Sebuah Permata meskipun dilempari Jutaan Lumpur Fitnah tetap saja akan cemerlang jernih seperti Permata!


Sebuah Permata meskipun dilempari Jutaan Lumpur Fitnah tetap saja akan cemerlang jernih seperti permata!

Permintaan Maaf dari sdri Nina Kentjana Ningrat Sani yang menyesal telah MENFITNAH Anies Baswedan sekaligus TESTIMONI-nya atas perjuangan Anies Baswedan membangun Good Corporate Governance di Kemendikbud.

—————————-
Sdri Nina Kentjana Ningrat Sani dari Pegawai Kemdikbud mengajukan Permohonan Maaf atas Beredarnya Berita Fitnah Korupsi yang dia sebarkan untuk menjelek2an Anies Baswedan.

Dalam pernyataan tertulisnya, Nina menekankan rasa penyesalan dan tidak akan mengulangi hal itu.”Saya minta maaf kepada Kemendikbud, Bapak Anies dan beberapa pihak yang terimbas dari berita itu,” tutur Nina.

*SURAT PERNYATAAN*

Pada hari ini, senin tanggal dua puluh tujuh bulan Februari tahun dua ribu tujuh belas (27 Februari 2017) pukul 12.00 WIB di Gedung B Lantai 2 Itjen Kemendikbud, saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan penyesalan atas beredarnya berita viral yang menyudutkan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Bapak Anies Baswedan, dan beberapa pihak lain yang terimbas oleh pemberitaan tersebut. Pemberitaan dimaksud sesungguhnya merupakan rangkaian chating saya di grup WA (dihitamkan) lalu ada pihak yang mengedarkan ke pihak lain (sosial media) tanpa seijin saya dan saya ketahui kemudian adalah (dihitamkan) mengirim ke (dihitamkan) WAG dan (dihitamkan) mengirim ke (dihitamkan) (WA grup), di mana yang tadinya sama sekali tidak ada identitas nama dan biodata saya, setelah beredar tercantumkan identitas saya secara lengkap dan menjadi viral di sosmed antara lain di infomania, KompasNKRI, Jakarta Asoy, facebook dan berakibat menyerang karier saya selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bersama ini juga saya Dra. Nina Kentjana Ningrat Sani, MM, NIP. 195708191984032001, Jabatan Fungsional Auditor Utama, Pangkat/Golongan Pembina Utama Madya/IV/d pada Inspektorat Jenderal Kemendikbud menyampaikan klarifikasi saya terhadap tulisan yang mengatasnamakan saya dan disebar ke berbagai sosial media sebagai berikut:

1. TIDAK BENAR bahwa Pak Anies mengangkat teman-temannya sebagai pejabat. Semua pejabat yang diangkat di lingkungan Kemendikbud melalui proses seleksi yang ketat dan terbuka. Panitia Seleksi pun berisi orang-orang baik dan berintegritas serta dipimpin Pak Erry Riyana Hardjapamekas yang pernah memimpin KPK. Bahkan tidak ada satu pun pejabat eselon 1 yang merupakan kawan lama Pak Anies, semua adalah peserta seleksi yang mayoritas adalah pegawai karier di lingkungan Kemendikbud.

2. Saya tidak pernah mengenal pejabat yang ada di Ring 1 Presiden yang bisa mengusulkan apakah Pak Anies menjadi Mendikbud atau Mensesneg. Saya hanya auditor biasa.

3. Mengenai kinerja Pak Anies, sebaiknya diperiksa ke lembaga-lembaga seperti BPK dan KemenPAN-RB, Ombudsman. Mereka menggunakan ukuran objektif untuk menilai kinerja kementerian.

4. TIDAK BENAR informasi bahwa Pak Anies membawa staf ahli sebanyak 60 orang. Saya tak pernah mengutarakan hal ini dan tidak masuk akal. Ruangannya saja tidak akan ada. Apalagi itu jelas melanggar karena jumlahnya janggal dan menyalahi Peraturan Presiden No. 7/2015 Tentang Organisasi Kementerian Negara di Bab VII, Pasal 68.

5. Dengan ketidakakuratan mengenai jumlah staf ahli ini, maka informasi yang terkait dengannya menjadi TIDAK BENAR pula. Termasuk mengenai barang-barang inventaris negara, seperti laptop dan kendaraan. Karena memang pada kenyataanya saya tidak mengetahui fakta yang sebenarnya.

6. Mengenai kantin Kemendikbud, tidak pernah ada hubungan dengan adik Pak Anies.

7. Mengenai penerbitan buku, itu semua sudah sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku di lingkungan Kemendikbud. Buku tersebut bukan hasil karya tulis pribadi menteri atau pribadi lain, buku itu adalah karya instansi Kemendikbud yang bisa direvisi dan diterbitkan kapan saja oleh instansi Kemendikbud.

8. Mengenai Tunjangan Profesi Guru (yang bukan anggaran kemdikbud, tp anggaran transfer daerah di Kemenkeu) justru inisiatif untuk merevisi anggaran dan tidak mencairkan anggaran yang kelebihan itu datangnya dari Kemendikbud yang saat itu dipimpin Pak Anies. Surat Kemendikbud tersebut telah dikirim oleh Sekjen Kemdikbud ke Kemenkeu, lalu Kemenkeu menindaklanjutinya sesuai dengan surat Kemdikbud.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, sekali lagi saya menyampaikan penyesalan dan tidak akan mengulanginya kembali, serta menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Bapak Anies Baswedan, dan beberapa pihak lain yang terimbas oleh pemberitaan tersebut.
Demikian pernyataan ini saya buat dan saya tandatangani dengan sesungguhnya, tanpa ada tekanan maupun paksaan dari pihak mana pun.

Jakarta, 27 Februari 2017
Yang menyatakan

Nina Kentjana Ningrat Sani

Sumber: Jawa Pos
http://www.jawapos.com/read/2017/03/01/113074/auditor-kemendikbud-itu-akhirnya-minta-maaf-kepada-anies-baswedan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s