Kembalinya Spirit Bangsa Pemenang…


Kembalinya Spirit Bangsa Pemenang…

ASIAN GAMES 2018 di Jakarta dan Palembang menjadi hamparan OASE harapan optimis masa depan di tengah penantian panjang bak “Padang Pasir” gersang prestasi Indonesia di kancah dunia. Luar biasa kita JUARA ke-4 di antara Bangsa-Bangsa Asia.

Dalam Prestasi Olah Raga Asian Games 2018 ini kita cuma kalah oleh Bangsa Asia Timur yang memang mereka lebih dulu maju baik dalam Ekonomi maupun Olah Raga. Bangsa Asia Timur lah yang saat ini yang paling bisa imbangi bangsa-bangsa barat.

Hanya Kita, Indonesia, Bangsa dari Negeri Rayuan Pulau Kelapa nan Indah, berprestasi di atas bangsa-bangsa Asia Selatan (India), Asia Barat (Iran, tapi Turki masuk ke Eropa), serta negara-2 Asia Utara bekas Uni Sovyet. Ini bener-2 momentum oase buat kita.

Persis setelah 20 tahun lalu di-HAJAR oleh Krisis Moneter 1998 yang membuat Indonesia terpuruk, nyaris setelah itu kita hanya bisa bertahan dalam kesabaran dan ketabahan.

Catatan-catatan berat yang harus sabar dilewati karena ini ujian sebagai bangsa melintas dalam 2 dekade ini: Kehilangan Timor-Timor, konflik Horizontal di Maluku, di Kalimantan adalah catatan luka yang amat lama tergores. Ancaman separatisme dimana-mana begitu amat berat sehingga terancam Balkanisasi, serta yang sampai hari ini belum terselesaikan adalah catatan keperkasaan “Koruption über alles!”

Prestasi Olah Raga juga di manca negara sudah amat lama tidak terlalu menggembirakan. All England dan Piala Thomas apalagi Uber sering kali cuma tinggal impian. Tidak ada lagi legenda Ellias Pical juara dunia tinju yang legendaris. Tidak ada Ivana Lie, Verawati Fajrin, Susi Susanti, Rudy Hartono, Liem Swie King atau Kartono/Heryanto. Kita juga kangen dengan nama-nama legendaris sepak bola: Heri Kiswanto, Bambang Nurdiansyah, Dede Sulaiman, Warta Kusuma, Rully Nere, Marzuki Nyakmat, Hermansyah, Adolf Kabo serta sang Pelatih Sinyo Aliandoe.

Ini semua membuat Pride and Dignity kita sebagai bangsa benar2 terasa berat untuk mengadah tegak dihadapan bangsa lain dalam pertarungan frontal dan bruntal di dunia kompetitif yang amat kapitalis materialsitik.

Hanya ini bangsa dari Negeri Rayuan Kelapa adalah bangsa yang terkenal Tangguh, Persisten, Never Give Up at All! Bangsa yang relijius sehingga Tabah dan Sabar adalah spirit nafas hidupnya. “Gusti Allah boten sare” mereka percayai itu sehingga mereka yakin mampu mengggapai harapan untuk masa depan yang lebih cerah meskipun beban berat harus diembannya.

Nilai-nilai spiritual itulah yang menjadikan bangsa dari Negeri Rayuan Pulau Kelapa ini perlahan tapi pasti, “alon-alon waton kelakon” pun bangkit kembali. Pokoknya kata Para Pelaut Bugis dan Makassar: “Begitu Layar Terkembang Pantang balik ke pelabuhan sebelum mencapai Pulau Harapan di ujung seberang Samudera!”

Sikap Persisten, Never Give Up, Tabah dan Sabar inilah tampaknya perlahan-lahan mulai memperlihatkan kualitasnya sebagai bangsa pemenang! Tahun 2018 ini semoga menjadi awal titik kita untuk mengatakan pada dunia: “Enough is enough” atas semua cerita-cerita berat masa lalu selama 2 dekade. Biarkan itu semua jadi proses belajar kami. Tapi sekarang kami adalah bangsa yang beda: Bangsa Pemenang yang dilandasi nilai-nilai relijius kami.

Ini mirip spritualisme orang Jerman: “die Hoffnung stirbt zuletzt!” Harapan itu adalah yang paling terakhir mati. Harapan baru boleh mati jika tubuh kita sudah berkalang tanah. Selama itu semua belum terjadi maka optimisme selalu ada.

…dan kali ini tampaknya kita mulai melakukan pembuktian awal bahwa Harapan Kita untuk menjadikan Negeri Rayuan Pulau Kelapa nan Indah ini untuk mewujudkan impian Gema Ripah Loh Jinawi mulai semakin gemuruh di dada idialisme kita semua…Semoga saja!

Indonesia, ich habe dich lieb für immer und ewig. I love you for always and forever.

#dariTepianLembahSungaiElbe

Ferizal Ramli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s