Pilkada, Aku Optimis Jawa, bagaimana dengan luar Jawa?


Pilkada, Aku Optimis Jawa, bagaimana dengan luar Jawa? 😎

Di Jawa sudah ada 3 Gubernur; 2 Gubernur terpilih dan 1 Gubernur diangkat secara otomatis berdasarkan UU. Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X terlepas anda pedukungnya atau bukan, jejak rekamnya relatif bersih. Jadi, 3 Propinsi di Jawa punya Gubernur relatif bagus.

Bagaimana dengan Gubernur 3 Propinisi lainnya di Jawa yaitu: Jabar, Jateng dan Jatim?

Dari Paslon-Paslon yang ada tidak ada yang harus dikhawatirkan. Mereka bukan orang-orang yang kontroversial. Jadi, siapapun yang menang rakyat di propinsi tersebut akan diuntungkan. Yang kalah boleh sedih, tapi segera move on. Ini demokrasi kalah memang itu biasa.

Isu primordial dan debat program itu selalu mewarnai setiap pemilihan dalam demokrasi langsung seperti Indonesia atau Amerika atau Perancis, misalkan. Biasa aja ndak perlu berlebihan larut jika jago kita menang atau pun kalah. Memilih itu kan ditentukan oleh 2 faktor yang anda TIDAK bisa memisahkan salah satu dari keduanya.

1. Ditentukan oleh Hati, kalau ini maka kesamaan identitas, in group feeling, kenyaman hati dalam memilih menentukan sebuah pilihan.

2. Ditentukan oleh Logika, kalau ini adalah presentasi platform, visi dari sebuah program adalah faktor yang mempengaruhi pilihan.

Jejak rekam dan atribut yang melekat dari seorang Calon Pemimpin dalam kontestansi demokrasi ini nanti akan dinilai oleh Hati dan Logika para pemilih.

Buat rakyat Jawa selamat memilih. Sadari aja, dalam demokrasi langsung rakyat milih langsung Pemimpinnya (bukan pilihan tidak langsung dari Parlemen) maka perturangan isu di level bawah bisa brutal dan frontal. Anda ndak usah baper karenanya. Itu biasa. Itu lah karakter genetik pemilihan langsung.

Lihat pemilihan langsung di Amrik maka pertarungan isu bisa amat brutal dan frontal. Hanya klo sudah selesai yah selesai, ndak perlu membangun dendam kemarahan tanpa kesudahan. Lihat pemilu di Perancis yah brtual dan frontal. Tapi klo selesai yah sudah selesai. Di Perancis dan Amrik karena demokrasi langsung maka perangnya juga langsung di rakyat pendukungnya.

Klo kita tidak mau perang seperti itu dalam pilkada atau pilpres maka yah kita harus rubah perangnya di Parlemen. Lalu demokrasi kita yah kita rubah menjadi demokrasi parlementer. Kalau seperti ini maka saat pilkada, pilpres atau pileg masyarakat tidak akan kena dampak perang politik yang brutal dan frontal. Perangnya akan terjadi di Parlemen.

Jadi, karena kita sudah sepakat pilkada dan pilpres langsung maka nikmati aja yah nanti akan terjadi begitu banyak berseliweran isu dll, dll. Bisa isu korupsi, isu pribadi (seperti wanita), isu ras, isu etnik, isu agama, dll, dll. Inilah resiko demokrasi langsung.

Yang berbahaya itu kalau politik uang, politik sembako dijalankan untuk memenangkan calon. Ini berbahaya karena ini melegalkan cara-cara korupsi untuk memenangkan permainan. Ini akan membuat distrust dan sistem chaos.

Yang berbahaya itu jika aparat polisi, militer dan birokrasi secara institusi tidak netral tapi memihak calon tertentu. Ini bisa menyebabkan sistem distrust dan chaos. Nah, yang ini di negara mana pun dicegah karena inilah musuh utama demokrasi.

Hanya kita santai aja, yang sejuk aja atas hiruk pikuk ini. . Para Paslonnya orang baik semua terutama yang di Jawa. Jadi, kalau jago anda di-plokhoto oleh jago lawan, yo ngekek2 wae. Namanya juga ajang laga demokrasi pasti ada yang memang dan ada yang kalah 🙂

Yang justru kutakutkan adalah luar Jawa. Apakah mereka mendapatkan Paslon Pemimpin mereka sehebat di Jawa? Nah, justru titik inilah aku amat khawatir tentang Indonesiakku.

#dariTepianLembahSungaiElbe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s