Uni Eropa yang coba bertahan dari Badai…😎


Uni Eropa yang coba bertahan dari Badai…😎

Uni Eropa yang coba bertahan dari Badai…😎

Mencermati bagaimana Para Bule Eropa mengatasi masalah internalnya bener2 menarik buatku. Ini bisa jadi proses belajar yang menginspirasi bagaimana masyarakat literasi pada negara modern mengatasi persoalan internalnya sekaligus dikepung pesaing2 eksternal yang siap nerkam.

Ada 1.001 masalah di Uni Eropa. Apakah EU akan mampu bertahan? Bisa bertahannya EU atau tidak faktor yang paling dominan adalah kemampuan Jerman “memimpin” EU. Hanya tampkanya karena perasaan bersalah di dua kali PD membuat Jerman gamang aktif mengambil tongkat Kepemimpinan EU.

Hanya saja masalah NJLIMETnya EU benar2 serius yang bisa saja EU akan berantakan seperti Uni Sovyet. Aku pribadi akan melihat apakah Jerman mampu menjadi perekatnya?

Jika lihat sejarah, Jerman pernah amat sangat Sukses memimpin Eropa dengan damai yaitu pada Masa Holly Roman Empire. Itu berlangsung hampir 1.000 tahun. Jadi, Jerman memang punya sejarah memimpin Eropa amat sangat lama.

Hanya Jerman pernah lakukan kesalahan terbesar di Eropa dengan mengobarkan dua kali Perang Dunia yang membuat semua begitu takut dipimpin Jerman. Saat yang sama EU butuh pemimpin kuat karena masalahnya amat njilmet:

1. Diawali dengan Ambisi Ekspansi untuk menjadi penguasa dunia, EU meluaskan pengaruhnya ke negara2 mantan Eks Uni Sovyet. Jelas ini memang membuat Komunis di Eropa Timur berhenti. Tapi akibatnya EU (yang Barat) kebanjiran immigrant dari Eropa Timur.

2. Rusia membalas EU dengan membuat suasana Regional jadi amat panas. Konflik Georgia dan Ukraina membuat EU terpaksa “perang ekonomi” dengan Rusia, serta secara politis saling tikam.

3. Di internal masyarakat EU terjadi ketidakpuasan karena terlalu banyaknya immigrant yang tidak terdidik dari mantan Eropa Timur serta kemudian para pengungsi dari konflik Timur Tengah. Para immigrant yang tidak terdidik membuat banyak persoalan kriminal. Jadilah Ekstrim Kanan Nasionalis anti imigran saat ini amat kuat dan suasana politik amat panas.

4. Saat sama UK yang kapitalis yang menjadi kekuatan no:2 TERBAIK EU yang menjadi penyeimbang dominasi sistem sosialis EU, justru keluar. Jadilah selain kehilangan kekuatan Ekonomi no: 2, juga sistem Ekonomi EU kehilangan keseimbangan, terlalu sosialis. Unsur Kapitalisnya kehilangan motor penggerak utamanya.

Ibaratnya: Jerman itu adalah lead-nya secara ekonomi dengan sistem Ekonomi Kapitalis-Sosialis, Perancis di sayap yang sosialis, Inggris di sayap yang Kapitalis. Salah satu sayapnya “putus!”. Disisi lain selain kekuatan ekonomi, secara politik, Inggris adalah kekuatan Politik no: 1 di EU yang disegani dunia.

Selain itu UK, mirip Jerman yang pernah memimpin Eropa ratusan tahun lamanya, UK punya pengalaman “memimpin” dunia. Jadi, kehilangan Inggris adalah “pukulan” keras bagi EU.

5. Karakter Perancis yang terlalu Ambisius ingin jadi kekuatan Penggerak EU dan penuh ambisi menjadi penguasa, tapi saat yang sama Ekonomi Perancis tidak sekuat ambisinya. Akibatnya seperti: Nafsu Besar, Tenaga Kurang. Ini membuat ekspansi EU berlebihan tanpa diiukuti dengan fondasi yang kuat. Akibatnya banyak gejolak didalamnnya.

6. Italia sebagai kekuatan no: 4 (setelah Jerman, Inggris, Perancis) punya hobi “hura-hura” yang besar pasak dari pda tiang alias boros sekali. Akibatnya, himpitan hutangnya raksasa. Italia konon katanya negara yang punya hutang LN no: 3 terbesar di dunia setelah Amrik dan Jepang.

7. Amrtik yang selama ini sahabatnya EU, justru dibawah Trump malah menjadi “lawannya” EU dalam banyak hal. Akibatnya EU kehilangan sekutu terbaiknya.

8. Ancaman Cina yang angresif melakukan ekspansi Ekonomi.

9. Turki sebagai representatif “Leader” dari Negara Islam, dibawah Erdogan selalu men-challenge EU. Turki cukup cerdas menggunakan posisinya sebagai “bridge” antara negara Eropa dan Islam untuk “bargain position”-nya. Akibatnya, EU dipaksa terus-menerus harus kompromi dengan Turki terkait masalah sosial Imigrant dari Timur Tengah yang jumlahnya Jutaan deras menuju Eropa. Secara politik pun Turki justru berdekatan dengan Rusia yang notabene Rusia “musuh”-nya EU.

10. EU ndak punya leader kuat, karena Jerman yang paling kuat secara de facto adalah Motor Utama EU, hanya punya beban moral Perang Dunia. Jerman gamang, jadilah EU tidak punya leader.

XXX

Akankah itu semua membuat EU berantakan?
Nah atas semua masalah itu sesungguhnya solusi terbaiknya itu adalah Inggris kembali GABUNG dengan EU. Lalu Inggris jadi kekuatan Penyeimbangan Jerman sekaligus bersama dengan Jerman memperkuat kekuatan Ekonomi EU.

Jika Inggris “bersedia” aktif memegang kepemimpinan di EU maka membuat Jerman tidak canggung juga untuk aktif memimpn bersama dengan Inggris dan Perancis. Beban tuduhan Jerman yang dituduh ambisius ingin jadi penguasa akan hilang jika Inggris terlibat penuh. Jika hanya dengan Perancis, Jerman tidak bisa tandem, karena Perancis kalah level dengan Jerman.

Apakah Inggris bersedia bergabung kembali ke EU? Secara RASIONAL harusnya Inggris bersedia, karena tanpa EU Inggris bisa babak belur. Hampir 2 tahun setelah referendum Brexit Inggris seperti disorientasi yang tidak perlu dan penuh ketidakpastian. Klo kata Putin: Inggris tanpa EU kedepannya cuma sebuah negara Pulau Kecil nan terpencil dan tidak penting.

Jadi. Kembali ke EU pilihan rasional. Hanya secara Emosional rasanya berat bagi Inggris untuk mau kembali ke EU lagi.

#dariTepianLembahSungaiElbe

Ferizal Ramli

Satu komentar di “Uni Eropa yang coba bertahan dari Badai…😎

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s