Siapakah yang Menang dan Kalah dalam Pilkada 2018 dan Bagaimana dengan Pilres 2019?


Siapakah yang Menang dan Kalah dalam Pilkada 2018?

Aku lebih merasa analisa Opini dari Nikkei Asian Review lebih netral dari pada pengamat dalam negeri saat membaca Peta Hasil Pilkada saat ini: “Regional election a setback for Widodo as presidential poll looms”

https://asia.nikkei.com/Opinion/Regional-election-a-setback-for-Widodo-as-presidential-poll-looms

Ini argumenku:
Sesungguhnya mengklaim Pemenang Pilkada 2019 itu tidak mudah. Semua mengklaim pemenang karena memang tidak bisa melihat secara jelas siapa sesungguhnya pemenangnya.

Jika hasil Pilkada ini dijadikan Peta untuk Pilpres 2019 maka ini bukan Kemenangan Jokowi, juga bukan kemenangan #2019GantiPresiden.

Jago Jokowi menang terutama di Jawa sehingga ini dijadikan dasar mengkalim bahwa Jokowi di atas angin tapi kelompok #2019GantiPresiden pun menunjukkan kinerja mobilisasi yang bagus. Berbeda dengan Jokowi yang Petahana dimana mesin politiknya sudah berjalan sejak lama, plus sudah start dimana-mana.

Kelompok #2019GantiPresiden itu tidak punya momentum konsolidasi. Nah, Pilkada 2019 itu adalah momentum satu-satunya untuk konsolidasi dan mereka memanfaatkan itu secara cukup optimal.

Di Jabar, Rindu memang menang tipis dari Asyik, tapi Asyik yang tidak dikenal publik sama sekali ini bisa menempel ketat Rindu. Rindu memang itu “wajar” dimana Kang Emil selama hampir 5 tahun jadi Walikota Bandung selalu punya kesempatan “Kampanye”. Kang Emil selalu dapat tempat dia media selama bertahun-tahun.

Tapi Asyik yang tidak dikenal masyarakat bisa menempel ketat maka ini indikasi yang tidak bisa diabaikan bahwa Mesin Politik #2019GantiPresiden begitu starter langsung bisa kebut.

Di Jateng, Sudirman Said (publik mengenalnya tokoh bersih hanya sayangnya namanya tidak membumi) ternyata mampu meraih presentasi suara diatas 40%. Prosentase suara Sudirman ini hampir sama dengan raihan prosesntase suara Ahok di Pilkada Jakarta kemarin. Padahal Ahok saat Pilkada DKI kan amat sangat populer serta petahana. Padahal Jateng itu tradisional Kadang Banteng dan Ganjar Pranowo adalah Petahana.

Kemampuan perolehan suara Sudirman Said mirip Ahok saat pilkada, ini menunjukkan mesin politik #2019GantiPresiden bekerja efektif.

Di titik ini adalah kemenangan #2019GantiPresiden yang berhasil memanfaatkan Pilkada untuk membangun soliditas mesin partainya adalah berhasil. Jadilah mereka tetap optimis dan hepi atas hasil ini.

Hanya Pilkada ini juga kemenangan Jokowi karena Ganjar jelas orang kepercayaan Jokowi, Khofifah juga pernah jadi menteri Jokowi sementara Ridwan Kamil sendiri meskipun ada kedekatan dengan Jokowi, karakter RK cenderung independen.

Di titik ini baik Kelompok Pendukung Jokowi maupun kelompok #2019GantiPresiden masih sama-sama bisa menang dalam Laga Final Pilpres 2019. Ada PR yang harus diselesaikan oleh masing-masing kelompok:

1. Kelompok Pendukung Jokowi harus membuat hasil Pilkada Jatim jangan berlarut-larut. Sesungguhnya majunya Khofifah itu memberi dampak buruk buat PDIP yang selama ini Partainya Jokowi. Syaifullah Yusuf itu orang dekat PDIP. Jadi Perang SY dan KIP itu seperti perang saudara.

Jokowi harus bisa redakan masalah ini.

Kelompok Pendukung Jokowi pun harus bisa nanti memilih Wakil Presidennya yang tidak sebabkan perpecahan antara teman koalisinya. Selain itu mendapat dukungan nyata dari Kelompok Islam.

Ini tugas dari Kelompok Petahanan.

2. Kelompok #2019GantiPresiden sudah jelas sesungguhnya punya kekuatan nyata dan cukup solid meskipun berposisi sebagai underdog.

Tugasnya adalah memunculkan Figur yang kuat yang bisa imbangi Jokowi. Saat ini figur yang kuat yang ada adalah Prbowo. Jusuf Kalla sebagai tokoh senior tampaknya coba juga dimunculkan.

Kelompok #2019GantiPresiden masih belum temukan secara yakin tokoh yang paling pas untuk hadapi Jokowi. Jika bisa ketemu maka dengan mesin politik yang solid bukan tidak mungkin cita-cita #2019GantiPresiden menjadi kenyataan.

3. Kelompok Tengah yang saat ini diambil oleh Posisi Partai Demokrat. Ini kelompok penentu. Jika kelompok Tengah mendungkung salah satu dari 2 kelompok yang berhadapan diatas maka yang didukung Kelompok Tengah ini punya peluang besar menang.

Kelompok Tengah bisa aja majukan sendiri calon ke-3 hanya perjuangan untuk menangnya amat sangat berat.

#dariTepianLembahSungaiIsar

Ferizal Ramli

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s