Ekonomi Rakyat: Menjadikan Kecamatan sebagai simpul-simpul perekonomian


14523160_10209301177797843_6664640300416788897_n

Ketimpangan Sosial di Jakarta adalah masalah yang semakin serius. http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/02/oeejr9382-sandiaga-uno-sebut-ketimpangan-pembangunan-jakarta-belum-teratasi
Sandiaga Uno sebagai kandidat Wagub DKI menganggap ini masalah penting yang harus diatasi. Pengalamannya sebagai pengusaha menjadikan ini prioritas untuk membangun program untuk “mencetak” pengusaha-pengusaha baru di Jakarta yang berasal dari masyarakat bawah pada umumnya.

Ini juga salah satu visi Anies Baswedan saat bilang: “Jakarta berhak memiliki pemimpin yang manusiawi”
YAITU: Kita akan buat pusat-pusat kewirausahaan di tiap-tiap kecamatan, kita akan didik dan lahirkan 200 ribu pengusaha, Anies-Sandi (Tuntas Ikhlas Untuk Jakarta)

Sebenarnya para ekonom kerakyatan amat tahu bahwa perekonomian rakyat kecil Indonesia itu bukan SMEs (Small and Medium size Enterprise) atau Usaha skala Kecil Menengah. Bukan itu ekonomi masyarakat kita.

Ekonomi masyarakat kita adalah usaha MINI atau malah MIKRO Enterprise alias bisnis 1 atau 2 orang atau sampai 5 orang saja, paling banyak 10 orang. Tetapi bisnis inilah yang membuat rakyat Indonesia amat liat sekali. Mereka amat fleksibel melihat tantangan dan cepat memanfaatkannya.

Apa sektor yang penting di bidang ini? Yang paling penting adalah sektor paling primer yang dibutuhkan masyarakat. Disini demand-nya tinggi. Pengusaha makanan, restaurant dan kuliner ini adalah sektor yang amat tinggi kebutuhannya. Tentu saja sebagai pengusaha Sandiaga Uno pasti akan mudah merumuskan sektor-sektor lain yang amat potensial untuk dikembangkan oleh masyarakat Jakarta.

Secara niat maka Anies-Sandi amat bagus berkeingan mencetak pengusaha2 level Mikro atau Mini di kecamatan2 di Jakarta. Ini akan memperkecil “gap” antara orang kaya di Jakarta dengan masyarakat umumnya.

Hanya kendala klasik untuk mencetak pengusaha tangguh itu adalah:
1. Membangun mindset kuat sebagai pengusaha
2. Sebaiknya Punya skill bagus atas usaha yang ditekuninya
3. Punya modal untuk membangun usahanya

Nah, itu kerja-kerja riil yang amat serius. Itu harus melatih para calon pengusaha menjadi pribadi tangguh bermental pengusaha.

Itu berarti juga menyiapkan sistem “perbankan mikro” untuk mendukung sistem pendanaan profesional (bukan bantuan subsidi) ke calon-calon pengusaha di kecamatan.

Ini kerja-kerja besar dan serius yang selama ini banyak pemimpin kita yang abai mewujudkannya. Aku jadi teringat secara emosional dengan Tokoh yang amat kuhormati Bapak Adi Sasono mantan Menteri Koperasi masa Pak BJ Habibie. Cita-cita dan perjuangan beliau untuk membangun usaha kecil dan koperasi amat menginspirasi. Semoga saja Anies-Sandi bisa melanjutkannya menjadi lebih baik paling tidak di DKI Jakarta jika memang mereka mendapatkan amanat itu.

Yang membuat kita optimis adalah GAYA KEPEMIMPINAN Anies Baswedan yang partisipatif melibatkan semua orang dalam Programnya. Anies bukanlah pemimpin instruksif tapi Pimimpin inspiratif dengan kemampuan manajerial yang tinggi. Berkali-kali program partisipatif Anies Baswedan amat sukses diikuti oleh masyarakat seperti Indonesia Mengajar, Sekolah sebagai Komunitas yang membuat orang tua dan sekolah terlibat erat, membangun budaya membaca (minimal 15 menit) untuk untuk non mata pelajaran pada pelajar kita yang miskin literasi. Nah, kelebihan manajemen Partisipatif Anies ini, plus pengalaman Sandiaga Uno sebagai pengusaha membuat programnya mencetak 200.000 pengusaha per kecamatan amat mungkin bisa direalisasikan.

Semoga juga ini awal yang baik juga bagi kita untuk melakukan kampanye Program dalam kontestansi Pilkada DKI.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ferizal Ramli

One thought on “Ekonomi Rakyat: Menjadikan Kecamatan sebagai simpul-simpul perekonomian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s