Silhouette Dokter Jantung!


Silhouette Dokter Jantung!

(Cerpen dari seorang sahabat, kutulis dalam coretanku)

Kuterima telpon diujung sana, dia marah2. Konsultan Yuniorku gementeran. Kuputuskan sambut telponnya. Angkuh dan Amat Dingin penuh mendikte. Seakan dia adalah yang terpenting, dan dalam tekanan intonasi marahnya dia tuduh Tim Ku telah melakukan kesalahan besar yang mengganggu pekerjaannya.

Bukan cuma itu, ditulis di System InterLink Communication kita, dia ndak puas, lalu dengan Alert: RED sehingga dibaca oleh CIO (Chief of Information Officer) diposting. Transfer gaji ke seluruh Dokter seklinik tidak bisa approved karena sistemnya rusak. Semua ketakutan!

Kudengarkan tenang semua kemarahannya lengkap dengan penekanan intonasi kalimat angkuhnya. Awalnya aku ingin menyelesaikan masalahnya melalui remote system dan tele conference, tapi aku tahu ini client VIP-ku. Seorang Kepala Klinik Dokter Bedah Top yang legendaris meskipun masih “muda”. Kuputuskan aku temui saja langsung. Semua janji meeting kubatalkan. Aku segera datang ke kantornya!

Sebelum ketemu dia, ingat Sun Tzu, kenali “lawan” atau kenali lah client VIP-mu. Database tentang dirinya kubuka: Dokter Lulusan Universtät Heidelberg (Top Kedokteran Jerman), Spesialis Jantung di Cambridge Medical School dan Bedah Jantung di Johns Hopskins University. Pantesan sak karepe dewe ngomyang! Dia pikir dia super star, tetapi iya dia super star.

Bertemu pandang di ruangnya. Dalam jubah putihnya, rambutnya panjang pirang, bola matanya hijau dengan bibir merona merah. Cepat kutaksir: usianya sekitar 3 tahun diatasku. Silhouette wajah nan aiuyyyuuuu bertaut angkuh. Khas wajah ningrat Eropa dan memang ningrat karena ada kata “von” di namanya.

“Ini sistem pembayaran rusak dan tidak betul!”, katanya amat dingin.

Aku tahu SFRIM sistem payment banking yang kita pakai itu sering TIDAK stabil, databasenya sering tidak bisa diakses. Bisa juga integrasi dengan SAP Standard Software-nya yang ndak betul. Ada 1.001 penyebab, dengan client VIP secerewet ini pantes aja pada keder 😀

Cuma 5 menit, aku ahhhh… dalam hati, ingin teriak. Ternyata dia lupa masukkan Kode Transaksi terkait: Konfirmasi dan Setuju! AMAT SEPELE sekali. Hanya butuh 3 menit selesai, karena dia lupa, karena tidak terbiasa.

Aku tahu dia gelisah atas keteledorannya. Kutangkap rasa tidak nyaman dan suasana berdua amat sunyi, suasana amat tidak enak. Ini adalah “perseteruan” prestise dan intelejensia berpadu dengan politik perkantoran. SEPELE tapi amat sangat sensitif. Tenang, kutulis di System InterLink Communication report:

“Setelah berdiskusi intens, kami berdua berhasil mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi atas permasalahnya dan approval transfer gaji berjalan lancar!”

Cepat sang CIO yang tampaknya memantau dalam detik itu juga membalas dengan simbol senyum: “Super!, Vielen Dank!”

Sang Dokter Bedah cantik tampak lega. Aku membuat report yang membuat dia tidak terlihat gagap di IT.

“Ah, dokter jangan khawatir kami tahu IT itu benda asing untukmu apalagi Software SAP (SAP = Setan Aja Pusing 😀 ). Ini tidak ada hubungannya dengan pandai, accept bahwa IT itu sesuatu yang asing. Ndak usah khawatir”, —kataku kalem membuat dia jadi nyaman.

Lalu perlahan kutanya dia, jika ada waktu ijinkan aku mengajarkan kembali sedikit yang penting2 yang perlu diketahui serta akan kubuatkan “guideline” untukmu sehingga tidak lupa.

Dia mengangguk pelan. Mulailah dia kuajarkan. Aku tahu aku adalah seorang dosen yang baik. Aku amat yakin betul dengan kemampuanku dalam mengajar baik B. Jerman atau B. Inggris. Aku bisa mentransfer masalah sesulit apapun dalam pilihan kosakata yang amat mudah dipahami dan akurat.

Sang Dokter Bedah pun tertawa senang melihat dia merasa detik itu juga Ekspert dengan Integrasi SFIRM dan SAP. Pujian keluar darinya. 1 jam ndak terasa kami berdua. Bukan sebagai pasien ke dokternya, bukan sebagai konsultan ke kliennya, tapi seperti dosen dengan tenang kukontrol dan kudikte sang dokter bedah yang brilyant itu sehingga paham, dan kutransfer pengetahuan terbaik untuknya. Dia harus tahu bahwa aku konsultan yang brilyant yang masalah seperti apapun pasti akan terselesaikan. Pesan itu kupastikan sampai padanya, dan kuyakini dia menangkapnya dengan jelas.

Selesai! Dia tersenyum terkulum senang penuh percaya diri memegang semua dokumentasi yang kubuat dan kuajarkan padanya.

Berdiri bersalaman penuh pride dan dignity. Kutatap matanya dengan tenang. Dia tatap mataku dengan jernih. Tersenyum…

“Apakah kamu punya klien lain? Aku makan siang sendiri, maukah kamu makan siang denganku nanti?”, begitu tawarnya padaku.

#dariTepianLembahSungaiElbe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s