepatan adalah kunci kesuksesannya.

“Speed is the key”, Pak Jokowi!

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ferizal Ramli

Indonesia Krisis?

Banyak para pengamat secara membabi-buta bilang Indonesia saat ini krisis. Pernyataan ini menyesatkan dan tidak fair. Jika alasan jatuhnya rupiah, naiknya harga barang, naiknya tingkat pengangguran serta pertumbuhan ekonomi melemah dijadikan dasar tuduhan bahwa saat ini Indonesia krisis maka itu tidak tepat. Harusnya kalimat yang benar: “Dunia terancam krisis, bukan Indonesia!”

Lihat lah secara jernih: Lha wong Indonesia baik2 saja. Negara lain jauh lebih terguncang. Dimana tergunjangnya Indonesia?

Ini tuduhan2 para pengamat yang menuduh Indonesia saat ini krisis:
1. Tuduhan harga barang melonjak dimana.

Coba lihat data inflasi dari BI, itu Inflasi masih normal. Mungkin anda hidup sebagai kelas menengah kota yang paling kena dampak penarikan subsidi BBM sehingga teriak semua serba mahal. Lha apakah masyarakat yang bawah yang mayoritas (dan serta tidak pakai Medsos) merasa juga barang mahal? Faktanya data inflasi BI masih normal.

Lihat grafik data Inflasi 5 tahun terakhir: saat Agustus 2010 inflasi itu kira 6,2%. Saat ini inflasi sekitar 7,2%. Range inflasi di Indonesia normalnya itu antara 4-8%. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?

Gambar 1: Grafik Inflasi Indonesia sejak Agustus 2010-2015
Unbenannt

2. Tuduhan Rupiah yang dituduh keok terhadap USD.

Rupiah memang jatuh tapi kejatuhan rupiah masih normal dibandingkan negara-negara lainnya. Lihat perbandingan kejatuhan rupiah terhadap USD dibandingkan mata uang lainnya.

Mata uang Rusia, Brazil, Turki, Meksiko, Malaysia, Eropa dalam Euro, Skandinavia, Kanada, Jepang, Korea Selatan itu lebih terpuruk dari pada rupiah. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?

Gambar 2: Tabel Depresiasi Mata Uang Dunia terhadap USD
11904680_10153485412533346_2257242313255724711_n

3. Tuduhan Tingkat pengangguran yang tinggi dan PHK meledak.

Sampai saat ini dari data statistik yang paling aktual (memang data bulan Juli 2015 belum ada), tingkat pengangguran Indonesia itu relatif rendah dibandingkan tingkat pengangguran negara-negara lain. Turki, Brazil, Kebanyakan Eropa apalagi Spanyol dan juga Perancis, Australia, Belanda, Kanada itu tingkat penganggurannya lebih tinggi dari Indonesia.

Selain itu trend tingkat pengangguran Indonesia turun. Paling tidak jika pertengahan 2014 tingkat penganggurannya 5,94 maka pada awal 2015 turun menjadi 5,81%. Sementara pernah diawal Januari 2010 tingkat pengangguran kita itu pernah 7,87%. Jadi tingkat pengangguran kita masih normal apalagi jika dibandingkan negara lainnya malah tingkat pengangguran Indonesia cukup moderat rendah. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?

Gambar 3: Tabel dan Diagram Tingkat Pengangguran Indonesi dibandingkan negara lain
Unemployement

4. Tuduhan pertumbuhan ekonomi yang turun tidak mencapai target.

Benar tingkat pertumbuhan ekonomi kita dilakukan koreksi dibawah target yang dicanangkan. Hanya saja saat ini seluruh dunia juga pertumbuhannya turun. Jika dibandingkan dengan negara G-20 masih masuk 3 besar terbaik hanya dibawah India dan China. India pertumbuhan ekonomi pada kuartal awal 2015 7,5%, sedangkan Cina 7,0% dan Indonesia 4,8%.

Sementara negara-negara besar G-20 lainnya dibawah Indonesia pertumbuhannya. Untuk lebih fair negara-negara yang sama-saam berkembang seperti Brazil, Turki, Korea Selatan, Mexico, Argentina, itu semua pertumbuhan ekonominya dibawah Indonesia. Meskipun trend pertumbuhan kita relatif turun tapi banyak negara lain selain trendnya turun juga pertumbuhannya lebih rendah dari Indonesia. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?

Gambar 4: Tabel Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Negara G-20
Growth

KESIMPULANNYA:
1. Inflasi: Dalam data inflasi di Indonesia itu inflasi diatas 8% beberapa kali sering terjadi. Saat ini inflasi masih dibawah 8%. Rate rata2 inflasi kita itu normalnya antara 4-8% rentangnya.
2. Kecuali mata uang rupiah memang itu saat ini lebih jelek sejak pasca krisis 98. Sejak pasca krisis 98 memang baru kali ini pernah menyentuh 14.000. Titik ini perlu diwaspadai tapi tidak perlu panik menganggap kita sedang krisis.
3. Pengangguran itu angka diatas 2 digit pernah terjadi. Saat ini cuma 5% alias setengah digit! Jadi, sampai hari ini lonjakan pengangguran masih dalam katagori normal.
4. Pertumbuhan Ekonomi, ini bukan pertumbuhan Ekonomi buruk buat Indonesia pasca reformasi. Memang turun tapi tidak buruk karena kita pernah beberapa tahun tumbuh sekitar 3-4% saja.

Tapi jika ada para pengamat yang menuduh kita ini kena krisis maka itu bukan pengamat melainkan provokator! Data-data yang relevan menunjukkan kinerja ekonomi kita jauh lebih baik dibandingkan dari banyak negara lainnya.

Sebaiknya tindakan para provokator dengan gaya mengagitasi masyarakat agar menimbulkan kepanikan harus kita lawan bersama dengan logika dan data yang benar.

Indonesia ini berada dalam track yang benar. Pembangunan berbagai infrastruktur digalakkan, perang terhadap para mafia digalakkan, berbagai pembenahan dilakukan. Ini semua butuh waktu sehingga kita sebagai bangsa bisa memetik hasilnya. Tentu saja kritik harus dilakukan demi membuat pembangunan ini semakin baik.

Tetapi jika saat kita membangun justru diganggu oleh agitasi massif dari para provokator atas nama kepentingan kelompoknya baik kelompok politik atau malah suruhan para mafia yang bisnisnya saat ini sedang diperangi oleh pemerintah, maka adalah tugas kita bersama untuk melawan para provokator yang sering sekali memberikan pernyataan-pernyataan yang menyesatkan.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ferizal Ramli

Menjadi Dosen!

Insya Allah Semester depan jika tidak ada halangan saya menjadi Dosen Tamu di Universität Hamburg di Asien-Afrika-Institut. Rasa berbinar ini bukan hanya semata-mata karena Universität Hamburg amat prestisius, tapi ini juga sebuah tugas yang sesuai kata hati saya. Akhirnya cita-cita saya menjadi dosen terwujud meskipun hanya berstatus dosen tamu.

hamburg

Sebenarnya passion saya itu sejak dulu adalah dosen, bukan menjadi Konsultan IT dan Manajemen. Saya benar-benar sangat cinta dengan pekerjaan sebagai dosen. Sayang sekali meskipun sempat nyaris mau menjadi dosen “Fatima” (Fakultas Teknologi Informatika dan Multimedia) UGM Yogyakarta tahun 2006 sebagai PT BHMN kala itu, dikarenakan fakultasnya aborsi sebelum lahir jadilah SK-nya batal, maka saya memutuskan berkarir di Jerman saja.

Meskipun sebagai penggantinya adalah sebuah tawaran menarik yaitu menjadi Konsultan SAP, Business Process Design dan Business Intelligent di BMW Headquarter di München, tetap saja menjadi Dosen lah cita-cita saya yang tidak pernah pupus.

Bagi saya dosen itu pekerjaan yang amat mulia. Itu adalah pekerjaan mendidik dan menanamkan idialisme. Pekerjaan memperkaya sudut pandang. Pekerjaan “Amar Maruh Nahi Mungkar”. Itu pekerjaan mulia, meskipun miskin kompensasi finansial.

Tentu saja saya sadari menjadi dosen tidak akan dapat kompensasi finansial besar. Tapi memang dalam hidup itu tidak boleh kemaruk alias greedy; ingin mulia, ingin juga dapat uang banyak. Banyak dosen itu “kemaruk”, gaji dosen memang dimana pun itu sedikit, tapi itukan pekerjaan mulia.

Cuma karena banyak yang “kemaruk” maka mulia saja tidak cukup baginya, mereka butuh kaya. Jadilah mroyek untuk kepentingan dapat menggelembungkan penghasilannya belaka. (Catatan: tentu mroyek boleh jika tujuannya memang “link and match” antara institusi pendidikan dan industri). Kerugiannya jika mroyek karena motivasi uang belaka: idialisme dosen terkooptasi oleh kepentingan industri.

Kembali pada sejatinya tugas dosen; di tangannya lah spirit idialisme sebuah bangsa dijaga. Dosen punya legitimasi moral untuk bicara benar adalah benar dan salah adalah salah. Mereka harus mampu menjadi garda depan navigasi sebuah bangsa dalam membangun peradabannya secara benar.

Oleh karena betapa mulianya profesi dosen itu maka dia harus bisa menjaga jarak untuk tidak berada di bawah posisi Proyek Manager atau Proyek Owner sebuah perusahaan. Ini berarti menurunkan kredibilitas profesinya yang amat mulia…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Memahami Rizal Ramli vs Jusuf Kalla!

perseteruan-rizal-ramli-dan-jusuf-kalla-sudah-meletup-sejak-2004

Tolong dibedakan yah saya menulis tentang “Rizal Ramli” bukan “Ferizal Ramli” yah :)

Baru-baru ini banyak orang heboh karena Rizal Ramli mengkritik kebijakan pembelian Garuda secara terbuka, atau justru menantang Jusuf Kalla dalam debat terbuka tentang kebijakan pembangunan listrik 35.000 MW. Orang-orang heboh karena kok kabinet saling serang.

Saran saya, anda semua tidak perlu seheboh itu kang/jeng semua. Mari kita pahami bersama:

1. Dalam negara demokrasi mestinya apa yang dilakukan Rizal Ramli itu masih dalam tahap “biasa” saja (catatan: “biasa” dalam tanda kutip). Itu “biasa” karena secara genetik bahwa beda pendapat di ruang publik dalam kabinet itu bisa diterima.

Kenapa? Karena tim kerja kabinet itu dibangun atas dasar kepentingan politik. Dimana2 kepentingan politik itu loyalitasnya tidak tunggal: tidak cuma pada atasan an sich. Loyalitasnya dalam politik itu bisa multi loyalitas. Dia bisa juga loyal ke konstituen, loyak ke prinsipnya, loyal ke partaimya, dll.

Klo sudah secara genetis bahwa tim kabinet dengan berbagai macam loyalitas, sementara dalam politik itu kuncinya memenangkan suara publik maka beda pendapat dalam kabinet yang diutarakan ke publik harus dimaknai dengan “biasa”. Yang penting kebijakannya bermanfaat ke publik.

2. Di negara-negara Barat seperti UK, Jerman atau Amrik serang-menyerang antara anggota kabinet bahkan anggota kabinet menyerang Perdana Menteri atau Presiden secara terbuka itu “biasa”.

Contoh: Robin Cook saat jadi menteri luar negeri UK pernah mengkritisi kebijakan PM-nya Tonny Blair terkait Irak! Kritiknya diajukan secara terbuka ke publik mirip Rizal Ramli mengkritik Jusuf Kalla!

Memang jika demokrasi seperti Rusia atau ala Melayu Malaysia/Singapura jarang sekali ada beda pendapat secara terbuka dalam kabinetnya. Sekali Deputy Perdana Menteri Malaysia berani beda pendapat terbuka dengan Perdana Menteri maka masuk penjaralah dia dengan tuduhan2 yang tidak jelas diarahkan padanya.

Terlepas kita masyarakat Melayu atau ingin seperti gaya Putin saja yang diterapkan, maka kita harus pahami dibelahan dunia lain beda pendapat seperti Rizal Ramli ini masih dalam konteks wajar.

3. Harus juga dipahami kita masyarakat Indonesia itu tidak adil dalam menilai. Dalam politik itu bising, hiruk-pikuk, penuh gadung biasa! Anda saja bising kok mengkritik, membela dll di berbagai media. Tujuannya apa? Tujuannya biar yang anda anggap benar itu yang akan dijalankan oleh pemerintah. Jadi ini untuk cermin berkaca bahwa memang politik itu gaduh :)

Di pemerintahan dan di pemegang kebijakan juga sama. Mereka pun bising, ribut dan berisik. Jika anda tanya kenapa mereka tidak bisingnya secara internal saja? Jawabnya sederhana: jika secara internal mentok maka mereka butuh dukungan publik! Publik harus tahu masalahnya sehingga diharapkan publik mendukung.

Akibatnya wajar jika ada menteri sengaja berdebat di publik dengan menteri lain atau malah atasannya. Dia ingin publik tahu masalahnya sehingga dibukalah masalahnya ke publik.

Jadi, atas dasar apa jika ada yang menuntut dalam kabinet itu harus kerjanya sunyi dimana setiap perbedaan pendapat harus diselesaikan secara internal tanpa publik tahu? Bah, aturan dari mana pula ini? :)

Kata akhir dari saya: santai aja mencermati perbedaan pendapat dan hiruk pikuk antar kabinet. Yang penting itu adalah awasi terus kinerjanya. Jika kinerjanya bagus mau kabinet ini hiruk pikuk, mau berisik, mau bising maka biarkan saja. Yang penting kinerjanya diawasi terus. Nah, kritik masyarakat harus lebih ke kritik kinerja.

Sementara jika Rizal Ramli jadi berdebat dengan Jusuf Kalla malah anda harusnya berterima kasih. Anda itu artinya dihormati karena anda diijinkan menilai apa yang terjadi di kabinet kita. Bahkan dibuka semuanya ke anda. Jadi, bukan malah anda uring-uringan atas kejadian ini yah :)

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Bermain Derivatif di Bursa Frankfurt dan Stuttgart melalui Commerzbank

Derivative

https://www.trader-2015.com/coba-depotcontest/web/index.html?activation=10ff01592001b07d0636f8c8bf8faadb

Tidak, tidak, saya tidak main derivatif sungguhan. Ada 2 alasan kenapa saya tidak main derivatif sungguhan:
1. Itu adalah permainan yang penuh spekualasi di Bursa Saham. Buat saya, secara karakter tidak cocok, secara kapasitas juga tidak mampu. Itu permainan untuk para “Wolf of Wall Street”. Itu tuh istilah yang digunakan untuk film elok tapi ekstrim yang dibintangi secara ciamik oleh Leonardo Di Caprio: http://www.imdb.com/title/tt0993846/

2. Secara Moral Ekonomi, derivatif itu lah yang paling bertanggung jawab atas terjadinya krisis ekonomi dunia 2008 kemarin, dan diperkirakan krisis-krisis berikutnya akan tetap dalang utamanya adalah derivatif. Anda bisa lihat repotase ciamiknya di PBS Frontline tentang jahatnya derivatif ini: http://www.pbs.org/wgbh/pages/frontline/meltdown/view/

Itulah karakter dari produk-produk keuangan derivatif. Hanya perlu dicatat meskipun saya menolak derivatif (paling tidak sampai saat ini) tetapi saya tidak menolak sebagai trader untuk saham-saham non derivatif. Ada niatan yang ingin menjadi investor tulen bursa saham meskipun niat ini belum pernah terwujud.

Hanya saja seorang sahabat sekaligus “guru” praktisi Bursa Salam saya di Duisburg “memprovokasi” untuk ngajak tanding bermain saham, tidak terkecuali bermain derivatif. Cuma main saham derivatifnya hanya sebagai “Game” belaka alias “just a game” dalma arti harafiah tetapi dengan data nyata realtime.

Artinya, kita benar-benar main Saham-Saham Derivatif di Bursa Efek Frankfurt dan Stuttgart Jerman, seperti layaknya main saham spekulatif beneran lengkap dengan analisa trading, analisa market yang realtime serta dengan uang tetapi resikonya TIDAK nyata. Dikarenakan uang yang kita putar di bursa saham hanya berupa game; bukan uang nyata! Jadi bukan rekening nyata uang Euro kita di akun Bank kita :)

Asyiknya dari permainan ini:
1. Ibarat pilot pesawat yang butuh selalu latihan menerbangkan pesawat agar jam terbangnya tinggi maka permainan ini adalah seperti simulasi pesawat. Dikarenakan saham yang dimainkan derivatif (yang karakternya liar dan spekualitif) di Bursa Frankfurt maka ini pandananya kalau buat pilot adalah simulasi pesawat tempur (yang juga liar dan sangar) yaitu Euro Fighter Typhoon :)

Dengan bermain game derivatif ini anda akan punya feeling yang amat luar biasa tajam saat nantinya benar-benar nyata bermain saham! Ini benar-benar tambahan pengalaman berharga bermain saham.

2. Ini membuat adrenalin anda terpicu naik. Permainan ini adalah Paduan antara pengetahuan saham, keakuratan membuat analisa, mental juara dan ketepatan mengambil keputusan serta tentu saja bermainnya di level internasional.

Mental dan Attitude seorang Juara akan terasah di permaian ini!

3. Hadiahnya juga ndak main-main. Permainan ini adalah kompetisi se Jerman (saya tidak tahu apakah diluar Jerman bisa ikut daftar). Tapi pemenang utama kompetisi ini adalah: Jaguar F-TYPE COUPÉ in Polaris White.

Plus tiap minggu pemenang mingguannya akan memperoleh hadiah 2.222 Euro. Belum termasuk hadiah-hadiah lainnya buat berbagai katagori.

Buat anda yang ingin terjun jadi trader bursa sama maka simulasi ini jauh lebih berharga dari pada teori-teori investasi dan akuntansi yang anda dapatkan di kampus. Teori-teori Akuntansi bermanfaat untuk melakukan analisa Fundamental Saham. Teori-teori investasi keuangan bermanfaat untuk menganalisasi menginvestasi dana di pasar modal.

Tetapi saat anda mau jadi trader mengambil keuntungan jual-beli saham dalam waktu singkat maka anda lebih butuh pengalaman nyata. Anda butuh simulasi. Di Bursa Saham Frankfurt para perusahaan pialang membangun platform simulasi saham. Lalu mereka seringkali mengadakan kompetisi saham buat masyarakat. Jadi lah masyarakat punya pengalaman bermain saham! Lalu terlahirlah para pemain-pemain saham yang mumpuni.

Apakah di Indonesia hal seperti ini juga dilakukan untuk meningkatkan masyarakat aktif berpartisipasi di pasar modal? Jika Indonesia menganggap pasar modal adalah salah satu sumber pendanaan penting bagi pelaku ekonominya, maka Institusi Pasar Modal serta Para Perusahaan Pialang di Indonesia ada baiknya untuk membuat platform simulasi dan kompetisi permainan saham terbuka bagi seluruh masyarakatnya seperti yang dilakukan oleh Commerzbank ini:)

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

…dan Bojoku pun mulai berkarir di usia kepala Empat lebih

Make-UpWanita-400x260

Kemarin lusa adalah hari pertama Bojoku bekerja di sebuah Perusahaan. Pekerjaan sederhana tetapi yang amat menyenangkan baginya. Kuantar hari pertama kerjanya sampai ke depan Firma-nya. Selesai kerja pun kujemput dia di stasiun kereta Hamburg. Dia tersenyum dengan penuh suka cita amat sangat. Mungkin ini pertama kalinya di Jerman Bojoku bekerja dengan menghasilkan uang dalam arti membayar pajak sendiri, membayar Asuransi Jaminan Sosial sendiri, dll…, dll…, dll…

Memang sudah dimulai sejak 2 tahun terakhir kita bersama-sama mempersiapkan “hari depan” buatnya. Diawali dengan semakin intensif kursus B. Jerman, lalu kerja sosial menjadi asisten lepas membimbing anak-anak di Sekolah TK/SD, juga aktif dalam kegiatan Sosial Budaya lainnya…

Kesadaran ini tersentak dikarenakan 2 tahun lalu, saat Putri kecil bungsu kami kala itu usia 4 tahun dengan suara tercadel-cadel bersungut-sungut ke Mamanya: “Mama, lasst mich bitte in Ruhe” (Mama tolong biarkan saya sendiri saja).

Mungkin sang Mama terlalu melindungi sang Putri kecil. Lah bagi Putri Kecil yang mulai merasa mandiri karena di TK-nya diajari mandiri, malah “tidak senang” terlalu dilindungi Mamanya. Akibatnya dia meminta agar diijinkan main sendiri dan Mamanya dianggap “mengganggu”.

Sang Mama terkejut kaget. Aku bisa melihat sekilas ada rawut berubah dari wajah manis bojoku. Meskipun kami sama-sama diam atas perkataan putri kecilku, tapi pikiranku dan pikirannya saling menerawang. Aku bisa membaca kecemasan bojoku saat itu. Dia merasa putri-putrinya sudah semakin besar dan mandiri, lalu apa yang akan dia lakukan jika putri-putrinya sudah asyik membangun masa depannya masing2. Aku bisa membaca guratan kecemasannya disana…

Aku flashback akan masa lalu kami bersama-sama sudah 17 tahun menikah. Seperti kebanyakan Lelaki lainnya, aku “terdoktrin” lelaki itulah yang paling tanggung jawab cari uang, wanita di rumah urus keluarga. Sebagai wanita yang baik, istriku habiskan waktunya untuk mengurus keluarga dan mendidik anak2nya. Itu semua dia lakukan dengan nyaris sempurna. Tapi sekarang anak-anaknya sudah relatif besar, ada perasaan takut pada dirinya akan kehilangan arti penting bagi anak-anak2nya.

Malamnya, kita diskusi dalam tentang “masa depan” istriku. Umur sudah tidak muda lagi, sudah menginjak kepala 4 untuk bekerja apalagi berkarir. Tetapi tidak apa-apa toh uang bukan tujuan utama, yang penting harus mengisi hari-hari ke depan tetap bermakna dan berguna.

Mulai lah dibuat rencana matang: kursus B. Jerman lebih intensif 1 tahun lebih, lalu mulai aktif bekerja sosial di TK/SD, mulai aktif dalam kegiatan2 budaya dan organisasi.

Terakhir saat kulihat bojoku sudah mulai terbiasa aktif dengan kegiatan “non domestik rumah tangga”, maka kuajak dia ke “Job Center” Jerman agar dia dapat kursus keahlian, dll. Setelah berkonsultasi dengan Konsultant “Job Center” disarankan untuk cari kerja dulu supaya bojoku itu bayar Pajak ke pemerintah, bayar asuransi sosial, dll. Dengan begitu maka status Visanya di Jerman tidak cuma “Ikut Suami” tapi sebagai Subyek yang bekerja, membayar pajak dan bayar asuransi sosial lainnya.

“Kita tidak tahu apa yang terjadi esok hari. Jika sesuatu terjadi dengan anda (Herr Ramli, begitu sang Konsultan dengan hormat menyebut nama saya), sementara istri anda tidak pernah kerja dan bayar pajak disini (di Jerman) maka ini bisa sulitkan posisi istri anda kelak”. Jadi dukunglah istri anda kerja. Kami pun akan bersedia memberikan pelatihan yang dibiayai oleh pemerintah Jerman untuk tingkatkan skill-nya.

Hari itu juga kami putuskan untuk cari kerja buat bojoku di Firma. Memang usia sudah tidak muda tapi dimana ada kemauan disitu ada jalan. Lalu atas bantuan dari Sang Uni (Uni itu panggilan kakakku perempuan karena kita orang Minang) di hamburg, maka bisa juga bojoku bekerja.

…dan dia sekarang, saat aku menulis status ini, sedang dengan suka cita tersenyum simpul berangkat kerja karena dapat Shift Kerja hari Sabtu pada minggu ini. Cipika-cipiki denganku dan kedua putrinya, berangkat lah dia bekerja sambil penuh suka cita. Sambil bilang tahun depan aku akan coba mulai kuliah lagi untuk selesaikan MBA atau Masternya nya atau memilih menjadi “Wirschaftprüfer” alias Akuntan Publik katanya dengan penuh optimis karena merasa cita-citanya layak untuk terwujud.

Ah, aku senang melihat dia begitu percaya diri menatap masa depannya, semoga saja terwujud…

Dari Tepian Sungai Elbe
(Tulisan ini kudedikasikan buat kakakku Uni dan Abang di Hamburg yang telah banyak menolong)

Istri tua tidak cantik lagi dan istri muda kinyis-kinyis…

Poligami

(Berkaca pada kasus korupsi yang melibatkan istri muda)
Tulisan ini saya tujukan buat kaum wanita untuk memperkaya sudut pandang. Saya tidak bermaksud apapun kecuali memperkaya sudut pandang supaya para wanita bisa memahami persoalan ini secara bijak. Jadi, mohon pahami niat tulus saya. Jika anda tidak setuju mohon jangan tersinggung dan ini sama sekali tidak personal. Ini sedang membahas fenomena…

Pertama: lelaki itu pada prinsipnya amat suka dengan memanjakan indra matanya tapi (ingat) ini bukan alasan utamanya lelaki mencari istri muda kinyis-kinyis :)

Kedua: kebutuhan lelaki itu saat dia mapan berubah, dari awalnya saat usia mau berkarir dia butuh wanita yang dukung dia penuh secara moril, lalu saat kepala 4 keatas dimana karirnya mapan, dia butuh rekreasi untuk nikmati kemampanannya.

Jadi, klo dulu suami anda adalah lelaki muda yang masih hijau menantang dunia sehabis lulus kuliah, tetapi di saat usia suami anda 40 keatas harus anda sadari dia tidak terlalu butuh dukungan moril anda. Dia sudah mapan. Dia justru lebih butuh “perjalanan cinta” dengan anda atas nama romantika, gelora passionata dan estetika!

Jadi tolong pahami, kebutuhan lelaki yang mulai mapan itu sudah berubah dari awalnya butuh dorongan moril karena beratnya tekanan hidup menjadi kebutuhan untuk bergelora dengan anda, karena dia sudah mapan!

Ketiga: Cilakanya, khas wanita Indonesia umunya jika suaminya mapan (mohon maaf, sekali lagi mohon maaf saya tidak bermaksud melecehkan, saya cuma ingin anda pahami ini sungguh2) bahwa perilaku anda banyak sekali yang terjebak sebagai OKB (Orang Kaya Baru) yang kalau santap makanan ndak kira-2. Anda melahap semua makanan tanpa kontrol.

Jadilah, disaat suami anda mapan butuh “rekreasi cinta” dengan romantika, passionata dan estetika, anda malah berubah menjadi (maaf) wanita obesitas dengan berat badan tanpa kontrol sama sekali atas selera makan berlebihan dan di saat bersamaan minim olah raga.

Wanita obesitas itu akan kehilangan karunia pesona kecantikan dan vitalistasnya dan lebih dari itu menjadi tidak sehat dikarenakan sel-sel anda penuh dengan kandungan lemak.

Keempat: Cilakanya lagi banyak dari anda yang tidak kenal mindset apa itu cantik.

Cantik itu adalah mindset hidup yaitu kemampuan bisa memadu perawatan karunia wajah anda sehingga awet ayu, tubuh anda yang fit tanpa obesitas serta selera busana anda yang pas (tidak harus bermerek mahal yang penting paduan yang pas berbusana dan ber-make up).

Jadilah anda tidak terlihat (nyuwun sewu) kemproh seperti mbok-mbok ndak terawat di saat suami anda mapan.

Kelima: Jangan kaget diluar sana gadis-gadis muda kinyis2 siap jadi benalu yang akan memangsa jerih payah anda yang selama belasan tahun saat dulu mendukung karir suami anda. Si Kinyis2 ini punya modal hebat yaitu kemolekan estetika. Itu senjatanya untuk menjerat suami anda dan menjadi benalu bagi anda seumur hidup anda!

SARAN:

Nah sekarang jika anda sudah tahu bahwa kemolekan estetika itu bisa jadi senjata ampuh untuk menjerat suami anda, lantas mengapa juga anda harus membiarkan tidak fit, asal lahap makanan sebakul tanpa kontrol serta malas olah raga?

1) Jaga lah vitalistas tubuh anda. Olah raga; aerobik, fitnes ringan, dance, sauna, spa, mandi uap, dll secara rutin harus menjadi gaya hidup sehat anda. Gunakan saja uang suami anda untuk melakukan itu semua. Dari pada dia habiskan dengan bini muda sirinya atau WIL-nya atau bayar artis, lebih baik anda yang gunakan untuk merawat kemolekan tubuh anda :)

2) Rawat kecantikan wajah dan kulit anda secara serius. Beli kosmetik bagus (harus TANPA merkuri) untuk perawatan wajah, serta beli juga kosmetik untuk make up-nya. Cari betul terutama yang perawatan itu harus berkualitas amat tinggi (tentu saja disesuaikan dengan kantong suami anda). Jika masih sanggup maka pakai make up-nya juga yang berkualitas tinggi. Perhatikan harus yang tidak mengandung merkuri. Cari produk yang punya nama baik di pasaran.

3) Serta jangan lupa pahami kebutuhan suami anda yang sudah berubah.
Suami anda saat dia sudah mapan tidak lagi begitu butuh dukungan moril anda seperti dulu saat dia masih muda dan hijau menantang dunia. Yang dibutuhkannya adalah bisa bersama anda —wanita yang menjadi bagian dari suksesnya— melakukan perjalanan romantika, passionata dan penuh dengan keindahan estetika bersama-2.

Jadi, Pahamilah itu hai para istri-istri semua :)

Disclaimer: Mohon maaf saya tidak bermaksud sexist atau pelecehan phisik dll. Saya cuma ingin menulis dengan bahasa jujur tanpa tendeng aling2 supaya anda semua aware dengan hal ini.

Tapi jika anda berbeda dengan saya, saya tentu saja siap menerima perbedaan…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe