Wanita itu sebaiknya tidak selamanya jadi Ibu RT


Wanita itu sebaiknya tidak selamanya jadi Ibu RT

Ibu Rumah Tangga itu profesi terhormat, tapi… ini ada tapinya! 🙂

Harus dipahami menjadi Ibu Rumah Tangga itu tidak selamanya optimal. Benar, dedikasi Ibu Rumah Tangga tidak tergantikan perannya terutama menjadi Ibu dalam mendidik generasi penerus; penerus kemajuan dan peradaban. Hanya, peran ini tidak selamanya optimal bagi wanita.

Peran Ibu terutama pada anak-anaknya yang masih bayi dan sampai dengan balita amat sangat dominan menentukan baik atau tidaknya sebuah generasi bangsa. Hanya tidak lama selepas balita sampai dengan pra remaja, peran itu sesungguhnya sudah berkurang.

Mereka sudah tidak boleh sepenuhnya dilindungi, melainkan mereka sudah mulai belajar sendiri. Peran Ibu sudah fokus menjadi pendidik dengan keteladanan dan kasih sayang. Peran Ibu bukan lagi sebagai Ibu seperti si anak masih bayi atau balita yang hampir sepenuhnya waktunya tersita melindungi buah hati.

Saat mereka remaja, peran Ibu sudah jauh berkurang esensinya dalam melindungi anaknya. Ibu “cuma” menjadi sahabat bagi si anak yang dalam banyak hal si anak mulai harus mandiri mengembangkan jati dirinya sendiri. Si Ibu cukup mengawasi, memberi tahu dan menjadi curhatan hati saat si anak belajar memahami dunia.

Saat anak sudah dewasa maka peran si Ibu benar-benar berkurang sekali. Nah, jika wanita cuma menjadi Ibu RT maka eksistensi wanita akan krisis di titik ini. Jika anda menikah umur 25 tahun dan punya anak di usia 27-33 tahun maka di umur 50 tahun peran anda sudah idle capacity! Anak-anak anda sudah nyaris tidak butuh banyak bantuan anda. Eksistensi anda para wanita akan berbahaya sekali di titik ini. Masak anda akan menghabiskan hari2 anda tanpa karya sambil menunggu mati?

Itu artinya, anda di usia 50 tahunan sudah “mati” padahal saat itu anda masih penuh vitalitas. Apalagi jika anda sudah tidak menarik lagi secara phisik membuat suami anda seneb melihat anda di rumah aja, lalu dia kawin lagi. Bisa hancur lembur diri anda. Sudah puluhan tahun mengabdi sebagai Ibu RT sekarang ditinggal dia ke bini muda. Ini namanya: Air Susu dibalas dengan Air Tuba! 😀

Saranku, jadi Ibu RT tangga dan fokus mendidik anak itu adalah profesi amat terhormat buat keluarga, masyarakat dan bangsa. Tapi ingat, itu tidak cukup. Anda harus tahu eksistensi peran itu manfaatnya dibatasi oleh waktu. Ada saatnya eksistensi itu jauh berkurang valuenya. Nah, sebelum itu terjadi maka anda harus siapkan diri anda sehingga anda tidak “mati” sebelum waktunya.

Buat para suami, anda semua harus bantu istri anda agar mereka tidak selamanya menjadi Ibu RT. Mereka harus anda dukung punya dedikasi selain menjadi Ibu RT; boleh bekerja, boleh wirausaha, boleh juga melakukan kegiatan2 sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Jadi, mereka tetap eksis sesuai dengan kapasitasnya.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s