Memindahkan Spirit Tradisi Fachhoschule dan Duales System Jerman ke Sekolah Vokasi UGM…


sv-ugm-01

Begitu berdiskusi dengan Pak Dekan SV UGM Dr. Wikan Sakarinto sesaat setelah beliau mendarat di Hamburg, aku menangkap kesan SV UGM benar-benar melakukan akselerasi yang amat cepat, solid dan terukur untuk mewujudkan visinya yang amat ambisius menjadi Sekolah Vokasi terkemuka di Asia.

Menurutku pribadi setelah sukses melakukan lawatan di Jerman maka SV UGM akan memiliki Unique Selling Point-nya luar biasa:
(1) Kerja sama dengan FH di Jerman baik untuk D4 (Sarjana Terapan) maupun S2 Master Terapan. Jadilah lulusan SV UGM memiliki degree (Bachelor dan ke depan juga Master) yang punya reputasi internasional.

(2) Kerja sama Industrial baik dengan Siemens, Lufthansa Technik, SAP University Alliance untuk membuka jurusan-jurusan yang dibutuhkan pasar industri. Jadilah program-program D4 yang amat dibutuhkan pasar seperti D4 MRO (Maintenance, Repair dan Overhaul), D4 Manajamen Logistik dan Transportasi, D4 Business Computing berbasis SAP bisa segara diwujudkan.

Aku ingat saat telekonferensi dengan Ibu Rektor UGM Prof. Dwikorita Karnawati herself (yang amat jelita🙂 ) beserta jajaran direkturnya pada bulan Januari 2016 yang lalu. Aku saat itu sebagai praktisi yang dimintakan pendapatnya oleh UGM. Kumohonkan dengan sopan khas lulus Universitas Ndeso Gadjah Mada tapi yah gaya ekspatriat khas Jerman yang rasionalis dingin tanpa tende aling-aling, kira-kira gini:

“Bu Rektor (ingkang jelita, tentu saja mengucapkan “ingkang jelita”-nya yah wani ne dalam hati lah secara lirih😀 ), mohon Program D3 di SV UGM semua DITUTUP. Itu program ra mutu dan program pendidikan para kuli. UGM, itu “universitas the best” kok mempertahankan program yang tidak visioner sama sekali. Biar D3 itu diserahkan ke Universitas lain saja, itu bukan tugas UGM”.

“Program D3 di UGM itu program jahiliyah dan para dosen yang ingin tetap mempertahankan Program D3 itu adalah dosen2 dari masa peradaban jahiliyah. Coba aja para Dosen-Dosen yang ngeyel mempertahankan Program D3 suruh anaknya kuliah D3 apakah mereka mau? Oleh karena itu, ndak usah didengar mereka itu Bu Rektor “.

“Jadi, hapus D3 ASAP lalu ganti semuanya dengan D4 (Sarjana Terapan). Selain itu buka Program Master Terapan ASAP kerja sama dengan Sekolah Pasca Sarjana UGM. SV UGM itu spiritnya harus seperti Fachhochschule-Fachhochschule di Jerman. SV UGM itu harus seperti FH Jerman yang menghasilkan para Praktisi High Skill tapi punya knowledge level Sarjana dan Master untuk jadi eksekutif di masa depan. SV UGM itu bukan mencetak lulusan D3 level mandor proyek”.

“SV UGM itu tugasnya mencetak “Kapten-Kapten” Industrialis masa depan. Itulah sesungguhnya tugas sejati SV UGM, sekaligus menjadi “trend setter” bagaimana mendidik Sarjana dan Master yang punya kemampuan praktis yang ke depannya akan diikuti oleh SV-SV Universitas dan Politeknik lainnya se Indonesia. Jadilah, indonesia akan memiliki SDM-SDM sarjana dan master praktisi handal di segala dimensi yang menjadi kekuatan industri kita mengusai pasar global”.

Bu Rektor kulihat cuma mesem-mesem aja melihat aku ngomong berbusa-busa. Mungkin pikir blio dalam hati bahwa aku kemlingthi tenin hahaha…😀

Tapi yang asyik dari Ibu Rektor saat blio utarakan Visinya untuk membangun “Corporate Teaching” dan “Lingkage Industry” yang merupakan gagasan amat visioner. Wah aku terpesona benar dengan visi beliau.

Jadi malu saat sadar diri ngomong dengan Ibu Rektor yang amat visioner je. Segera tanpa sadar aku dadi tersipu pada diri sendiri dan cepat mengutuk dalam hati: “walah aku ngomong berbusa-busa, jebule Bu Rektor memang visinya lewih revolusioner je…”😀

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ferizal Ramli

sv-ugm-02

sv-ugm-03

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s