UGM no 1 di Indonesia versi TIMES? dalam Analisa Marketing


(Artikel ini pertama kali dipublikasikan pada Wed Dec 5, 2007 8:08 pm)

Ferizal Ramli4Jujur saja aku “ndak percaya” dengan ranking Universitas di TIMES. Sungguh, aku ndak percaya kok dengan ranking itu. Itu ranking
ngawur =))

Hanya saja, aku percaya pada si Phillip Kotler. Itu tuh pakar
marketing dunia. Katanya: “Dalam kompetisi, selain aspek kualitas
maka aspek citra berperan penting untuk memenangkan persaingan”.

Ranking TIMES itu lebih bicara citra bukan kualitas. Saya teringat kembali dengan laporan Guardian
bahwa 50 dari sekitar 250 Universitas di Inggris terancam bangkrut,
bahkan ada nama besar di situ seperti College Marry (kalau nda salah)
University of London, University of Lancaster (salah satu top ranking
di business school dunia), dll.

Jadi, melihat konteks ini apakah benar Universitas Inggris misalkan
lebih baik dari Universitas Jerman? Kesimpulanku, aku tidak percaya dengan ranking
TIMES.

Bahasa akuntansinya; apa artinya “Vermögen/Asset” yang besar jika itu
didapat dari “liabilities/Verbindlickeiten” bukan dari “own
capital/Eigenkapital”? Apa artinya ranking tinggi beberapa PT Inggris
jika ternyata puluhan dari Universitasnya terancam bangkrut? 🙂

Sama dengan cerita Amrik, apa artinya terkenal sebagai negara “Super
Power” sementara utang negaranya tak terkira banyaknya, yang tidak
mungkin mampu dibayar oleh penduduknya dalam beberapa generasi…:)

Kembali pada validasi ranking. Sekali lagi menurutku ranking TIMES
itu lebih cenderung dimaknai sebagai “perang citra”. “Udang dibalik
batunya” mau menjadikan “English Speaking Countries” sebagai kiblat
pendidikan dunia. Akibatnya, pastilah ranking tsb ndak sepenuhnya
obyektif…(Ini menurutku pribadi)

Sementara “udang dibalik batu” aku (he…, he.., he…) mem-forward
ranking TIMES tsb, yah —mengikuti saran Phillip Kotler— numpang
naikin citra =)) Padahal kebenarannya, aku sendiri ndak percaya kok,
ha…, ha…

Ciloko dari UGM itu, secara citra ndeso. Pilihan citra ndeso dan visi
kerakyatan yang dibawa UGM, membuat dia rugi secara image, apalagi
juga terletak di daerah pedalaman. Prestasinya tidak ter-ekspos
media. “Awarness” publik rendah, akibatnya secara “common sense” UGM
tidak berada dalam posisi “top of mind” para calon mahasiswa baru
yang cemerlang.

Ini merugikan, karena pada saat merekrut input, dia tidak menjadi
pilihan utama para calon mahasiswa cemerlang tsb.

Keberhasilan UGM melakukan kooptasi ranking-2 dunia seperti TIMES,
Webometrics, atau Gugus Kendali Mutu Uni Eropa, akreditasi AACSB,
dsb —terlepas valid atau tidaknya ranking tersebut—,
adalah “Werkzeuge/tools” yang efektif “to capture awarness” para
calon mahasiswa baru yang cemerlang untuk mau bergabung ke UGM baik
itu dari domestik atau asing. Ini strategi marketing jitu dan
brilyant.

Jadi, pada titik ini UGM sukses memaknai dengan baik konsep “Global
Marketing”-nya si Phillip Kotler. Sementara mengenai validasi dari
rangking tersebut, saya sendiri ndak percaya kok, ha.., ha.., ha.. =))

WWW,

Ferizal Ramli

2 komentar di “UGM no 1 di Indonesia versi TIMES? dalam Analisa Marketing

  1. Sori Mas, komen lagi, silakan dibantah bila tidak setuju…

    dalam hal marketing atau persepsi kampus, tetap Mas, sampai 2021 tidak berubah:

    UGM = ndeso, murah, tentrem, politikus

    UI = bisnis/ekonomi/keren/stylish

    ITB = teknologi/hightech, pintar

    • Politikus banyak dari UGM. Menteri banyak dari UGM. Baik menteri yang Hightech di Teknologi maupun Menteri Bidang Ekonomi. Gubernur BI dari UGM. Ali-Ahli Ekonomi dari UGM numpuk. Direktur2 BUMN/BUMD dar UGM bertumpuk. Para Pejabat Eselon di Birokrasi dari UGM gudangnya.

      Menteri Perindustrian dari UGM. Menteri Pekerjaan Umum dari UGM. Menteri Transportasi dari UGM. Lah kan itu bidang Hightech semua bukan 😀

      Bidang Hukum juga dari UGM, berbagai bidang klo yang itu sih 🙂

      Bukan berarti PTN lain ndak hebat. Cuma klo dalam konteks MM UGM tetap aja UGM yang pertama dan bertahan selama belasan tahun terakreditasi AACSB 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s