Diksar Pencinta Alam yamng keren!


Diksar Pencinta Alam yamng keren!

Diriku ini lulusan Diksar Pencinta Alam. Aku itu ikut Latihan DIKSAR malah keren banget deh yaitu MAHAMERU Teknik Pertambangan UPNVY. Hebatnya tidak ada tuh kaki saya bonyok2, luka yang berbahaya, bahkan tidak ada kekerasan kontak phisik langsung yang aku terima.

Padahal bisa anda banyangkan ini fakultas “SUPER MACHO” di Universitas Super Macho juga (Universitas di bawah Departemen Pertahanan dan Keamanan kala itu) yaitu Fakultas Teknik Pertambangan UPNVY yang dulu tradisinya Militeristik adalah kebiasaan.

Hanya aku merasa semua2nya saat Diksar amat menyenangkan. Aku belajar banyak disana: P3K, Membaca Peta Navigasi, Latihan SAR, Survival, Turun Tali, Naik Tebing, dll. Luar biasa sensasi kerennya dan ilmu survival yang kudapat.

Padahal dikarenakan kebiasaanku mbeling maka aku sering dihukum, tapi luar biasannya hukumnya itu bareng2 dijalankan, dengan si Pembina. Si Pembina suruh saya push up 50 kali (istilah kami para Petambang bahasanya hukum “Border!” atau hukumnya terberat). Si Pembimbing temenin push up. Diadu! Aku jelas kalah dengan dia dalam push up, lalu semua ketawain aku yang letoy dalam push up..

Kami belajar survival ternyata si pembimbing lakukan hal sama; sama2 tidak makan dan minum. Sama2 dia rasakan penderitaan ini. Jadinya dari sini terukur tingkat bahayanya bagi peserta diklat karena pembimbingnya melakukan hal sama.

Dalam pelajaran teori selalu dingatkan: Anda disini kami didik untuk jadi Tim SAR bukan malah anda yang harus ditolong oleh Tim SAR. Jadi, pelajari semua ilmu membaca peta, dll. dll. Anda lulus dari Diksar ini untuk jadi penyelamat kemanusiaan bukan malah anda harus diselamatkan oleh SAR. Jangan sombong dan bersahabat lah dengan semua: alam dan teammu!

Saat itu aku merasa betapa bahagia dan bangganya ikut Diksar Mahameru Teknik Pertambangan UPNVY.

Amat lama aku berpikir semua Latihan Diksar Pencinta Alam sama bahagianya dengan aku yang pernah ikut Diksar Mahameru Teknik Pertambangan UPNVY je. Ternyata banyak diksar pencinta alam berakhir dengan tragedi… 😦

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ps.
Tulisan ini kudedikasi buat sahabat2ku yang menginspirasi: Bang Lega Embunturun, Hestu Priyohutomo, Bang Budi Darmanto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s