Nestapa Pasport Garuda yang kucintai, Begitu Digdayanya Pemerintah Jerman, Welas Asihnya Pemerintah Irlandia…


Nestapa Passport Garuda yang kucintai, Begitu Digdayanya Pemerintah Jerman, Welas Asihnya Pemerintah Irlandia…

Aku melakukan kesalahan fatal yang tidak akan pernah kulupakan dalam hidupku. Putriku ikut pertukaran pelajar ke Dublin Irlandia. Semua sudah dipersiapkan dengan baik. Di Bandara photo2 ceria dengan teman2nya sebelum Check In.

Saat Check In waktu sudah tunjukkan pukul 19.15 malam. Petugas Maskapai (ini penerbangan Irlandia) minta Visa karena Passport Garuda butuh visa masuk Irlandia. Sadar aku bahwa WNI harus pakai Visa ke Dublin. Aku tidak ingat, dikarenakan aku biasa ditugasi ke Swiss (yang buka EU) tidak butuh Visa maka aku ndak aware klo Dublin tidak masuk Visa Schengen.

Guru putriku yang Jerman juga tidak aware karena pemegang Passport Burung Adler Jerman memang nyaris sering kali tidak dimintakan Visa. Guru putriku ngotot agar putriku tetap bisa terbang. Pihak maskapai meloloskan dengan catatan keputusan nanti ada di Imigrasi Bandara Hamburg.

Aku saat sadar atas kesalahan fatal ini hanya bisa pasrah mengutuki diriku sendiri. Mana bisa putriku masuk Dublin tanpa Visa. Ini jelas langgar aturan. Aku cuma bisa mengutuki diriku sendiri yang amat teledor.

Jelas2 Passport Burung Garuda sering kali tidak terlalu digdaya di luar negeri, mestinya aku aware. Padahal hampir 20 tahun tinggal di luar negeri (Jerman), melakukan perjalanan di banyak negara, kok kecolongan juga —kataku mengutuki diriku sendiri.

Lah konsekuensi logis tidak mau merubah Passport Burung Garuda ke Passport Burung Adler karena alasan sentimetil cinta tanah air, harusnya diikuti sikap waspada akan lemahnya kekuatan Passport Burung Garuda ini. Tapi aku teledor disini untuk cari tahu bahwa ke Irlandia ternyata butuh Visa.

Kami memang sering muter-muter Eropa liburan, hanya kami memang belum pernah ke Irlandia. Kami pikir karena Irlandia itu EU maka berlaku Visa Schengen, dimana sebagai penduduk tetap Jerman Visa kami biasa dipakai keliling Eropa. Bahkan aku sendiri sering ditugaskan ke Swiss padahal Swiss bukan Uni Eropa. Ternyata ke Swiss boleh karena Swiss ikuti kesepakatan Visa Schengen.

Aku memang tahu klo ke Inggris butuh Visa, dan karena Inggris butuh Visa sementara antara Inggris dan Irlandia tanpa batas maka buatku mestinya, logikanya, ke Irlandia pasti butuh visa juga. Tapi aku ndak aware disini. Kupikir Irlandia mirip negara EU lainnya.

Nah di pemeriksaan Imigrasi Bandara Hamburg, drama pun terjadi. Petugas menolak mengijinkan putriku terbang ke Irland tanpa Visa. Petugas Imigrasi pun menelponku agar aku jemput putriku di Bandara karena tidak boleh terbang. Aturan Hukumnya PASTI: Dengan Passport Burung Garuda untuk masuk Irlandia putriku harus pakai Visa!

Di ujung telpon kudengar putriku menangis segukkan. Para temen2 putriku pun ikut menangis karena drama ini. Mereka tidak ikhlas jika putriku tidak terbang bersama mereka. Gurunya ngotot memperjuangkan putriku untuk tetap boleh terbang dan bisa ikut program pertukaran pelajar. Si petugas, berusaha kembali berkomunikasi dengan pihak Imigrasi di Dublin Irlandia.

Ini masalah Hukum negara: Putriku TIDAK Boleh Terbang dan Masuk Irlandia tanpa Visa.

Sang Guru Pantang menyerah. Tampaknya Sekolah pun di kontak sang Guru. Institusi sekolah langsung terlibat malam itu juga. Entah bagaimana kesibukan disana, bahkan sampai (kudengar samar-samar infonya) bahwa pihak Kementrian Pendidikan Negara Hamburg ikut campur langsung untuk mengontak pihak Imigrasi Dublin. Artinya malam itu juga para pejabat di Hamburg Jerman dan di Dublin Irlandia sibuk negosiasi urusan visa putriku.

Tiba-tiba pemegang Decision Tinggi di Dublin membuat pengecualian yang luar biasa. Putriku BOLEH masuk Irlandia dengan Passport Garuda TANPA perlu Visa. Wah Luar biasanya perkasanya Pemerintah Jerman ini. Dia bahkan bisa meminta Pemerintah Irlandia (dalam hitungan waktu kurang 1 jam) untuk mengijinkan putriku masuk Irlandia tanpa Visa.

Tapi lebih dari itu Putriku itu bukan warga negara Jerman, tetapi Gurunya, Sekolahnya bahkan Para Pejabat di Jerman bisa begitu gigih berjuang untuk putriku agar bisa masuk Irlandia tanpa Visa. Pihak Irlandia pun yang sesungguhnya tidak ada urusannya dengan putriku, para petingginya bisa begitu terlibat sehingga mengeluarkan kebijakan yang khusus buat putriku untuk membolehkan masuk ke negaranya TANPA Visa.

Aku bersyukur dan menaruh hormat dan terima kasih pada Pemerintah Jerman (beserta dedikasi Guru yang berjuang penuh gigih serta sekolah). Aku berterima kasih pada Pemerintah Irandia yang bersedia memberikan perlakuan Spesial buat putriku. Aku pun belajar dari peristiwa ini karena keteledoranku tidak aware untuk urusan amat vital.

Hanya peristiwa ini semakin menguatkanku bahwa Burung Garuda harus bersama-sama kita perkuat kedigdayaannya. Ini menguatkan semangatku, entah dimana pun kita berada kontribusi untuk membangun negeri indah rayuan pulau kelapa harus dilakukan.

Nationalism is not locus but contribution. Nasionalisme itu bukan ditentukan lokasi kita berada tapi kontribusi yang kita berikan. Kontribusi kita semua buat Indonesia lah yang kelak membuat Passport Burung Garuda bisa seperkasa Passport Burung Adler…

#dariTepianLembahSungaiElbe

Ferizal Ramli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s