Anies, Kamu Beradab dan Konsisten!


Anies, Kamu Beradab dan Konsisten!

Ini untuk yang kesekian kalinya, meskipun aku belasan tahun selalu mengikuti pilihan sikapmu, tetap saja aku takjub bagaimana kamu menginspirasi bangsa ini dengan politik penuh moral. Selama ini masyarakat Indonesia dipertontonkan akrobrat politik dari pemimpinnya yang penuh pengkhianatan dan kebohongan. Omongan para politisi tidak konsisten dan gampang ingkar janji. Akibatnya masyarakat DISTRUST karena terbiasa dipertontonkan kebohongan.

Perilaku politisi di Indonesia kebanyakan itu politik tidak dilandasi fatsoen. Yang dikembangkan politik „Ular Kobra“. Yaitu diam-diam begitu ada kesempatan tanpa segan-segan mematukkan racun mematikannyanya ke dada Pawang yang memeliharanya, demi semata-mata ambisinya belaka.

Nah, dua hari yang lalu aku baca artikel berisi wawancaramu. Jelas terekam dalam memoriku yang begitu membuat takjub saat kamu berkata, “Tidak mau masuk dalam daftar orang-orang yang mengkhianati promotornya.” Kamu mengatakan Gerindra dan PKS adalah promotormu, Prabowo adalah bakal calon presiden dari Gerindra dan kamu tidak mau menyalip Prabowo.

Bro, sudah lama kita tidak melihat sikap politik dengan adab. Sudah terlalu sering kita dipertontonkan segala cara dipakai untuk menelikung kawan sendiri agar sampai kekuasaan. Terlalu banyak orang yang statusnya bekas kawan. Amat sangat lama bangsa ini tidak pernah melihat keteladanan yang pernah ditunjukkan Soekarno, Hatta, Syahrir, Haji Agus Salim, Sri Sultan HB IX yang berpolitik mengedepankan fatsoen dan moral. Jadilah, politik Indonesia begitu gersang penuh distrust.

Kemarin kamu tunjukkan bagaimana berpolitik mengedepankan fatsoen yang santun dan beradab. Ini seakan menjadi oase moral yang menyejukkan. Bangsa ini diingatkan kembali bahwa sejarah para politisi founding father kita, adalah berpolitik konsisten menjunjung tinggi moral. Kamu berkelas, kamu beradab. Salut!

Sudah selesai kah takjubku karena hal ini? Belum! Sesungguhnya sesaat setelah membaca wawancaramu, aku berpikir kamu tentu mau jika diajak jadi pasangannya Prabowo. Menjadi pasangannya Prabowo tidak mengkhianati partai-partai pengusung, baik Gerindra, PKS ataupun PAN. Jadilah kamu akan promosi bersama ke tingkat nasional.

Tapi muncul berita lagi, Sandi Uno menceritakan bahwa dalam pertemuan empat mata dengan Prabowo, kamu menolak dijadikan pasangannya.

Bro, kamu ini dahsyat. Di saat orang berebut untuk jadi pasangan di Pilpres bahkan banyak yang merengek-rengek minta diajak, kamu justru memilih tidak ikut-ikut. Menurut Sandi, kamu mau menjalankan janji-janji untuk Jakarta. Kata-kata ini juga yang sering kamu sebut dalam berbagai kesempatan.

Aku tertegun. Kata-katamu Bro yang bilang, “Ingin bisa terus menjalankan janji-janji untuk warga Jakarta” terekam dalam memoriku yang terdalam. Dari sini aku rasa kita semua perlu memahami langkahmu ini secara lebih dalam.

Pertama, kamu tunjukkan adab dalam bekerja sama yaitu menghormati dan tidak saling menelikung. Kedua, kamu tunjukkan bahwa janji-janji untuk warga Jakarta yang diemban harus bisa ditunaikan terus.

Hanya Bro Anies, mohon ijinkan aku menulis sudut pandangku sebagai sahabat untuk dipertimbangkan. In my humble opinion, keteladanan dan dedikasimu itu dibutuhkan untuk level nasional yang saat ini bangsa kita kehilangan kepercayaan diri untuk berani berdiri tegak penuh pride and dignity dalam persaingan global yang brutal dan frontal.

Saat ini sulit untuk membebaskan tuduhan bahwa kita dianggap bangsa kuli. Kebijakan Pemerintah kita terlalu tunduk pada asing maupun aseng: bergantung dengan hutang luar negeri, dengan import barang aseng, dengan import tenaga kerja aseng, dengan membiarkan kekayaan alam kita dikuasai asing, lalu saat sama malah ulama yang menjadi keteladanan masyarakat justru dimusuhi. Ini jelas bukan jati diri kita sehingga kita kehilangan percaya diri sebagai bangsa.

Jadi mohon pahami ini. Kamu punya tanggung jawab moral untuk membangkitkan kembali Pride and Dignity bangsa ini. Hanya perlu diingat, dalam pemilihan apapun yang menentukan adalah CAPRES-nya bukan wakilnya. Sebagai cawapres dia tidak berdampak besar.

Jika kalah, maka kamu kembali ke DKI kehilangan wibawa moral. Jika menang, maka sebagai wakil presiden, tidak bisa berbuat banyak. Wapres tidak punya wewenang untuk memerintah Menteri apalagi Gubernur dan Bupati. Memang secara protokoler tinggi dan dihormati tapi tanpa kewenangan. Apa artinya jabatan tinggi tanpa otoritas untuk mampu memperbaiki?

Menurut aku, kamu saat ini punya 2 tugas penting: Pertama, Mengangkat kembali percaya diri bangsa ini dengan menjadi pemimpin nasional. Kedua, dengan wewenang yang ada, kamu harus bisa memerintahkan para Menteri, Gubernur dan Bupati/Walikota untuk berbuat terbaik bagi bangsa ini. Wewenang tsb juga digunakan untuk tetap konsisten memenuhi janji-janji kamu di DKI.

Oleh karena itu, jika partai-partai koalisi ternyata menawarkanmu jadi Capres maka kamu harus menerima. Ini tanggung jawab moral. Kamu wajib menerima tanggung jawab jadi Capres. Menjadi Capres artinya kamu masih tetap bisa menjalankan semua janji untuk DKI, tapi lebih dari itu bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa ini, demi masa depan anak-anak kita bangsa Indonesia dan anak dari anak-anak kita semua kelak.

Anies, kita perlu perubahan, perubahan yang amat sulit dilakukan lewat Capres lama dengan Daur Ulang. Kita butuh Calon Presiden baru, yang fresh dan muda yang bisa menginspirasi bangsa ini untuk menyongsong masa depannya.

Jadi Bro, kamu segera bersiap. Jangan tolak tanggung jawab itu jika memang kamu diberi amanat, terima secara penuh tanggung jawab dan kamu juga tetap bisa konsisten menunaikan semua janji untuk DKI.

Dari Sahabat Kamu …

#dariTepianLembahSungaiElbe
Ferizal Ramli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s