Jawaban Sdr Taruna Ikrar seputar pertanyaan terkait dengan Credential-nya


Jawaban Sdr Taruna Ikrar seputar pertanyaan terkait dengan Credential-nya

Agar kita semua Publik Indonesia bisa memaknai diskusi seputar Credential Sdr Taruna Ikrar secara adil dan fair berikut saya lampirkan Link dari Jawaban Sdr. Taruna Ikrar

1. https://tekno.tempo.co/read/1035497/taruna-ikrar-jawab-tudingan-soal-nobel-dan-dekan-di-kampus-as

2. http://locita.co/esai/taruna-ikrar-menjawab-tuduhan-kebohongan-publik

Silahkan disimak. Link tersebut untuk menjawab Pertanyaan saya yang saya Posting di Facebook maupun Blog saya serta Pertanyaan Sdr. Aminddun yang diposting di Blog-nya.

Ini pertanyaan saya ke Sdr. Taruna Ikrar:
1. Di Facebook lengkap dengan diskusinya: https://www.facebook.com/ferizal.ramli.2/posts/1496450413771771

2. Di Blog saya:
https://ferizalramli.wordpress.com/2017/11/08/mohon-ijin-bertanya-tentang-prof-taruna-ikrar-m-pharm-md-phd/

Ini Pertanyaan Sdr. Aminuddin ke Sdr. Taruna Ikrar: https://aminuddin01.wordpress.com/2017/11/18/mencari-kebenaran-academic-credentials-dokter-taruna-ikrar-fraud-detected/

Demi memberi ruang luas klarifikasi pada Sdr. Taruna Ikrar maka Artikel ini sengaja saya tampilkan begitu saya klarifikasi sdr. Taruna Ikrar.

Salam Tabik

#dariTepianLembahSungaiElbe

Iklan

2 thoughts on “Jawaban Sdr Taruna Ikrar seputar pertanyaan terkait dengan Credential-nya

  1. Pak Ferizal Ysh, sekedar memberi catatan atas klarifikasi pak Taruna Ikrar:

    1. gelar prof dari univ baru yang mana? NHU atau PHU?
    2. sebagai dekan di univ baru yang mana? NHU atau PHU? karena 2 web tersebut contentnya sama..
    3. statement dia pada nominasi nobel dst.. mungkin harus dicocokkan di tvone di youtube ya? 😁

  2. Tanpa bermaksud membela atau menyalahkan pak Taruna Ikrar.

    Pak Ferizal, sekedar informasi, di Indonesia itu terkadang memang pihak media yang terlalu lebay. Contoh kasus :
    orang Indonesia penemu 4G, orangnya tidak pernah mengklaim bahwa beliau yang menemukan 4G, tapi di media itulah yang di gembar gemborkan.

    Contoh kasus saya sendiri, pernah ” diwawancara” seorang aktivis sosial media terkait pekerjaan dan prestasi saya, dan tanpa konfirmasi dari saya, ketika tulisan muncul di media digital, ternyata ada beberapa hal agak di lebih-lebihkan.

    Terkadang kemampuan jurnalis/narasumber Indonesia untuk menginterpretasikan suatu hal yang sifatnya teknis/ilmiah masih memang agak kurang, ditambah karakteristik masyarakat Indonesia yang mudah di-ninabobokan dengan sesuatu yang sifatnya “wah” yang mendorong hal ini terjadi.

    Tapi selain itu memang ada beberapa orang Indonesia, terutama yang bermukim di luar negeri, yang melebih-lebihkan pencapaiannya, hal ini juga di dukung oleh karakteristing orang Indonesia juga yang mengagung-agungkan semua hal yang berkaitan dengan “luar negeri”.

    XXXXXX

    Ysh Mas Adhi,

    Itu bukan kata media kok Saat ngaku moninasi Nobel. Itu pengakuan nyata sdr TI di TV ONe Yang rekamannya ada di YouTube. Itu benar2 pengakuannya kok.

    Salam tabik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s