Pemeringkatan Universitas: Mitos atau Realitas?


Sumber: http://www.topuniversities.com/university-rankings

(Quote: Ranking universitas itu bukanlah apa-2. Itu sama sekali “TIDAK” berguna. Tanggung jawab kita masing-2 untuk berkarya buat negeri ini dengan penuh dedikasi itulah yang jauh lebih memberikan manfaat…)

XXX

Terlepas setuju atau tidak setuju dengan metodologi pemeringkatan tetap saja setiap ada publish peringkat universitas dunia menyebabkan masyarakat Indonesia ikut larut menyimakanya. Di Indonesia yang paling hangat didiskusikan adalah ranking dari THES-QS dan dari Webo (Webometrics Ranking of World Universities).

Dalam sejarah pemeringkatan universitas versi THES-QS, UGM dan UI saling mengalahkan untuk jadi nomor 1. Pada tahun 2009 ini UI dipilih oleh THES menjadi yang terbaik di Indonesia. ITB selama THES mempublish rankingnya belum pernah sekalipun menjadi yang terbaik.

Untuk ranking WeBo, UGM selalu nomor 1 sepanjang tahun dan nyaris tidak bisa diimbangi oleh universitas lainnya. Tercatat hanya 1 kali ITB berhasil mengalahkan UGM. Selebihnya UGM terlalu superlatif untuk bisa diimbangi dalam ranking versi Webo oleh Universitas lainnya di Indonesia.

Mungkin inilah salah satu sebabnya ranking versi THES-QS menjadi lebih menarik buat masyarakat Indonesia dibandingkan Webo, karena persaingan antara UGM dan UI sangat kentara di THES dan saling mengalahkan.

Berikut ini ranking terbaru versi THES:

University Ranking 2009:
World Asia Intitusi
201 50 UI
250 63 UGM
351 80 ITB
— 119 IPB
— 130 Unair
— 171 Undip
— 171 UNS
— 191 Unibraw

KRONOLOGIS ranking THES-QS dari tahun ke tahun:

Tahun 2004
(Saya ndak punya datanya)

Tahun 2005
UGM 341
ITB 408
UI 420

Tahun 2006
UI 250
ITB 258
UGM 270

Tahun 2007
UGM 360
ITB 369
UI 395

Tahun 2008
UI 285
ITB 315
UGM 316

XXX

ANATOMI RANKING 2009 di Universitas Asia per kelompok Ilmu

Subject Ranking:
Art and Humanities
14 UGM
15 UI
50 ITB

86 IPB
92 Unair
96 Undip

Life Sciences & Biomedicine
16 UGM
29 UI
50 ITB

59 Unair
90 Undip
92 IPB

Natural Sciences
27 ITB
37 UGM
58 UI

70 IPB
98 Undip

Social Science
18 UI
25 UGM
50 ITB

64 Unair
71 Undip
88 IPB
90 Unibraw

IT & Engineering
21 ITB
44 UI
51 UGM

86 Undip
87 IPB

XXX

ANATOMI RANKING 2009 di Universitas Asia per Kriteria Penilaian

Ranking University by Criteria:

Academic Peer Review:
24 UGM
28 UI
38 ITB

Recruiter Review
31 UI
46 ITB
49 UGM

Student to Faculty Ratio
67 UI
191 ITB
250 UGM

Citations per Paper
81 UGM
169 UI
189 ITB

International Faculty Review
158 UGM
272 UI
319 ITB

International Student Review
181 UGM
264 ITB
325 UI

Student Exchange Inbound
135 UI
144 UGM
— ITB

Student Exchange Outbound
73 UI
212 UGM
— ITB

Catatan: Untuk ranking berdasarkan criteria ini jangan kaget banyak universitas negeri atau swasta yang mengalahkan reputasi UGM, UI dan ITB, meskipun secara umum ketiga Universitas tersebut tetap yang terbaik.

XXX

Kritik tentang pemeringkatan THES-QS

Menurut saya pribadi, ranking THES atau Webo sama sekali “TIDAK” memancarkan kualitas yang sejati dari sebuah Universitas. Pemenangnya by design selalu Universitas dari English Speaking countries.

Padahal klo benar-2 kajian ilmu yang dinilai maka hasilnya bisa sama sekali berbeda, misal:

– dalam kajian Pemenang penghargaan internasional seperti Nobel, saya kira Jerman hanya kalah dari AS.
– dalam banyaknya publikasi ilmiah, maka Jerman hanya terkalahkan oleh Amrik, sementara Universitas di Amrik puluhan bahkan ratusan ribu sementara di Jerman paling cuma 300 biji saja.
– dalam kajian paten penemuan maka Jepang cuma kalah dari Amrik dan Jerman dibawah Jepang dan Amrik.
– dalam kajian para alumni-nya menduduki posisi penting baik di perusahaan maupun di Negara. Tentu saja negara-2 seperti Jerman dan Jepang mesti punya reputasi terhormat karena selain Amrik, Jerman dan Jepang lah pemilik MNC (Multi National Company) terbanyak di dunia.

Posisi Perancis pun dalam banyak hal seimbang dengan Inggris dan nyaris sama dengan Jerman dalam hal paten, publikasi ilmiah dan ilmuwan pemenang nobel misalkan.

Tapi mengapa Universitas dari Jerman, Perancis dan Jepang yang nota bene tidak berhasa Inggris, justru kalah dengan Universitas dari Australia, Singapura, Kanada misalkan?

Jika melihat prestasi-2 negara diatas mestinya sulit buat Universitas dari Aussie atau Canada mengimbangi Jerman, Jepang atau Perancis.

Jadi, ranking ini dalam kajian kualitas adalah “dhobos besar” (saya tulis dalam tanda kutip) yang by design untuk kepentingan Universitas di English speaking countries.

Tapi buat saya pribadi yang lulusan UGM, saya S-U-K-A (saya tulisan dengan huruf besar dan sambil tersenyum) sekali dengan rangking THES dan Webo, he,he,he… :d

UGM itu NDESO dan alumninya terlalu low profile untuk bilang kemana-2 bahwa kami terbaik. Akibatnya, secara awareness dan top of mind dari stakeholder, UGM selalu ditempatkan dibawah UI dan ITB.

Namun sejak ada ranking Webo, UGM (hehehe) jadi terlihat begitu superlatif dihadapan ITB dan UI. Sejak ada THES, UGM dan UI begitu saling mengalahkan.

Ranking itu sih “ndhobos”, tapi sebagai alumnus UGM, saya & saya kira seluruh sivitas akademika UGM diuntungkan. Saya bisa tetap layaknya alumnus UGM bersikap, yang tetap ndeso. Tetapi secara gratis dapat privilege, karena Webo dan THES bilang kemana-2 pada dunia bahwa UGM itu hebat. Meskipun mereka “dhobos” tapi aku SUKA, he,he,he…

XXX

“Pemenang” dan “Pecundang” versi THES-QS

Sebenarnya siapakah “pemenang” dan “pecundang”dari ranking THES-QS ini semenjak dipublish beberapa tahun terakhir ini?

Ini pendapat saya pribadi, terlepas dari setuju atau tidak setuju methodologi THES, “PEMENANG” di Indonesia adalah:
1. UNS (Universitas Sebelas Maret)
2. UNDIP (Universitas Diponogoro)

“PECUNDANG”-nya adalah: Unpad! (Universitas Padjadjaran)

UNS, mungkin salah satu kampus paling muda, bahkan dulu buat para akademisi Yogya, orang lebih kenal Prof. Dr. Kuntowibisono (mantan Rektor UNS) dari pada UNS-nya sebagai institusi. Tetapi saat THES-QS mempublish rankingnya, UNS secara luar biasa diatas Universitas Negeri lainnya yang jauh lebih tua seperti Unpad, ITS dan Unibraw, tentu saja sudah pasti diatas USU atau Unand (Sumatera) dan Unhas (Sulawesi).

Fantastik, UNS bisa mensejajarkan diri dalam reputasi (versi THES tentu saja) sejajar dengan Undip, Unair dan IPB. Di Webo pun peringkat UNS amat baik. Yang dibutuhkan UNS saat ini cuma satu: konsultan marketing untuk memoles citranya 🙂

Yang juga diuntungkan dengan THES adalah UNDIP. Dalam beberapa ranking terakhir Undip bahkan beberapa kali lebih baik dari pada Unair dan IPB. Jika dibuat kronologis versi THES maka Undip hanya terkalahkan dari UGM, UI dan ITB.

Yang paling kelihatan jeblok dengan ranking ini adalah Unpad. Namanya nyaris tak terdengar. Seakan-2 reputasi Unpad seperti menjadi bagian sejarah masa lalu…

Sekali lagi, ini amatan saya secara pribadi…

XXX

Hanya ranking itu bukanlah apa-2. Itu sama sekali TIDAK berguna. Tanggung jawab kita masing-2 untuk berkarya buat negeri ini dengan penuh dedikasi itulah yang jauh lebih memberikan manfaat…

Dari tepian lembah Sungai Isar
Ferizal Ramli

Iklan

6 thoughts on “Pemeringkatan Universitas: Mitos atau Realitas?

  1. Setuju, ranking itu ga penting. Semua sekolah pasti baik karena memberikan ilmu bagi yang menimbanya. Sebaik-baik ilmu adalah yang manfaat. Manfaat artinya ilmunya diamalkan untuk kebaikan orang banyak ?….. 🙂

  2. hmmm…baca sekilas ternyata UI lebih hebat dari UGM…Dmn dengan kebijakan UGM yang menutup program ekstensi dan memisahkan program diploma dengan alih-alih memperbaiki peringkat dunia, nyatanya UI yang masih mempunyai kelas ekstensi masih mengungguli UGM. walaupun dengan alih-alih juga klo Universitas yang membuka ekstensi merupakan universitas komersil, nyatanya UI lebih baik dari UGM!!

  3. Dani : “Apanya yg hebat?? Bodoh bgt sich loe. Bodoh bgt kalo msh percaya ama perankingan model gini. Gw punya duit, maka gw bisa bikin ranking. Gw org Anglos Saxon, maka gw bikin parameter yg “mengharuskan” Anglo Saxon harus menang..

  4. Itu memperhitungkan kegiatan mahasiswanya ga?

    Ada yang harus di sambi tentor, ngojek, jualan baju, untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya….

    Belum lagi ada prinsip “garbage in garbage out”… dadi yo selamanya yang peringkat tinggi semakin tinggi yang lain semakin terpuruk…

    (Hanya pendapat)

  5. Ga usahlah terlalu sinis sama rangking, anggap aja agar kita lebih mawas diri. Lagian secara nalar aja, hasil rank itu memang ga jauh beda dengan kondisi riil sehari2 dimana top uni di Ind itu UGM-UI-ITB geto loh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s