Sekolah di Barat, Gazwul Fikri dan Kenapa Sesama Islam sering berantem…?


Sekolah di Barat, Gazwul Fikri dan Kenapa Sesama Islam sering berantem…?

Saat mau kuliah di Jerman lebih 15 tahun lalu, aku diwanti-wanti akan jahatnya ilmuwan Barat yang melakukan Gazwul Fikri, melakukan konsiprasi serta phobia terhadap Islam. Aku “dilarang” baca-baca buku2 barat yang bisa menyesatkan Imanku. Sempat cukup lama aku terpengaruh dengan Doktrin Gazwul Fikri ini. 😀

Tapi lama2 sadar karena aku sekolah disini, bernafas disini dan berkompetisi dengan orang2 Barat disini, di kandangnya. Aku tahu Gazwul Fikri itu cuma mitos yang dihembus2kan para orang Islam karena ndak siap dialektika dengan mereka.

Lah wong orang Jerman, para Professor-ku yang karena kadang2 aku iseng ambil mata kuliah filsafat atau sosialogi atau kadang aku ikuti diskusi Islamic Studies, mereka itu ndak pernah salah2kan Islam dll, —tidak seperti tuduhan yang kuterima oleh ustadz2 ku dulu tentang Gazwul Fikri.

Mereka para intelektual Barat (Jerman) santai aja memaparkan penelitiannya. Basis berpikirnya Skeptis terhadap kebenaran doktrin yang mistis dari agama manapun. Jika ada doktrin mistis (terserah dalam agama apapun): Misalkan untuk jaga moral harus lalukan A, maka mereka yah langsung riset secara empirik dan metodologis. Benarkah omongan doktrin agama itu?

Setelah itu hasil risetnya dipaparkan! Lalu riset yang sudah tervalidasi dari berbagai aspek akan dijadikan teori untuk dikembangankan dalam riset yang baru.

Salah satu kelebihan para ilmuwan Barat, mereka seringkali melengkapi perdebatan tafsir filosofis tentang ayat2 Tuhan dengan bukti2 sejarah dan antropologis.

Jadi, saat berdebat ayat2 Tuhan yang multi tafsir yang klo umat Islam ndak selesai2, yang biasanya berakhir dengan minimal saling tafir2kan atau malah bisa berakhir dengan perang maka orang Barat dengan santainya buat riset sejarah dan antropologis.

Orang Barat ndak perlu harus berdebat berbusa2 tentang Cerita Firaun misalkan yang katanya di Kitab suci mati tenggelam di Laut Merah. Dia cukup melakukan otopsi terhadap mayat Firaun dan hasil otopsi mengatakan Firaun tidak mati karena tenggelam tapi karena penyakit. Begitu cara mereka meng-counter perdebatan tentang tafsir.

Anda boleh setuju atau tidak dengan pendekatan metodologi mereka dalam memahami dan menguji ayat-ayat mistis Tuhan. Tapi obyektifitas mereka terhadap Ilmu tidak diragukan sehingga tuduhan Gazwul Fikri atau Teori Konspirasi atau Islam Phobia untuk jelekan Islam tidak terlalu relevan.

Pendekatan yang obyektif ini juga yang membuat Barat TIDAK pernah lagi perang dan berantem karena urusan perbedaan tafsir agama. Sayangnya yang seperti ini belum bisa dihindari dalam Islam karena miskinnya pendekatan Metodologi Ilmu dan kajian sejarah serta Antropologi dalam memahami ayat2 Tuhan, bahkan dalam banyak kasus justru ini dihindari dengan tuduhan sekular.

Jadinya di Islam saat perbedaan tafsir atas ayat Tuhan setiap orang akan mengklaim merasa paling benar menafsirkan kebenaran ayat-ayat Tuhan. Akibatnya, bisa saling bunuh untuk mengklaim kebenaran teologis ini: membunuh atas nama kebenaran Tuhan.

Saat bersamaan di Barat asyiknya lagi, orang Barat itu suka dengan keterbukaan ilmu dan kesiapan dikoreksi jika penelitaannya salah, sehingga terjadi dialektika menarik serta kita bisa ikuti dialektika itu secara terbuka. Itu dipublish dimana-2. Anda klo di Jerman bisa ikuti itu di ZDF, Phoenix, DW atau Arte. Kalau B. Inggris bisa BBC atau National Geographic, dll. Belum buku2 di perpustakaan yang bisa diakses dengan mudah tanpa biaya; cukup daftar jadi anggota.

Lah klo sudah seperti itu dimana Gazwul Fikrinya orang Barat jelek2in Islam? Lah wong pada dasarnya sikap mereka itu skeptis pada apapun dan ndak percaya dengan cerita2 Sim Salabin atau Kun Fayakun. Dikarenakan ketidakpercayaannya maka mereka akan riset jika ada klaim2 mistis kebenaran ayat2 suci suatu agama.

Jadi, jika ada yang mengklaim kebenaran Tuhan maka orang Barat itu yang dilakukan yah cuma meriset benarkah itu kebenaran Tuhan seperti yang diklaim di Kitab itu ada?

Klo hasil risetnya mengatakan bukan kebanaran Tuhan, yah bukan mereka sedang ingin Gazwul Fikri tapi memang itu lah sifat para ilmuwan: skeptis dengan klaim2 dari agama apapun mengganggap dirinya paling berhak menjalankan kebenaran Tuhan.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s