“Kamu dapat apa Ferizal dukung Anies?”


“Kamu dapat apa Ferizal dukung Anies?”

Iya, aku die hard Aniesers, itu benar. Hanya aku sering bingung dengan mindset masyarakatku sendiri; orang Indonesha. Saat aku dukung Anies Baswedan dengan segenap dedikasiku, kenapa banyak berpikir aku akan memintan imbalan posisi dan materi?

Sebelum aku jawab ijinkan aku bercerita kecil:
Makin lama aku di Eropa semakin yakin ada beda antara Individualis masyarakat Eropa dan Egoisnya masyarakat kita.

Di Eropa orang individualis dalam bersikap, berpikir dan mengambil keputusan. Mereka tidak ragu untuk berbeda sendiri dalam komunitasnya. HANYA mereka tidak se-Egois kita dalam urusan materi. Mereka terbiasa untuk membangun struktur jejaringan sosial dalam urusan materi dan membayar pajak dengan ikuti aturan (jarang curang) yang besarnya na’udzubillahimindzalik. Bisa hampir setengah dari penghasilan anda untuk pajak demi membangun masyarakat yang sejahtera bersama 😀

Nah, di kita orang itu tidak individualis. Orang itu harus kelihatan seragam. Klo dia punya cara pikir yang beda sendiri dibilang ora ilok. Orang takut keluarkan pendapatnya yang berbeda (meskipun diucapkan santun) karena takut sakiti orang lain. Tapi dalam urusan materi dan orientasi materi apalagi urusan uang, hijaunya minta ampun. Egois banget yang semuanya langsung diukur oleh untung rugi materi. Kalau urusan uang akan amat greedy sehingga korupsi, kolusi dan Nepotisme adalah budaya yang jamak.

Dari sinilah aku akhirnya meskipun JENGKEL jadi sangat paham dengan latar belakang pertanyaan orang ke aku yang beribu2 kali ku dengar dari berbagai macam orang:

“Kamu dapat apa Ferizal dukung Anies?”

Kuberitahu yah, aku dukung Anies karena aku percaya dia adalah orang yang tepat mewujudkan idialismeku buat Indonesia. Aku kenal Anies bukan kemarin sore dan kita pernah bersama2 di masa2 genting dan aku tahu betapa teguh dan beraninya dia memegang prinsip bahkan di saat ancama maut di depan mata. Jadi, aku dukung Anies dengan Ikhlas 100% karena aku melihat sendiri integritasnya hingga hari ini.

Kenapa kok bisa begitu mudah Ikhlas tidak berharap apapun?

Dikarenakan aku hidup disini belasan tahun di alam yang masyarakatnya TIDAK EGOIS dalam urusan materi. Aku disini belasan tahun menghabiskan uangku untuk bayar pajak yang besarnya na’udzubillahimindzalik demi membangun masyarakat yang sejahtera bersama. Masyarakat yang terbiasa dalam solidaritas sosial. Semua melakukan itu disini dan ini sistem yang biasa saja.

Itu sebabnya aku awalnya sering bingung kenapa kok pertanyaan kalian semua begitu egois itung-itungan materinya. Hanya sekarang aku bisa tahu jawabnya saat aku bisa bedakan antara orang yang Individualis dalam bersikap dengan orang yang Egois dalam mencari keuntungan.

#dariTepianLembahSungaiElbe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s