Misi: Berjuang Membangun Dual-System di SMK Indonesia


Misi: Berjuang Membangun Dual-System di SMK Indonesia

Hari itu bulan April 2016 hampir 1 tahun silam. Pak Jokowi ke KBRI Berlin bicara tentang pentingnya Indonesia mengikuti jejak Jerman untuk membangun sistem pendidikan Vokasi terbaik di dunia.

Untuk diketahui bahwa sistem Berufschule Jerman (selevel SMK kita) itu menerapkan Dual-System yang menyebabkan tenaga trampil skill-nya terbaik di dunia. Dual-System adalah sistem pendidikan dimana 50%nya si siswa belajar di sekolah dan 50% praktek di industri. Ijasah Ujian akhirnya adalah Sertifikasi Kompetensi yang dikeluarkan bukan oleh sekolah, melainkan oleh IHK (Kamar Dagang dan Industri-nya Jerman). Tradisi pendidikan Dual-System ini di Jerman telah berlangsung selama 650 tahun.

Sesaat sebelum Acara pertemuan masyarakat Indonesia di KBRI Berlin dengan Pak Jokowi dimulai, tiba-tiba telpon berdering di HP saya. Terlihat no Jakarta, di ujung sana dengan sopan seseorang memperkenalkan diri:

“Selamat Siang Waktu Jerman Pak Ferizal. Saya sekretaris Mendikbud. Mohon bapak terima telpon dari Pak Mendikbud Anies Baswedan. Beliau ingin bicara langsung dengan Bapak”

Beberapa saat kemudian, suara yang amat kukenal bicara:
“Zal, Pak Jokowi ingin SMK kita menjadi terbaik di ASEAN. Bapak (Pak Jokowi, red) ingin Pasar Ekonomi ASEAN nanti tenaga kerjanya diisi oleh tenaga-tenaga trampil lulusan SMK kita. Jerman adalah referensinya untuk mewujudkan itu. Bantu kami Zal. We need you!”

“Tolong segera wujudkan cepat karena ini adalah Visi Besar Bapak! (Pak Jokowi). Aku (Anies, red) akan ke Jerman secepatnya untuk realisasikan ini!”, begitu kata Anies.

Segera aku tanggap menjawab pendek (kira-kira): “Jawoll!, zu Befehl! Siyap! Segera laksanakan Perintah!”

Saat itu juga setelah mendengar ceramah Pak Jokowi di KBRI yang menginspirasi, aku berkordinasi dengan Pak Atikbud kala itu Prof. Agus Rubiyanto​, agar kami di Jerman bisa bahu membahu membangun fondasi bagaimana membuat Sekolah Kejuruan (SMK) kita sehebat Berufschule Jerman.

Segera para Pakar Berufschule pun kusambangi dari satu kota ke kota lain untuk belajar apa itu Berufschule Jerman dengan Dual-Systemnya. Dari Pakar di Hamburg, ke Schwerin, lalu ke Berlin, lalu ke Pakar Berufschule di Frankfurt serta Stuttgart. Semua informasi tentang Dual-System yang buat Indonesia terlihat asing, kupelajari dengan tekun. Draft Business Blueprint kubuat dan disampaikan ke Anies Baswedan​.

Lalu kukontak Anies:
“Bro, tolong luangkan waktu jenengan ke Jerman untuk melakukan kerja sama Dual-System ini paling tidak 5 hari. Ini program sulit dan serius. Jenengan tidak bisa berkunjung pendek ke sini. Kita harus matangkan persiapannya dan di Jerman pastikan jenengan punya waktu cukup untuk menghubungi simpul-simpul Dual-System Jerman sehingga bisa kita customizing di Indonesia”.

Ringkasnya tepat kurang dari 2 bulan kunjungan Pak Jokowi ke Jerman, Anies pun segera dengan Tim terbaiknya berangkat ke Jerman untuk realisasikan visi besar Pak Jokowi. Anies membawa rombongan Tokoh-Tokoh Kunci Kemendikbud, juga dilibatkan Bapenas sebagai Lembaga Perencanaan Negara serta juga Wakil dari Pimpinan Pusat KADIN Indonesia. Tim ini diharapkan akan solid membangun landasan Dual-System di Indonesia.

Saat yang sama di Jerman, kami Tim IASI (Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia Jerman) yang kebetulan aku saat itu Ketua Umumnya berjibaku bersama Pak Atikbud Prof. Agus Rubiyanto pun berusaha mendesain simpul-simpul Dual-System Jerman:
1. Pihak Pemegang Kebijakan Dual-System Jerman yaitu BIBB
2. Pihak Berufschule Groß-Gerau Jerman
3. Pihak Kadin Jerman di IHK Trier dan IHK Hamburg
4. Pihak Industri Jerman di Trier dan Hamburg
5. Pihak Lembaga Ahli Jerman SES

Jadi lengkap Kerja Sama yang dirumuskan oleh Anies untuk wujudkan visi besar Pak Jokowi. Dari mulai belajar ke pemegang kebijakan Berufschule yaitu BIBB, lalu lihat proses belajar mengajar langsung di Berufschule Groß-Gerau, kemudian belajar memahami Lembaga Penilaian Kompetensi Berufschule yaitu dari IHK Trier dan IHK Hamburg, lalu belajar langsung proses magang para pelajar di Industri Jerman dan juga tidak lupa berdiskusi dengan Tim Ahli Jerman SES untuk Asistensi mewujudkan Dual-System di Indonesia.

Dari hari ke 0, mendarat di Bandara Frankfurt langsung saat itu juga sudah meeting marathon sampai hari terakhir kunjungan. Padat dan terstruktur rapih. Praktis tidak ada waktu istirahat kecuali di akhir kunjungan mendapatkan undangan kehormatan dari Airbus Hamburg untuk berkunjung di proses manufacturing pembuatan Mega Jumbo Jet A380.

Anies pun sukses besar mendapatkan komitmen dan bantuan dari pihak Jerman. Salah satunya SES (Senior Experten Service) Jerman membuat komitmen akan mengirimkan 650-an ahli Jerman ke Indonesia untuk membantu terwujudnya Program Dual-System di Indonesia. Menariknya komitmen bantuan 650 ahli itu diberikan secara relatif GRATIS! Alias dengan biaya yang nyaris minimalis dikeluarkan oleh Indonesia.

Selain itu Berufschule, IHK dan Industri Jerman pun siap menjadi tempat Magang Para Guru-Guru SMK kita yang nanti kelak akan mengajarkan Dual-System.

Berikut beberapa repotase tentang hal ini, misalkan dari Deutsche Welle Jerman:
1. http://www.dw.com/id/mendikbud-anies-baswedan-jerman-dan-indonesia-punya-filosofi-sama/a-19369301
2. http://www.dw.com/id/mendikbud-anies-baswedan-jajaki-kerjasama-pendidikan-vokasi-di-jerman/a-19365254

Di penghujung perjalanan saya ingat betul Anies bicara ke saya: “Zal, ini harus cepat kita wujudkan. Visi Pak Jokowi ini akan membuat kita nanti di pasar Ekonomi ASEAN bukan cuma penonton. Aku (Anies, red) minta kita semua segera berjibaku”.

Sebagai wong Cilik aku hanya bisa mengangguk bilang: “Jawoll, zu Befehl!”

Sayang 2 minggu setelah itu malah Anies diganti oleh Pak Jokowi. Jadilah, rencana awal Anies tidak bisa diwujudkan. Sesungguhnya ini adalah sebuah rintisan yang amat hebat untuk fondasi membangun Dual-System di Indonesia. Semoga saja jika Anies mendapatkan amanat jadi Gubernur DKI bisa mewujudkan Dual-System di SMK Negeri dan MA Negeri DKI sehingga ini menjadi reference model Dual-System di Indonesia.

Hanya meskipun Kemendikbud sudah bukan dipegang Anies, IASI tetap berkomitmen tinggi membantu program ini. IASI pun telah mengirim semacam Proposal untuk membantu Bapak Muhajir Mendikbud yang sekarang untuk memperjuangkan terwujudnya Dual-System di Indonesia.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ferizal Ramli

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s