Ditipu Dosenku yang mereka juga tertipu


indonesia-for-sale

Ditipu Dosenku yang mereka juga tertipu😛

Saat aku kuliah di Yogya, aku menganggumi dosen-dosen Ekonomiku yang mereka para lulusan Amerika yang begitu PeDe memaparkan tentang bagaimana mensejahterakan bangsa Indonesia.

Mantra seperti Privatisasi BUMN, atau Apalah artinya milikki ESDM jika kita ndak bisa mengelolanya? Jadi sebaiknya kita undang asing investasi di ESDM kita biar bisa dieksploitasi bersama lalu kita belajar dari teknologi eksploitasi mereka. Termasuk pentingnya pasar bebas agar para pemain dalam negeri bisa bersaing lawan musuh-2 global. Dukung konglomerasi nasional agar jadi pemain besar bisa memang kompetisi lalu dengan “Tricle down effect” seluruh rakyat Indonesia menikmatinya.

Jargon-jargon yang saat aku tinggal di Eropa dan bernafas disini baru sadar ternyata dosen2 ku yang pinter di Univesitas The Best di Indonesia itu “para penipu” yang dia juga dulu saat kuliah di Amerika ditipu oleh para Professor2nya😛

Cobalah ditengok, puluhan tahun asing ekspolitasi ESDM kita apakah sampai hari ini kita dapat trasfer taknologi cara mengeksplorasi minyak atau tambang serta kuasai teknologinya? Toh catatan2 keberhasilan industri nasional amat minor sampai saat ini.

Sekarang, disini, aku tahu bahwa BUMN2 TOP itu penguasa dunia. Rumah Sakit yang punya standard salah satu terhebat di Eropa seperti UKE Eppendorf itu malah milik BUMD. Para pemain UKM lah yang justru produk2nya mengusai dunia yang membuat mereka sejahtera, bukan karena trickle down effect!

Disini, dibuat aturan main amat ketat untuk kepentingan dalam negeri dan berlaku secara internasional yang kelihatannya sepintas fair sehingga tidak bisa digugat WTO tapi sebenarnya amat sulit bagi asing masuk. Contoh: kebijakan pembatasan space pembuataan Supermarket yang membuat Penguasa Wallmart (yang mengambil margin untung karena bisa buka supermarket raksasa tapi di Jerman tidak memungkinkan) TIDAK mampu bersaing dengan raja Supermarkt Jerman seperti Aldi atau Lidl. Jadilah persoalan retail urusan perut rakyat tetap di kuasai pemain2 nasional. Dll, dll…

Termasuk juga BUMN-BUMN dijadikan instrusmen negara untuk menjamin kesehatan seluruh rakyatnya seperti perusahaan asuransi kesehatan AOK, TK, dll yang membuat seluruh rakyatnya mendapatkan jaminan kesehatan terbaik. Ini semua tidak bisa dilaksanakan untuk kesejahteraan rakyat jika BUMN-BUMN kita dijual.

Ini tidak ada urusan semata2 karena negara seperti Jerman kaya sehingga bisa melakukan hal ini. Nyatanya Amerika yang kaya ndak bisa toh menjamin kesehatan rakyatnya seluruhnya dengan kualitas bagus? Jadi, ini bukan semata2 negara kaya, ini lebih pada mindset berpikir membangun sistem: apa itu arti rakyat sejahtera.

Akhirnya, saat ini aku cuma bisa ngekek2 ketawa saat kutahu para dosen ku dulu yang begitu PeDE gagah Perkasa di ruang seminar atau kelas bilang: “Jalan Pedang Privatisasi” bagi kehebatan BUMN kita. Aku tahu aku ditipu dia, dan aku tahu dia tidak salah karena saat ngomong begitu dengan PeDe justru karena dia juga dulunya telah ditipu mentah2 oleh Professor yang dia puja…😀

Semoga adik-adik kelasku yang kuliah di bidang Ekonomi tidak lagi mengalami masa-masa jahiliyah: ditipu mentah2 oleh Dosen kebanggaannya saat kuliah sehingga mereka kelak saat menjadi orang besar; bukan orang besar yang tertipu😦

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ferizal Ramli

One thought on “Ditipu Dosenku yang mereka juga tertipu

  1. Setuju pak Ferizal. Di Indonesia kebijakan ekonomi sudah salah jalan sejak zaman-nya mafia Berkeley. Sekarang zamannya mafia ivy league (Harvard dkk). Para lulusan Amrik ini-lah yang menghancurkan ekonomi Indonesia dengan mindsetnya yang superkapitalis.

    Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin terhimpit.

    Sebagai pengusaha kecil, saya merasa sekali bahwa pemerintah tidak pernah membuat kebijakan yang mendukung usaha kecil dan menengah, semuanya dikuasai oleh konglomerat nasional dan asing. Yang kecil semakin disingkirkan.

    Bahkan di dunia startup digital yang begitu egaliter dan demokratis, kalau kita bukan dari circle yang itu-itu lagi: Ivy league grad, affiliated dgn perusahaan2 konglomerat yg itu2 lagi…. (sampe bosen nyebutinnya) gak bakal sukses…. pasti hancur sama yang modalnya gede…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s