Rektor Asing?


Rektor Asing?

Aku NDAK alergi dengan Rektor Asing. Jika memang yang level World Class dan jika memang kita mampu rekruit itu termasuk kita mampu memenuhi semua master plan yang mereka buat dengan visioner, aku yakin bagus hasilnya.

Hanya benerkah ini pilihan yang optimal bagi bangsa kita?

Klo jawabku TIDAK sama sekali! Itu bukan pilihan yang terbaik buat solusi bangsa kita saat ini.

Klo aku sih ada 3 hal yang perlu difokuskan dana kita serta policy kita dari pada ngurusin rekrut Rektor asing.

SATU: Investasikan Biaya Riset yang besar, buat Policy dalam bentuk subsidi “keringanan pajak” misalkan bagi perusahaan yang bekerja sama Program C2U (Company to University) untuk pengembangan riset.

Selain itu buat secara serius dan modern Industrial and Science Park (ISP) atau Techno Park (TP) untuk HILIRISASI Produk-Produk Penelitian Universitas. Buat Central untuk Inovasi dan Inkubasi Bisnis untuk Start Up perusahaan-perusahaan berbasis teknologi inovasi. Nah, ISP dan TP yang ada di kota-kota penting ini dibuat modern dan dijadikan jalinan kolaborasi antar universitas di kota tsb, paling tidak yang sesama PTN milik pemerintah.

Ini JAUH LEBIH PENTING untuk tingkatkan kualitas Universitas kita di Level World Class.

KEDUA, Kita perbanyak bangun Institut Teknologi atau beberapa Universitas didukung untuk lebih kembangkan bidang Sains dan Teknologi.

Kita saat ini cuma punya 2 Institut Teknologi TERBAIK yaitu ITB dan ITS. Kampus UGM dan UI memang punya FT yang juga terbaik. IPB juga adalah kampus sains dan teknologi terbaik meskipun fokusnya ke Agro-Kompleks.

Hanya Kampus lainnya yang Universitas sering kali jurusan sains dan tekniknya tertinggal dari jurusan lainnya di kampus tsb. Apalagi yang PTS, umumnya mereka tidak terlalu fokus kembangkan bidang Sains dan Teknik.

Jadi, kita perlu serius lagi meningkatkan kualitas Kampus bidang Sains dan Teknik kita, termasuk juga kuantitasnya. Pembangunan Institut Teknologi Negeri di berbagai pulau yang sepempat dirintis kemarin dengan ITERA Bandarlampung dan ITK Balikpapan.

Jadi mestinya bangun lagi ITERA Negeri yang baru di Medan dan Padang serta ITK Negeri di Pontianak, ITN Sulawesi di Gorontalo dan di Kendari. ITN Maluku di Ternate dan Ambon, ITN Papua di Manokwari, Merauke dan Jayapura. ITN Nusatenggara di Bima dan Kupang. Itu jauh lebih strategis kita kembangkan.

Tentu saja sesuai spesifikasi kebutuhannya masing-masing tidak harus sama. Misalkan ada yang fokus di Teknologi Kelautan, ada yang fokus di Renewable Energy dan Lingkungan, ada yang Fokus di Teknologi Revitalisasi Lingkungan dan SDA, dll.

KETIGA, Sekolah Vokasi Negeri dan Politeknik Negeri dikembangkan betul sehingga menjadi Kampus-Kampus Ilmu Terapan yang unggul dalam pengembangan teknologi tepat guna serta mencetak SDM High Skilled.

(1) Jika perlu mereka di-support betul untuk kembangkan Sarjana Terapannya serte Master Terapannya.

(2) Jika perlu dibuat kebijakan juga Sekolah Vokasi Negeri dan Politeknik Negeri diijinkan buka Program Doktor yang bekerja sama dengan Universitas

(3) Lebih bagus lagi dibuat kebijakan Praktisi yang mumpuni bisa jadi Dosen dan pengelamannya dihargai untuk dapat Kepangkatan Professor. Jadi akan banyak praktis hebat jadi Professor disini.

Nah, inovasi kebijkan seperti itu menurutku jauh lebih baik dari pada thema tentang datangkan Rektor Asing.

#dariTepianLembahSungaiElbe

Ferizal Ramli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s