Siapa Calon Wakil Jokowi?


Siapa Calon Wakil Jokowi?

Menurutku peluang paling besar adalah Non-Partai dan dari Kelompok Islam.

Kenapa Non-Partai? Dikarenakan untuk menghindari konflik sesama Partai Pendukungnya PDIP, Golkar, PKB dan PPP yang mereka juga punya calon pendamping Jokowi.

Kenapa kelompok Islam? Dikarenakan Jokowi harus menghilangkan stigma kebijakannya anti Islam.

Sesungguhnya Tokoh yang paling cocok menjadi Wakil Jokowi yaitu Jusuf Kalla. Hanya JK selain memang tidak minat maju lagi, juga secara aturan tidak diperbolehkan jadi Wakil Presiden. JK hanya boleh maju jadi Capres sementara JK memang sudah tidak minat lagi berpolitik karena ingin nikmati hari tua.

Dari sini kita sudah bisa mengkrucut, siapa sesungguhnya calon Wakilnya Jokowi yaitu:

1. Mohammad Mahfud MD, Tokoh NU dan Mantan Ketua MK serta Mantan Menteri masa Kabinetnya Gus Dur.

2. Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang yang saat ini adalah Gubernur NTB untuk periode ke-2nya serta baru saja bergabung di kubu Jokowi.

Menurut feelingku: dari berbagai resiko dan kemungkinan, sekali lagi menurut penerawanganku Jokowi akan lebih memilih M. Mahfud MD.

MMMD adalah Tokoh Bersih yang jejak rekamnya sama sekali tidak ada terkait korupsi. Tentu ada yang tidak setuju dengan pilihan sikap Mahfud MD, itu wajar. Tidak mengapa jika banyak yang tidak setuju dengan sikap-sikap politik MMMD, dalam politik itu wajar. Aku juga pernah tidak setuju dengan MMMD tapi pernah juga menganggumi MMMD.

Artinya, dalam politik sikap setuju atau tidak setuju itu wajar. Kita pun tidak selalu tidak setuju dan setuju dengan sikap politik seseorang sepanjang masa. Tapi secara fakta sampai hari ini Mahfud MD tidak punya jejak rekam sama sekali terkait dengan korupsi.

Jadi, memilih Mahfud selain dapat dukungan kelompok Islam juga reputasi Mahfud itu bersih. Aku kok merasa Jokowi akan memilih M Mahfud MD. Ini feeling politikku.

Ini sekedar Catatan Intermesoku tentang Pak Mahfud:

Aku sih secara emosional merasa dekat dengan Mahfud Md Mohammad. Dulu sekali Disertasi Beliau di S3 UGM yang lulus dengan Predikat Terbaik (kayaknya Summa Cumlaude) saat mahasiswa pernah kupinjam dan kubaca. Jadi pemikiran MMMD sudah lama kuikuti.

Dulu baca disertasi tidak mudah karena harus dapatkan Hard Copy-nya langsung. Aku datang ke rumah beliau, lalu oleh ponakan MMMD, aku dipinjamkan Disertasinya.

Lalu kubaca tentang Politik Hukum dimasa ORBA. Tebalnya seingatku sekitar 300 halaman lebih. Kulahap itu dalam kurang dari 3 hari karena memang amat asyik sekali isinya. Sebuah disertasi yang amat menginspirasi. Baca disertasi MMMD tiba-tiba aku pinter mendadak.

Dengan modal baca disertasi MMD itulah, waktu itu tahun 1994 (klo tidak salah) aku bersama temen-teman Pimpinan Senat Mahasiswa UGM diundang oleh Rektorat UGM (saat itu dimoderatori oleh Pak Sofian Effendi yang kala itu Warek UGM serta juga ada Pak Ichlasul Amal Dekan FISIP saat itu), berdiskusi dengan Tim Pimpinan DPA (Dewan Pertimbangan Agung — lembaga ini sudah almarhum) dipimpim oleh Achmad Tirtosudiro. Sebuah moment diskusi yang amat mengesankan karena aku sudah bermodalkan baca disertasi MMMD.

Saat mengembalikan Disertasi tersebut aku bertemu langsung Pak Mahfud. Sempat ngobrol sebentar. Pak Mahfud saat itu adalah wakil Rektor UII. Buat Tokoh dengan Jabatan setinggi itu begitu ramah sempat diskusi sebentar denganku yang hanya mahasiswa kere tampaknya itu pengalaman membekas buatku tentang MMMD.

“Jika Jokowi akhirnya berpasangan dengan M Mahfud MD berarti Kagama dan Kagama dung…” 😍😍😍

#dariTepianLembahSungaiElbe

Ferizal Ramli

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s