Tag Archives: ERP-SAP Software

SAP: Setan Aja Pusing (Intermezo tentang standard software SAP)

2 Jan

(Tulisan ini pertama kali dipublikasikan pada Wed Oct 22, 2008 8:53 pm)

Ferizal Ramli4Sebagai standard software (ERP) tampaknya SAP itu market leader nyaris
tak terkalahkan.

Lantas apa sih sebenarnya kelebihan SAP itu dibandingkan standard
software lainnya (ERP)? Jawabnya: Mahal dan Njlimet!
Itu kelebihan absolute SAP dari software lain. Aku juga heran kenapa
laku yah? Mungkin karena „S-etan A-ja P-using”. Jadi, dengan SAP kita
bisa ngalahin setan…

Dengan SAP, Alles ist möglich! Everything is possible. Yang jadi
masalah malah user-nya yang ndak donk (ndak ngerti) bagaimana cara
menggunakannya,
ha…, ha…

Tapi percayalah jika kita tahu SAP luar dalam, bicara tentang business
analis yang selama ini cuma ngebayangi dari dosen-2 kita ngecap,
ternyata dengan SAP semua bisa direalisasikan. Riil dan nyata!

Bisa buat OLAP, analisis dengan multi dimensional. Menerapkan balance
score card. Membuat integrative process chain dari company sampai
lebih 3 tingkat ke hulu supplier dan lebih 3 tingkat ke hilir
distributor. Membuat laporan keuangan konsolidasi dengan multi
accounting system,
multi currency dan multi-2 lainnya.

Pokoknya semua bisa sampai Setan Aja Pusing bagaimana bisa mampu
mengalahkan orang-2 yang ngerti SAP ha…, ha…

Berapa harga Software SAP? Saya tidak tahu persis angkanya dan berapa
lisensi yang harus dibayar oleh sebuah perusahaan yang memakai
aplikasi SAP per tahunnya. Tapi jika perusahaan untuk pertama kalinya
pake SAP. Menggunakan modul-2 standar FI (Financial Accounting), CO
(Management Accounting), MM (Material Management), SD (Sales and
Distribution), dan perangkat pendukungnya maka nilai Proyek instalasi
SAP jika untuk ukuran Eropa minimal 2 juta Euro.

Dari 2 Juta Euro paling banyak 40% untuk pembelian Software SAP, dan
sisanya minimal 60% untuk membayar konsultan, tapi biaya konsultan
bisa jauh lebih mahal lagi. Selain itu setiap tahunnya perusahaan
harus membayar lisensi ke SAP. Sayang sekali saya lupa angkanya…

Kenapa untuk konsultan mahal? Karena untuk meng-customizing SAP itu
adalah seni tersulitnya. Terkadang harus dilakukan Business Process
Design ngikutin teorinya Michael Hammer yang ndakik-ndakik itu. Lalu
membuat Integrasi System dan terakhir me-matching-kan antara
karakteristik standard software dengan kebutuhan perusahaan.

Berapa fee yang diterima seorang Konsultan untuk pekerjaan ini? Per
hari sekitar minimal 800 Euro! Jadi, ente bisa bayangin betapa
makmurnya itu perusahaan konsultan SAP yang memperkerjakan para
konsultannya. Tapi klo Konsultannya sih yah tergantung gaji dan bonus lah…

Tapi sepengetahuan saya, gaji minimal yang diterima oleh JUNIOR
Consultant SAP itu minimal 45.000 Euro per tahun plus plus plus atau
minimal 65.000 USD plus 3x. Tentu saja untuk Konsultan atau senior
konsultan pasti lebih tinggi lagi.

Nah, karena sang customer merasa membayar konsultannya 800 Euro per
hari maka Para Konsultan ini bekerja seperti gabungan antara
perbudakan intelektual plus pelacuran intelektual. Diperas,
seperas-perasnya.

Moral point-nya: Konsultan SAP itu ndak lebih bekerja layaknya budak
dan pelacur atau alias seperti (maaf yah sekali lagi maaf) budak sex,
ha…, ha…

Bodohnya, banyak orang berebut mati-matian belajar SAP yang setan aja
pusing. Padahal klo sudah bersertifikat SAP dan menjadi konsultan,
mereka ndak lebih bekerja layaknya “budak sex…” =))

Dunia ini memang membingungkan…

Salam,
Dari tepian Lembah Sungai Isar

Ferizal Ramli
Unternehmensberater/Corporate Consultant
Finance Compentence Service
Cirquent GmbH – BMW AG Group
81929 München

Naklukin SAP Business Intelligent: Buat pemilik adrenalin tinggi…

2 Jan

(Artikel ini dipublikasikan pertama kali pada Thu Aug 7, 2008 9:18 pm)

Ferizal Ramli2Coba sampeyan iseng sekali-kali searching ke “Monster”
(www.monster.com). Itu tuh mesin pencari lowongan pekerjaan. Ketik
kata kunci SAP. Untuk di Jerman saja ada lebih dari 5.000 lowongan
kerja yang hari ini tersedia. Lalu disusul JAVA hampir 3.000,
Microsoft hampir 2.700, SQL 2.500 dan Oracle 2.000-an.

Dari lebih 5.000 lowongan tadi hampir 800 diantaranya khusus untuk
ahli SAP BW (Business Information Warehouse). Data Monster itu tidak
jauh berbeda untuk negara-2 Eropa lainnya dan Amrik. Pertanyaannya,
kenapa SAP BW begitu primadona? Begitu cantikkah dia sehingga si
penakluk SAP BW menjadi incaran?

XXX

Pak Dhe Inmon (baca: William H. Inmon) konon khabarnya pernah berpikir
untuk apa kita punya banyak catatan, data dan transaksi tapi kita
tidak tahu mana yang paling kita butuhkan?! Untuk apa data tapi tidak
bisa menampilkan informasi yang paling berguna buat pengambil
keputusan?! Lha untuk apa data seabrek-abrek tapi ndak tahu bagaimana
menggunakannya?! Buang-2 biaya aja! — mungkin begitu pikir si Pak
Dhe Inmon.

Akhirnya, Pak Dhe Inmon buat metoda yang dikenal Data Warehouse (DW).
Pokoknya semua data yang tersimpan; dari berbagai tipe, berbagai
sumber, berbagai system yang berceceran dimana-2, melalui jaringan
online ditumplekkan, plek jadi satu (bahase Jakarte-nye: integrasi)
lalu diproses untuk jadi gold informasi untuk pengambilan keputusan.

Itulah kerjaannya si Pak Dhe Inmon yang akhirnya kelak dikenal sebagai
Bapaknya konsep DW. Okya lupa, Proses njlimet dan njelehi tadi dikasih
nama OLAP: Online Analytical Processing.

XXX

Nah oleh perusahaan SAP AG yang ada di pedesaan Walldorf (bener-2 desa
lho, penduduknya cuma 15.000 orang tapi desa terkaya di Eropa), konsep
DW tadi dibuatin tool-nya. Trus dinamai: SAP BW (Business Information
Warehouse). Oleh si BW ini, ide Pak Dhe Inmon tentang Data Warehouse
diwujudkan menjadi nyata.

Semua data yang berceceran ndak karuan dalam jaringan perusahaan dari
berbagai:
(1) data base system (Oracle, SQL, DB2)
(2) type file dan dokumen (bangsanya “CSV” ato “XML”, dll)
(3) standard software (model SAP system atau non SAP System,
ERP/Enterprise Resources Planning)
(4) Sumber System (JDBC, ODBO, dll)
dikumpulin jadi satu, lalu diolah pake OLAP sehingga dihasilkan
laporan yang konon katanya akurasinya lebih jitu dari ramalan Mama
Laurent, Ki Gendeng Pamungkas atau yang Abrakadabra se-tipenya.

Kok bisa? Yah karena SAP BW bisa melakukan impossible job itulah,
ngalahin mbah dhukun, maka harga proyek untuk implementasi SAP BW
mahalnya tiada terkira.

Okya, konon khabarnya masih banyak eksekutif di kampung melayu
tercinta, yang saat buat keputusan bingung, ndak tahu bagaimana
menggunakan data. Lalu shortcut, cari mbah dukun atau tunggu wangsit
di Gunung Kawi atau Pantai Parangtritis atau Bukit Kemukus deket Solo
sana :D, untuk tahu kapan dapet hoki-nya biar matep ambil keputusan… :)

Jadi untung juga yah SAP BW itu mahal. Coba kalau murah maka semua
perusahaan pake SAP BW. Dampaknya, banyaklah mbah dukun akan
Arbeitloss (Jobless) … hi…, hiii :D

XXX

Tapi bagaimana sih sebenarnya cara kerja SAP BW itutuh…?

Gampang kok:

(1) Data yang berceceran dari berbagai type, jenis, data base dan
system tadi, oleh SAP BW disimpan dalam DataSource atau PSA (Persisten
Staging Area).

Meskipun datanya sudah terkumpul jadi satu dalam sistem SAP BW,
sayangnya masih acak-acakkan. Belum ada pengelompokan data menurut
klasifikasinya.

Contoh: Data yang dikumpulkan adalah data penjualan berbagai produk
(Pecel Lele dan Intel/Indomie pake Telur) di berbagai pasar
(Bringharjo, Klewer dan Tanah Abang).

Maka data yang ada di PSA kira-2 misalkan:
# data penjualan pecel lele dan intel (indomie pake telur) di Pasar
Bringharjo
# data penjulan pecel lele dan intel di Pasar Klewer
# data pecel Lele dan intel di Pasar Tanah Abang

(2) Lalu data dari berbagai sumber ndak karuan tersebut dipilah-2.
Proses pemilihannya menggunakan InfoObjekt. Objekt data yang sama akan
disatukan dalam satu InfoObjekt. Dalam SAP BW ada 2 jenis InfoObjekt
yaitu Attribute dan Key Performance Indicator (KPI).

Contoh:
Atribut buat Penjualan Pece Lele
Atribut buat Penjualan Intel
Atribut Produk
Atribut Pasar Klewer
Atribut Pasar Bringharjo
Atribut Pasar Tanah Abang
Atribut Tahun Jualannya
KIP omset penjualan
KIP unit penjulana

(3) Setelah proses pemilahan selesai lalu data yang ada di DataSource
dipindahkan ke ODS-Object. ODS-Objekt itutuh adalah tempat penyimpanan
data yang telah dipilah-2 sesuai dengan Objekt-nya. Nah, di ODS-Objekt
ini data-2 yang awalanya ndak karuan sudah dirubah menjadi homogen.

Data yang tersimpang dalam ODS-Objekt adalah kombinasi Data Penjualan
Pecel Lele dan Intel di pasar Bringharjo, Klewer dan Tanah Abang dalam
file SAP BW.

Di ODS-Objekt inilah semua data tumplek-plek siap saji…

(4) Cuma karena data-nya banyak buanget dan tidak semua data
dibutuhkan maka perlu dibuat segmentasi atau bahasa kerennya DataMart.
Data dalam ODS-Objekt dipilah-pilah (di-segmentasi) sesuai kepentingan
dan disimpan dalam InfoCube.

Contoh:
InfoCube untuk Penjualan Pecel Lele di ketiga pasar
InfoCube untuk Penjualan Intel di ketiga pasar
InfoCube untuk Penjualan Pecel Lele dan Intel di Pasar Beringharjo
Dll, pokoknya terserah mau-2nya sampeyan aja deh berapa InfoCube yang
mau dibuat :D Yang penting bisa untuk mengambil keputusan akurat…

(5) Setelah itu dengan menggunakan Query Designer, informasi yang ada
di InfoCube dapat ditampilkan menjadi Laporan dalam file Excel Interaktif.

Contoh:
Laporan Penjualan Pecel Lele di Pasar Beringharjo, Klewer dan Tanah Abang
Laporan Penjualan Pecel Lele dan Intel di Pasar Klewer dan Tanah abang
Dsb, dsb…sekarepe sampeyan lah buatnya. Lha wong laporan-2 sampeyan
sendiri yah buat aja sesuka-sukanya. Gitu aja kok repot! :p

(6) Biar lebih keren sehingga bisa diakses secara online maka gunakan
dong yang mananya tool Web Application Designer. Dengan tool ajaib ini
laporan bisa disajikan dalam Web Explorer dan bisa diakses oleh mereka
yang berkepentingan dimanapun dengan menggunakan internet.

(7) Setelah itu yah sudah ambil keputusan; ekspansi atau ekspansi atau
ekspansi! Lha wong informasi sudah begitu akurat kok masih ragu ambil
keputusan. Kalau dengan informasi seakurat itu masih ragu dan kleru
juga ambil keputusan maka jangan salahkan SAP BW-nya, tapi itu saat
yang tepat buat sampeyan mengundurkan diri dari posisi eksekutif.
Alias sampeyan ndak becus jadi eksekutif ha…, ha… =))

XXX

Jadi, gampangkan menguasai SAP BW itu, iya ndak???
Upss bo’ong deng. Untuk memahami inchi demi inchi lekuk-lekuk eksotik
tubuh SAP BW, saya harus menamatkan lebih dari 15 modul trainning yang
tebal totalnya hampir 7.000 halaman. Hanya orang sinting yang mau
melakukan itu, ha…, ha….

Jadi, kalao sampeyan cukup sinting ndak ada salahnya mencoba…
Kalau mau belajar SAP mungkin link ini berguna:
http://www.4soi.de/online-pdfs.php
Kalau mau belajar SAP BW buat yang bisa B. Jerman maka link ini amat
sangat berguna:
http://www.phutter.de/
Salam,
Dari Lembah Sungai Spree

Ferizal Ramli
SAP Senior Consultant dan Project Manager
ACENT AG
10179 Berlin

SAP: Systeme Anwendungen und Produkte/System Applications and Product

2 Jan

Ferizal Ramli1(Artikel ini pertama kali di-publish pada Wed Aug 6, 2008 2:24 pm)

SAP itu software untuk aplikasi perusahaan dari kota kecil Walldorf di
Jerman yang saat ini market leader nyaris tanpa saingan.

SAP itu singkatan dari “Systeme Anwendungen und Produkte/System
Applications and Products”, yaitu standard software atau ERP
(Enterprise Resources Planning) atau gampangnya software yang
digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Prinsipnya, dengan
SAP semua transaksi perusahaan atau semua data yang berhubungan dengan
perusahaan akan di-record dan diproses trus dibuat laporannya untuk
pengambilan keputusan.

SAP prinsipnya punya 2 platform besar yaitu: Platform Business dan
Platform Teknologi.

Seorang bisa berprofesi sebagai user SAP atau bisa juga konsultan.
Biasanya para user akan menggunakan modul-2 pada platform business
saat menggunakan SAP. Sedangkan konsultan SAP adalah profesi yang
sangat prestisius dewasa ini. Konon khabarnya konsultan SAP itu
bertarif paling mahal dibandingkan profesi IT lainnya. Sebagai
consultant, seorang bisa saja berprofesi sebagai Functional Consultant
(Platform Business) atau bisa juga Technology Consultant.

Lantas apa bedanya antara user dengan konsultan SAP?
User memakai system SAP yang telah didesain oleh para konsultan dalam
bentuk input data dan transaksi atau menampilkan data dan transaksi
tsb dalam laporan (monitor atau print out).

Sementara konsultan itu yang melakukan customizing. Me-match-kan
spesifikasi kebutuhan perusahaan dengan karakteristik Software SAP.
Jika kita pernah terlibat dengan SAP maka kita akan tahu bahwa
transaksi yang berhubungan dengan customizing itu menggunakan code:
“spro”.

XXX

Kembali bicara tentang Platform SAP. SAP punya 2 Platform seperti
ditulis diatas:

(1) Platform BUSINESS Module. Ini sangat komplek terdiri dari berbagai
modul. Ada 5 group modul utama (a) Financial: Financial Accounting,
Controlling, Enterprise Controlling, Treasury, Project System, dll.
(b) Logistik: Sales and Distribution (jeng Ratri jagonya disini:)),
Material Management, Production Planning, Quality Management, Plant
Maintenance. (c) Human Resources, (d) Cross solution: Workflow,
Industry Solution. (e) Advance Business Module, seperti: Strategic
Enterprise Management, Supply Chain Management, Customer Relationship
Management, dll.

Modul (a), (b), (c) dan (d) biasa kita sebut dengan SAP R/3 atau mySAP
ERP, sedangkan modul Advance biasa kita sebut dengan mySAP.com.
Gabungan dari SAP R/3 dan mySAP.com inilah biasa kita kenal dengan
“mySAP Business Suite”.

(2) Sementara untuk teknologi, SAP terkenal dengan platform innovasi
TEKNOLOGI yang disebut “SAP Netweaver”. Ada 2 aspek penting disitu (a)
People Integration: SAP Portal, (b) Information Integration: Business
Information Warehouse, Knowledge Management, Master Data Management,
Business Process Management, ABAP Development, J2EE (Java Enterprise)
Development dan SQL Data Base.

XXX

SAP BW dan ABAP

Module SAP yang paling primadona saat ini adalah Business Intelligent
(BI) atau SAP BW (Business Information Warehouse). Ini modul sulit
karena ini semacam modul integrasi dari data-2 yang ada di-platform
business di-“manipulasi” sehingga menghasilkan gold information bagi
pengambil keputusan. Seorang konsultan BI selain harus menguasai BW,
dia harus juga menguasai ABAP, EP, dan minimal salah satu dari
business modul (Financial, logistic atau lainnya).

Boss saya bilang: Jika SAP itu ibaratnya sebuah payudara maka BW itu
adalah putingnya, hi…hi… :))

Cara kerja SAP BW kira-2 begini. Ini tools yang digunakan untuk
mengelola data base dari program SQL, Oracle atau DB2 (IBM) untuk
di-transfer menggunakan metoda (OLAP: Online Analitical Processing)
menjadi informasi dalam bentuk Decision Support System, Executive
Information System, Management Information System. Hasil akhir dari BW
adalah laporan untuk kepetingan Manajemen dalam bentuk Excel
Interaktif, Crystal Report, atau Web Explorer.

Prinsip kerjanya sederhana…
1) Kita desain raw material data base dalam MS Access misalkan data
tentang customer, produk, dsb.
2) Lalu data base tersebut kita “manipulasi” dalam table biar sesuai
dengan kepentingan kita dengan menggunakan SQL misalkan kita buat
table data base pembelian Coca Cola, Fanta, Sprite di berbagai
Propinsi di Indo.
3) Lalu tabel-2 data tersebut kita transfer ke dalam informasi dalam
bentuk laporan dengan menggunakan SAP BW.
4) Lalu laporannya disajikan dalam bentuk Excel interaktif, Crytal
Report atau Web Explorer.
Jadi, seperti itulah prinsip kerja mahluk yang bernama SAP BW.

Untuk ABAP. Itu adalah Bahasa pemrograman khusus SAP. Itu mirip JAVA,
C, C++, .Net atau VB. Cuma ABAP khusus untuk SAP aja. ABAP itu
pengembangan dari bahasa pemrograman COBOL.
Prinsipnya, buat yang tahu SAP maka ABAP itu jauh lebih mudah dari
pada JAVA. Tapi tetap aja yang namanya SAP tetap njelehi rumitnya =))

XXX

Nah, kalau kita klasifikasikan dalam grand konsep Informasi Sistem,
maka dapat diklasifikasikan bahwa SAP (Systeme Anwendungen und
Produkte/System Applications and Products) itu adalah nama mahluk
dalam family IT masuk dalam ordo: ERP/Enterprise Resources Planning
atau Standard Software perusahaan.

Dalam bidang standard software, SAP saat ini market leader absolute!
Jauh diatas para pesaing utamanya seperti Oracle (yang cuma kuat di
data base), Peoplesoft, BAAN (saat ini sudah almarhum
alias terakusisi), JD Edward (juga sudah almarhum) dan Microsoft
Business Solution.
Jadi, itu sedikit aja tentang SAP.

Salam,
Dari Lembah Sungai Spree

Ferizal Ramli
SAP Senior Consultant dan Project Manager
ACENT AG
10179 Berlin

Belajar Otodidak dan Gratis Standard Software SAP

2 Jan

Ferizal Ramli(Tulisan ini pertama kali di-publish pada Thu, 28 Oct 2004 00:32:05 -0700)

Apabila ada yang tertarik untuk belajar SAP (Systeme Anwendungen und Produkte / Sistem Aplikasi dan Produk) maka mungkin tips ini bermanfaat.

Untuk pengantar saja, sebagaimana diketahui bersama, saat ini SAP adalah market leader untuk ERP (Enterprise Resources Planning) atau standard software perusahaan, jauh diatas pesaing kuatnya seperti Oracle, Peoplesoft, BAAN, JD Edward maupun Microsoft Business Solution.

Apabila anda ingin belajar teori SAP secara online maka silahkan search ke

help.sap.com (tanpa ketik www atau http atau lainnya).

Informasi disana amat sangat lengkap sekali. Untuk lebih mudah mendapatkan informasi

dalam pdf file ini Tips-nya:

Pilih: Additional Information –> Print Files –> English (atau German)

Kelemahannya, anda cuma bisa belajar teori. Untuk belajar praktek maka diperlukan program IDS Demo System. Sayangnya anda tidak bisa install perorangan karena lisensinya cukup mahal berharga puluhan bahkan ratusan ribu Euro dan ndak bisa di-crack ;). Biasanya kalau ada kampus yang berminat maka ada diskon untuk install itu.

Apabila anda ingin mendapatkan CD tentang SAP baik CD demo maupun CD berisiinformasi tentang SAP maka anda bisa pesan di website SAP secara on line shopping. Pada prinsipnya CD tersebut per keping ada yang berharga sampai 4.000 Euro-an. Tapi saya tahulah, kalau rekan-rekan (seperti juga saya) pasti tidak tertarik mengeluarkan kocek ribuan Euro untuk sekeping CD (lha wong gaji dosen level PT BHMN paling 200 Euro thok kok per bulan :D). Setelah saya amati ternyata ada CD yang berharga 0 (nol) Euro. Nah, karena itu anda bisa mensiasati untuk mendapatkan CD tersebut secara gratis. Berdasarkan pengamatan saya terdapat sekitar 40 buah CD dalam B. Inggris yang berharga 0 Euro dan (jika anda bisa B. Jerman) maka terdapat 35 CD gratis serta 5 CD dalam B. Jepang gratis.

Berikut ini sedikit pentunjuk pemesannannya:

http://www.sap.com/about/company/shop/index.epx

Jika SAP minta nama user dan password maka anda register dulu dengan cara create new profile anda. Setelah register kembali ke Website SAP Knowledge Shop.

Lalu pilih: SAP Knowledge Shop

Disisi kiri tertulis:

Overview
Books
General
Download products
Documentation
Marketing
Calendar 2009
SAP INFO
Training
SDN

Silahkan di-klik dan dicari CD yang berharga o Euro. Lalu diikuti prosedur pemesannya.

Kelemahannya: Ternyata ada 3-4 negara yang di-black list dalam pengiriman paket CD SAP tersebut. Sayangnya Indonesia termasuk negara yang di-black list bersama India, Cina dan Malaysia. Mungkin karena di Indonesia pembajakan software-nya juara kali, seperti juga selalu juara dalam setiap kali olimpiade korupsi versi International Transparancy :). Khusus untuk Yogya, konon khabarnya Yogya selangkah terdepan dalam kejahatan internet. “Bangga” juga prestasi Yogyaku lebih tingi dari Heidrabath atau Bombay :D. Akibatnya, kalau anda mau pesen CD tersebut maka terpaksa deh menggunakan alamat terimanya di luar Indonesia.

Tolong sebarkan infomasi ini kepada siapapun yang anda kenal. Siapa tahu berguna sehingga saya kecipratan pahala meskipun secuil. Dan kalau anda sempat sukses jadi konsultan SAP, yang nota bene berdasarkan pengalaman, selalu bergaji ribuan Euro atau ribuan US Dollar…

Salam,

Dari kesunyian musim gugur lembah Sungai Saar,

Ferizal Ramli

T-Systems
K-26, Finanzdienstleistungen und Banken Abteilung
T-Systems Nova GmbH
Entwicklungszentrum Süd-West
Hausadresse: Neugrabenweg 4, 66123 Saarbrücken
Postanschrift: Postfach 10 08 33, 66008 Saarbrücken
DEUTSCHLAND
Telefon: (06 81) 9 09-21 23
Mobil: (01 79) 70 85 87 7

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 195 pengikut lainnya.