Sang Pemuda dari Timur Pembela Islam


tentera-berkuda

Saat aku baru-baru tinggal di Jerman, aku sering ikut pengajian dari aktivis kelompok Islam Transnasional. Bertemu dengan aktivis Salafy, Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir. Kita bersama ingin rapatkan barisan demi kejayaan Islam, begitu tekadku dalam hati😀

Ada satu doktrin yang menarik dari mereka yang dulu aku seneng mendengarnya dan sekarang pun tetap senang mengingatnya🙂 Bedanya klo aku dulu seneng mendengarnya seakan hati ini bergelora bergetar sebagai pembela Islam. Klo sekarang aku seneng mengingatnya karena itu masa-masa jahiliyah sehingga mau aja diboongin oleh orang2 Arab tentang kehebatan mereka dengan menggunakan manipulasi isu pembela Islam wkwkwkw😀

Doktrin cerita mereka itu begini:
Katanya Nabi pernah berkisah bahwa nanti kelak ada pemuda dari Timur (menurut tafsir mereka orang2 Arab itu adalah dari Indonesia) yang berjuang untuk menegakkan panji2 Khilafah Islam. Perjuangannya gemilang, lalu dengan pasukan besarnya mereka akhirnya membebaskan semua masyarakat Islam di Timur Tengah dan dunia (termasuk Palestina).

Setelah itu bendera Panji-Panji kebesaran Islam tersebut oleh para Pemuda dari Timur diserahkan ke Pemimpin dan Ulama (Arab Timur Tengan tentu saja, wkwkwkw) yang akhirnya mereka (orang2 Arab ini) berhasil mendirikan Khilafah Islamiyah yang adil sentausa sampai akhir jaman.

Jadilah Khilafah Islamiyah berdiri di tanah Arab dan dari sana memimpin dunia karena perjuangan para pemuda dari Timur. Itu semua nubuat yang sudah dikatakan oleh Nabi 1.500 tahun lalu.

Oleh karena itu, Indonesia diharapkan yang akan menjadi awal gerakan Khilafah Islamiyah untuk membangun kejayaan Islam dan membawa Panji-Panji itu untuk akhirnya Khilafah Berdiri di tanah Arab😀

Mereka juga sebut Pakistan, India dan Malaysia bersama Indonesia karena disana ada juga para mahasiswa Pakistan dan India bersama2 dengan ku. Jadi, itulah doktrin yang kuterima klo diskusi dalam pengajian dengan orang2 Arab tadi.

Hari ini klo aku ingat doktrin dhobos yang bisa-bisanya orang Aeab ngapusi kita yang dianggap pheriperi alias Islam pinggiran, aku ngakak sambil mentertawakan diriku sendiri. Asem betul itu doktrin: Kita disuruh berjuang, lalu saat berhasil jaya maka kita berikan Bendera Panji-Panji kesuksesan perjuangan kita pada Orang Arab untuk menjadi Khilafah yang adilnya.

Kurang ajarnya adalah: dia pikir kita ini “babu”-nya apa sehingga enak aja giliran sukses mereka yang berhak memimpin dunia. Cilakanya lagi, agar kita mau jadi “babu”-nya dan mereka pantas jadi majikan kita maka mereka gunakan Hadist Nabi (opo iya ada hadist itu atau cuma dhobhosnya mereka, atau kalau benar hadist seperti apa Kedudukan dan Kehujjahan Hadis tsb, entahlah…) untuk memipulasi emosi kita.

Pelajaran berharganya: betapa pun tingginya sekolah anda, sampai bahkan di luar negeri di World Class University dengan tradisi dialektika rasional, maka anda tetap rentan dimanipulasi oleh para kelompok yang menggunakan ayat-ayat agama untuk kepentingannya.

Bisa dibayangkan jika cara-cara manipulatif dari kelompok2 ini atas nama Sorga, Pahala dan dapat nikahi 72 Bidadari di sorga digunakan pada kaum tidak terpelajar atau pada anak2 muda yang masih naif? Pada titik inilah saatnya kita waspada dan mengantisipasi. Caranya: membangun keterbukaan dialog secara rasional terhadap isu2 politik dengan membawa agama.

Isu-2 Khilafah itu isu politik kepentingan golongan. Isu tentang Hukum Islam itu adalah isu politik kepentingan golongan. Nah, isu2 seperti itu klo digulirkan di masyarakat harus di-“scrutiny” atau “dibelejeti” motifnya dari pihak2 yang getol teriak ini, serta benar2 diuji melalui methodologi empirik manfaatnya.

Mereka selalu berlindung atas nama Ayat atau Hadist. Padahal mereka sebenarnya bukan berpatokan pada Ayat atau hadist tapi berpatokan pada pendapatnya sendiri dan membuat interprestasi sendiri atas ayat dan hadist tersebut.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

One thought on “Sang Pemuda dari Timur Pembela Islam

  1. Benar sekali, doktrin atas nama agama patut dilawan, selain melawan akal sehat juga membuat bodoh umat. Beruntung kita hidup di era globalisasi dan internet-isasi, sehingga dusta-dusta tersebut bisa dibongkar habis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s