OKB Indonesia dan OKB Cina dalam Perspektif Sekolah dan Bea Siswa



OKB Indonesia dan OKB Cina dalam Perspektif Sekolah dan Bea Siswa

Kali ini ijikan aku menulis sisi-sis kritis. Semoga aja jadi diskursus yang empatik memperkaya sudut pandang. Jika anda tidak berkenan mohon diabaikan saja. Jika ingin diskusi rasionalis dingin maka mudah2an bisa memperkaya wawasan kita semua.

Secara tampilan phisik sesungguhnya sama antara OKB Indonesia dan OKB Cina; khas Asia suka pamer harta. Orang Asia itu secara filosofis itu tidak materialistis, penuh nilai-nilai spiritual.

Hanya secara perilaku orang Asia itu suka pamer dan amat materialistis. Jadinya jangan kaget perilaku Korup di Asia itu dianggap hal yang lumrah; demi memenuhi hasrat pamer hartanya.

Tapi ada BEDA antara OKB Indonesia dan OKB Cina dalam investasi Pendidikan. OKB Cina pasti pamer HARTA klo dia kaya, tapi sebelum pamerkan hartanya dia sudah investasi dulu untuk pendidikan anaknya setinggi mungkin dengan dana pribadinya.

Jadi jangan kaget para OKB Cina itu tidak segan-segan sekolahkan anaknya di World Class University Eropa atau Amerika. Disini kulihat para mahasiswa Cina, dikarenakan kompetisi masuk Universitas Jerman yang Program GRATIS untuk Master tidak mudah, maka mereka berbodong2 ambil Program yang bayar.

Mereka tidak segan-segan keluarkan biaya kuliah 15.000 sd 30.000 Euro atau (rate 16.000) sekitar 240-480 jeti IDR. Itu baru uang kuliah, belum biaya hidup.

Saat kutanya, kenapa kok ambil Program Bayar, sementara untuk Program Master di Jerman itu 70% Program yang tersedia itu GRATIS (catatan; klo Bachelor 90% GRATIS, klo Doktoral 100% GRATIS). Dijawab para mahasiswa Cina, klo Program yang GRATIS belum tentu langsung apply bisa diterima, kadang kami harus nunggu dulu atau apply di puluhan Universitas dulu baru bisa diterima.

Klo Program yang bayar, kompetisi masuknya relatif lebih mudah sehingga kita bisa langsung dapat tempat untuk kuliah. Untuk catatan juga mereka itu umumnya pintar-pintar jadi bukan sekedar pamer ingin sekolah dan hura-hura di luar negeri. Klo seperti itu maka mereka bakal di DO. Tingkat DO di Jerman itu amat tinggi sekali.

Nah, jadi bisa anda bayangkan bukan para OKB Cina itu saat investasikan uang ke pendidikan anak-2nya? Mereka siyap bayar untuk sebuah Program seperti di Jerman yang banyak yang gratis. Boro-boro mikir kejar bea siswa, lha wong karena Program Gratis relatif lebih susah saja, mereka putuskan kejar Program yang bayar. Mereka ingin segera bisa sekolah di Universitas Hebat.

Nah, bagaimana dengan OKB kita? Wah, mereka sih umunya pelit kalau urusan investasi pendidikan, jika aku melihat temen2 kelas menengah yang kukenal. Jika memang miskin lalu tunggu dapat bea siswa agar anaknya bisa sekolah ke luar negeri, yah dapat dipahami. Tapi jika mobil baru mewah dibeli atau apartement baru dibeli, cuma untuk anaknya sekolah lebih lanjut malah nunggu bea siswa, maka ini OKB salah konsep.

Okay, jika butuh mobil karena kebutuhan maka boleh saja beli mobil. Jika belum punya rumah, maka boleh saja punya rumah yang layak. Tapi terlalu banyak OKB Indonesia lebih milih beli mobil yang mewah, rumah yang mewah, barang2 branded, hanya saat ingin sekolahkan anaknya lebih lanjut nunggu bea siswa.

Aku sering ketemu temen2ku OKB Indonesia mental ngirit klo sudah urusan sekolah anaknya, tapi bergelimpangan beli barang-barang mewah. Bagiku, dimana2 OKB itu memang senang pamer. OKB Cina juga seneng pamer kok. Apalagi orang Asia yang mentalnya senang pamer harta.

Tapi mbok yao utamakan dulu investasi sekolah anak-anak anda setinggi mungkin dan kuliah di Universitas sehebat mungkin yang World Class. Jangan nunggu bea siswa yang itu seperti “nunggu godot”. Keluarkan dulu uang anda untuk sekolahkan itu semua. Lalu sisa uangnya, kalau memang ada yang sisa, baru untuk pamer harta.

Klo untuk ke Jerman ambil Master dimana kuliah banyak yang gratis, maka dengan kira-kira 10.000 Euro atau sekitar 160 jeti anak anda sudah bisa kuliah. Kenapa ndak anda hentikan niat anda beli Pajero (atau LV atau appartement), lalu gunakan untuk beli yang mobilnya harga 130 jeti, lalu sisa uangnya sekolahkan anak anda di World Class University.

Ya aku paham jika anda ndak mampu secara finansial lalu nunggu bea siswa untuk sekolahkan anak-anak anda. Klo yang ini aku paham sekali situasinya. Silahkan dukung anak anda kejar bea siswa dan doaku untuk kesuksesannya.

#dariTepianLembahSungaiIsar

Ferizal Ramli

Iklan

One thought on “OKB Indonesia dan OKB Cina dalam Perspektif Sekolah dan Bea Siswa

  1. Tulisannya yang menarik sekali, Herr Ferizal. Kebetulan saya beberapa minggu ini menonton vlog seorang Chinese yang kuliah di Harvard dan hobinya vlogging tentang koleksi barang branded miliknya. Terima kasih telah memberikan pemahaman yang lebih baik. Salam hangat untuk Herr Ferizal dan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s