Diantara Waspada dan Euphoria terhadap Covid 19



Aku khawatir mereka2 yang ingin dengar khabar positif tentang Corona, akan kecewa dan menyesal amat sangat…

Kenapa kuambil data BIN karena ini dari Indonesia dan lembaga resmi Indonesia. Klo kata ilmuawan LN lebih ngeri lagi.

Jika negara maju dengan sistem Kesehatannya salah satu terbaik di dunia seperti Jerman begitu khawatir, jika negara super power Pax America begitu khawatir, maka ini bener2 mnegkhawatitkan.

TIDAK ADA BERITA POSITIF HINGGA HARI INI. Jadi dari pada lengah berharap berita positif, lalu abai karena merasa tidak bahaya, lebih baik realistis dg penuh kesadaran: tidak atau belum ada cerita positif tentang Corona sampai saat ini.

Peneliti mengatakan TIDAK ada beda signifikan antara daerah dingin dan panas bagi virus Corona.

Kenapa hari ini Indonesia rendah? Dikarenakan kemampuan test PCR kita seluruh Indonesia juga rendah. Di Indonesia per hari secara keseluruhan paling ratusan jumlahnya. Di negara maju seperti 1 lab di Hamburg per hari bisa sampai 40.000. Itu baru 1 lab. Mereka pasti punya beberapa lab lainnya. Bayangkan seperti itu kapasitas mengeceknya.

Kita berkejaran dengan virus. Kecepatan ngecek penting agar bisa langsung isolasi, karantina bahkan jika diketahui red area langsung dilockdown. Yang sakit dirawat, lalu isolasi sehingga virusnya tidak nyebar dan mati.

Lalu klo areanya bersih, mereka ketatkan kekuar dan masuk negaranya dari dan ke LN. Jadilah negaranya bersih. Terus begitu sampai vaksun ditemukan yang dipsrkirakan butuh 6 bulan sd 2 tahun.

Bagaimana dengan Indonesia? Lebih prepare for the worst dari pada bicara semu bilang berita positif tingkatkan immun system. Indonesia bisa mengalami kematian massal jika kita masuh denial, teledor dan ceroboh, iqnore serta abai.

Ada baiknya mindset kita dirubah prepare for the worst. Disiplin berusaha bersama hentikan penyebaran ini.

Ini berita dari BIN yang diulas CNN. CNN harusnya tidak sebarkan hoax bukan?
https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200402214615-20-489810/bnpb-kajian-bin-juli-puncak-kasus-corona-106-ribu-kasus?fbclid=IwAR3_4KlKluoiT_2PfwcR1X9mw-ul-S4pyQQsIoKvx5J-OQiCwLy35Fi15_c

#dariTepianLembahSungaiElbe

Ferizal Ramli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s