Doaku buat Umar Anggoro Janie dan Adi Sasono


Doaku buat Umar Anggoro Janie dan Adi Sasono
Aku butuh Berdoa buat seseorang yang menginspirasi dalam hidupku!

Di lewat pertengahan Tahun 94-an klo ndak salah, aku lupa persisnya. Dalam kemiskinan amat papa saat kuliah, aku harus terseok2 bayar SPP-ku yang mahalnya sebenarnya tidak seberapa, dulu kampusku bernama di U-niversitas G-ndeso M-erakyat (entah hari ini apakah kampus itu sudah berubah nama?)!

Dalam kesulitan yang boro-boro bayar SPP, lah wong untuk makan wae susah. Lah wong untuk kost wae harus nomanden numpang tidur di kost teman satu ke kost teman lainnya kok.

Sudah berkali-kali aku nunggak SPP dan ini berbahaya sekali posisiku. Lalu ingat lah aku ada seorang Ilmuwan hebat yang menginspirasi dan idialis yang sering kunikmati paparannya dalam seminar di Gedung UC UGM yaitu Dr. Umar Anggoro Janie. Sempat ngobrol dan penuh nasehat sejuk.

Dalam kepanikanku amat sangat, aku nekat datang ke Gedung Pusat Antar Universitas PAU UGM, aku beranikan diri temui beliau disana. Beliau saat itu ketua PAU. Kuceritakan bahwa aku butuh uang, untuk bayar SPP. Aku ingin pinjam uang beliau.

Pak Umar dengarkan semuanya dengan tenang sambil bertanya amat serius tentang diriku (beliau mungkin perlu selidiki apakah aku jujur dengan persoalanku). Namun ada 1 hal yang membantu posisiku, selain blio sedikit kenal aku karena aku Pimpinan Pusat Senat Mahasiswa UGM kala itu, blio juga tahu aku dekat dengan (alm) Pak Adi Sasono. Pak Umar sendiri dengan Pak Adi Sasono bersahabat. Persahabatan sejati dua tokoh yang amat baik yang nyaris sempurna.

Jadilah, disepakati besok ketemu lagi. Kata beliau: “Mas, “Menteri keuangan”-nya adalah istri di rumah. Jadi saya (Pak Umar, red) harus minta ijin dulu untuk hal ini”.

Besoknya ketemu lagi. Pak Umar memberi amplop sambil berpesan: “Ini semua tunggakan SPP-mu dibayar. Lalu sebagian untuk uang jajanmu. Jangan lupa segera selesaikan kuliahmu!”

Aku senyum suka cinta dan janji akan kembalikan pinjaman itu secepatnya jika sudah punya kelonggaran rejeki, kataku meyakinkan (meskipun aku sesungguhnya tidak yakin bisa mengembalikannya). Pak Umar seperti biasa cuma senyum tipis dan teduh melihatku suka cita.

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Aku belum bisa kembalikan hutangku. Setelah lulus kuliah aku sibuk bergelut untuk segera dapat kerja. Lalu dapat lah kerja di MNC Jepang di Cilegon. Lumayan posisi cukup tinggi dan cukup punya uang sesungguhnya untuk mengembalikan. Sayang kesempatan mengembalikan tidak pernah ada.

Baru tahun 1999 aku balik ke UGM lagi, malah sempat juga jadi Staf Pengajar Honorer di Diploma Ekonomi UGM. Nah, itulah kesempatanku bertemu Pak Umar kembali untuk selesaikan hutangku. Istriku juga mengingatkan agar aku kembalikan hutangku.

Kucari beliau di Fakultas Farmasi. Ketemu! Lalu kuberikan amplop yang berisi hutangku dulu kepada beliau dan tidak lupa kuberikan titipan tanda mata dari istriku berupa dasi untuk beliau.

Beliau awalnya lupa, tapi begitu kuingatkan kembali maka tertawalah lepas. Baru kali itu aku lihat beliau tertawa lepas. Biasanya bawaannya kalem sekali.

Tenang beliau bilang: “Mas, amplopnya saya (Pak Umar, red) terima untuk tanda bahwa hutang-piutang kita lunas tetapi saya kembalikan lagi pada anda karena saya dan istri sudah ikhlas dan senang melihat anda sukses. Jadi, terima kembali amplop anda. Hanya hadiah dari istri anda, saya terima dengan senang hati!”

Aku pun cium tangan beliau, ucapkan terima kasih dengan haru sambil berpisah kuucapkan salam perpisahan.

Hari ini, pada Jumat ini, aku harus mengucapkan salam perpisahan untuk yang terakhir kalinya untuk selamanya pada beliau. Aku akan berdoa untuk beliau dan sulit untuk tidak menahan air mata ini menetes.

Semoga Pak Umar bertemu dengan Pak Adi yang telah mendahului di dalam dekapan Rahmat Allah SWT. Aku bener-bener berdoa karena telah belajar arti kata: “inspirasi” dan “ikhlas” itu.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

https://news.detik.com/berita/3405893/mantan-kepala-lipi-umar-anggara-jenie-meninggal-dunia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s