Free sex dan Barat!


Free sex dan Barat!
(Beberapa teman menyarankan gunakan terminalogi Extramarital sex)

Aku salah sangka terhadap barat tentang hal ini. Dulu kupikir Barat berperilaku free sex (sex bebas) itu karena mereka bukan Islam. Kalau mereka Islam maka mereka tidak akan free sex. Jadi basis berpikirku karena moral agama.

Ini yang kudapat dari Ustadz2 ku di pengajian di Indonesia dulu bahwa barat yang tidak Islam menjadi penggemar free sex. Sayangnya Ustadz-ku yang ngomong begitu ternyata amat keliru.

Setelah aku mengikuti banyak dokumentasi dari ZDF (Jerman), Deutsche Welle (Jerman), Arte (Eropa), Phoenix (Jerman) serta BBC (Inggris) atau National Geographich, aku sekarang tahu perilaku free sex di Barat itu ternyata baru seumur jagung dan penyebabnya bukan moral agama…

Ternyata:
1. Semua Agama dari Tradisi Budaya Samawi seperti Yahudi, Kristian dan Islam itu secara aturan rigid tentang sex (mohon maaf aku tidak dapat informasi cukup untuk agama-agama dari tradisi Budaya Asia lainnya —Hindu, Budha, Shinto, Tao, dll— jadi aku ndak komentar tentang hal ini).

Itu sebabnya di Barat (Eropa dan Amerika) jika 70 tahun yang lalu, mereka HARAM-kan free sex! Semua agama Samawi (Yahudi, Nasrani dan Islam) itu amat haramkan free sex paling tidak ada aturan2 ketat tentang tata cara boleh tidaknya hubungan sex.

2. Yang menganggetkan Barat itu terbuka dengan urusan sex karena kontribusi besar dari 1 orang Pengusaha Kelinci yang PABU SACILAT! si Hugh Hefner! 😀 (catatan; “Pabu sacilat” itu bahasa Yogya Walikan, saya tidak tega menulis artinya, silahkan tanya mbah gugel).

Si Hugh Hefner dengan bisnis sex-nya di bawah branding “Playboy”. Ini yang memprovokasi revolusi sex besar2an peradaban manusia modern saat ini. Si Hefner ini tahu bahwa teknologi kontrasepsi berkembang.

Wanita dulu takut sex bebas karena berimplikasi serius terjadi kehamilan yang menjadi aib besar tetapi karena berkembanga teknologi alat kontrasepsi era 60-70 an maka mereka jadi berani.

Kalau lelaki sih dari dulu sampai sekarang ndak ada bedanya perilakunya. Buktinya di masyarakat mana pun, peradaban apapun rumah bordel, gundik, harem dipelihara lelaki sejak beribu tahun yang lalu. Hanya sejak tahun 1960 ke atas (jadi baru 70 tahunan ini), saat ada teknologi kontrasepsi maka wanita diprovokasi si Hugh Hefner akhirnya jadi berani seperti kaum lelaki: sex bebas!

Jadilah Barat sekarang free sex padahal selama 2.000 tahun barat itu menganut institusi perkawinan yang ketat karena bersandar pada ajaran agama Nasrani atau Yahudinya.

3. Yang menarik dari Barat, meskipun mereka menganut free sex tapi saat mereka menikah, mereka menganut menjaga institusi pernikahan dan perlindungan anak yang ketat. Artinya, siapa yang terbukti selingkuh (baik lelaki atau perempuan) dalam institusi pernikahan maka dia akan dapat punishment dari pengadilan!

4. Memarik lainnya, ternyata pornografi diatur ketat di ruang publik untuk lindungi anak di bawah umur. Film itu ada aturan umur yang ketat untuk didistribusikan sehingga anak dibawah umur terlindungi pornografi. Begitu juga jam tayang siaran amat ketat dimana tayangan pornografi di jam malam yang tidak diakses oleh anak2.

Pada akhirnya perilaku sex bebas di Barat itu bukan karena masalah agama. Itu lebih pada masalah ditemukannya teknologi kontrasepsi dan itu suka atau tidak suka akan menyebar kemana-2. Sebuah revolusi norma-norma masyarakat yang tidak mudah ke depannya bisa dipahami oleh masyarakat itu sendiri…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Iklan

One thought on “Free sex dan Barat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s