Secara Akuntansi 4 BUMN Pembangunan Kita Technically Bankrupt


Secara Akuntansi 4 BUMN Pembangunan Kita Technically Bankrupt

Aku menggunakan sumber Data yang dipublish oleh Detik dan Tirto yang relatif Konservatif secara fair (Jika menggunakan Sumber Data Kontan maka analisanya lebih jerih lagi). Jadi, aku gunakan sumber data yang paling konservatif yaitu dari Detik dan Tirto.

Standard & Poor’s (S&P) sudah kasih Kartu Kuning tentang kesehatan 4 BUMN Konstruksi kita.

Berikut ini Link-Linknya:
1. https://tirto.id/utang-menggunung-bumn-konstruksi-peluang-atau-bencana-cJxN

2. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4051080/utang-bumn-penugasan-terpantau-meningkat-drastis?_ga=2.57845922.908568449.1527936264-597787453.1527406333

3. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4050909/jadi-perhatian-sri-mulyani-begini-kondisi-keuangan-bumn-penugasan?_ga=2.57845922.908568449.1527936264-597787453.1527406333

Untuk mempermudah mencermati link diatas maka aku bantu membuatkan analisa seperti ini:

1. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dalam 3 tahun sejak tahun 2014 sampai dengan 2017 Hutangnya naik 669%.

Tahun 2014 hutangnya Rp 9,77 triliun: Yang terdiri dari Hutang jangka pendek Rp 7,7 triliun dan jangka panjang Rp 2,05 triliun

Tahun 2017 jumlah Hutangnya Rp 75,14 triliun; terdiri dari hutang jangka pendek Rp 52,3 triliun dan hutang jangka panjang Rp 22,8.

Bisa dibayangkan sebuah perusahaan (Milik Negara) punya hutang jangka Pendek 52 Trilyun. Artinya dalam 1 tahun harus dilunasi!

Untuk ilustrasi jika APBN untuk total pendidikan kita 20%-nya adalah 400 Trilyun maka berarti Hutang jangka pendek yang harus dibayar tahun ini untuk 1 Perusaahaan BUMN itu nilainya 1/8 dari Total APBN pendidikan kita.

Sementara Laba bersihnya (dari data yang ada) tahun 2016 ke 2017 cuma naik 137% yaitu naik 1,5 Trilyun saja serta Pendapatannya cuma naik 100% yaitu naik 14 Trilyun. Akibatnya ini berdampak pada ARUS KASnya. Saat ini tahun 2017 WSKT arus kasnya minus: MINUS 5 trilyun.

Dari sudut pandang hutang ini maka technically accountancy perusahaan WSKT BANGKRUT.

Kenaikan hutang yang drastis ini juga terjadi di 3 BUMN lainnya meskipun tidak se-dramatis WSKT:

2. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dalam 3 tahun hutangnya naik 181%. Awalnya 2014 hutang 11 T sekarang 2017 menjadi 31 T.

3. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dalam 3 tahun hutangnya naik 155%. Tahun 2014 hutangnya 9 T sekarang 23 T.

4. PT PP Tbk (PTPP) dalam 3 tahun hutangnya naik 125%. Tahun 2014 adalah 12 T sekarang (2017) sekitar 27,5 T.

Kenaikan di atas 100% hingga hampir 200% apalagi sampai 700% dalam 3 tahun secara sudut Teknik Akuntansi adalah Lampu Merah yang berbahaya.

Secara Strategy Corporate Finance untuk atasi persoalan fundamental keuangan pada BUMN kita ini kan cuma ada 2 cara:

OPSI 1. Negara suntikkan dana penyertaan modal dalam bentuk penyertaan anggaran APBN. Jika saja negara ingin kembalikan pada struktur keuangan semula yaitu tahun 2014 maka suntikannya sekitar: WSKT 75 T + WIKA 31 T + 22,5 + 27,5 T = 156 Trilyun. Ini mendekati setengah dari Total Dana Anggaran APBN Nasional untuk Pendidikan Nasional.

OPSI 2. Diprivatisasi, alias dijual ke Swasta. Belum tentu harga lakunya bisa menutupi hutangnya. Jika belum ketutup maka harus dibayar sama APBN. Artinya, kita kehilangan 4 BUMN tersebut plus kita akan bayar kekuarangannya.

Opsi ke-2 merugikan kita secara nasional. Kita mesti memilih Opsi ke-1 karena sesungguhnya BUMN Konstruksi kita secara kualitas kerja bagus. Hanya secara fundamental keuangan ada masalah saat ini.

Jika pilih Opsi ke-1 maka tidak harus negara tahun anggaran depan keluarkan 156 Trilyun sekaligus dalam 1 tahun. Paling tidak yang perlu dilakukan negara biar keuangan ke-4 BUMN itu sehat membayar seluruh hutang jangka pendeknya yang jatuh tempo.

Sayangnya hutang jatuh tempo jangka pendeknya juga amat sangat besar yaitu untuk ke-4 nya sekitar: 115 T. Ini HARUS dibayar kontan dalam 1 tahun karena hutang jangka pendek.

Jika itu harus dipenuhi dalam 1 tahun anggaran maka ini angka yang amat besar. Ini sama dengan lebih dari 5% Total APBN kita yang jumlahnya 2.000 Trilyun.

Artinya tanpa intervensi negara secara cermat dengan melibatkan dana APBN-nya maka secara akuntansi, technically itu ke Empat BUMN Konstruksi kita telah bangkrut.

Disclaimer: ini bukan Tulisan Politik. MOHON JANGAN ada komentar Melecehkan atau Memuja-Muja Rejim dengan bahasa Provokatif. Kita diskusi secara konsep dan argumen saja baik dari sudut Accountancy, Corporate Finance, Investasi Infrastruktur secara cost and benefit analysis.

#dariTepianLembahSungaiElbe

Ferizal Ramli

Iklan

3 thoughts on “Secara Akuntansi 4 BUMN Pembangunan Kita Technically Bankrupt

  1. Ping-balik: BUMN Konstruksi Bangkrut? Baca Ini Dulu Bung | Ryo Kusumo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s