Catatan “Dari Tepian Lembah Sungai…”


63861963

Mereka bertanya: Mengapa catatan tulisan yang kutulis sering kali di akhir dengan anotasi tempat „Dari Tepian Lembah Sungai….“

Itu pertama kali kugunakan kalau tidak salah tahun 2002, jauh sebelum banyak orang Indonesia terbiasa bersosialisasi di dunia Maya. Jauh sebelum orang kenal facebook, jauh sebelum ada program geo earth untuk untuk anotasi tempat. Saat itu aku kuliah di FH Furtwangen, sebuah Politeknik tertua di dunia (konon khabarnya yang umurnya saat ini sekitar hampir 170 tahun). Konon khabarnya untuk Program Standard Software SAP itu FH Furtwangen adalah yang terbaik.

Furtwangen adalah kota tertinggi di Jerman, tepat di tengah Hutan Black Forest (anda pasti kenalkan Bolu Black Forest bukan?, nah itu dari kota ini). Jika musim Winter suhunya bisa minus 20 derajat celsius lebih dan saljunya bisa 1 meter di pinggir2 jalan. Mobil sering kali kulihat di beri rantai bannya jika musim salju memuncak. Nah disana ada mata air tertinggi diatas gunung untuk Sungai Danube (Donau) yang merupakan sungai terpanjang di Eropa yang muaranya sampai Laut Kaspia. Sungai ini di Kota Futwangen membelah Kampusku.

Aku ingat saat sang Dekan Wirtschaftsinformatik (Business Computing) di atas jebatan kecil Sungai Danube persis di depan kampusku, dia buat perahu kertas lalu dia taruh di atas aliran sungai yang cukup deras sambil guyon di depan kita semua bilang: „itu akan sampai di Laut Kaspia!“.

Dikarenakan Kota Furtwangen amat sepi, tidak ada bioskop, tidak ada stasiun kereta, bus untuk ke kota lain itu jadwalnya hanya 1 jam sekali, tetapi amat indah penuh romatis maka aku sering menulis di Tepian Sungai Danube ini. Jadilah ini awal pertama kalinya aku menggunakan anotasi tempat: „Dari Tepian Sungai Danube“ (sayang file tulisan ini aku sudah ndak punya).

Hanya anotasi tempat setiap dia akhir tulisanku tertulis „Dari Tepian Lembah Sungai ….“ itu semakin mantap hatiku gunakan saat aku ada di Basel, Swiss, di Tepian Sungai Rhein. Saat itulah aku ingat penulis Eksistensialis yang amat hebat Friedrich Nietzsche, dengan 2 tulisannya monumental yaitu: „Also sprach Zarathustra“ dan „Fröhliche Wissenschaft“ yang bertema tentang „Membunuh Tuhan!“.

Dari keteringatanku tentang Nietzsche maka aku menulis coretan: „Termenung di Basel, di Basel!“.
https://ferizalramli.wordpress.com/2009/01/02/termenung-di-basel-di-basel/
Sejak itulah aku mulai amat sangat konsisten menulis dengan anotasi tempat Dari Tepian Lembah Sungai Elbe jika di Hamburg, Saar di Saarbrücken, Spree di Berlin, Isar di München, Rhein di Köln dan Düsseldorf, Ruhr di Duisburg, Main di Frankfurt dan kembali Elbe di Hamburg. Itu semua mengikuti perjalanan hidupku dimana aku tinggal.

Jujur saja bagiku Sungai disini amat romantis penuh inspirasi. Jika berada di tepi sungai maka anda akan bisa berkontemplasi dengan indah. Terkadang bahkan aku menulis di tepi sungai dalam musim winter seperti orang kurang kerjaan, —dengan menggunakan sarung tangan yang bisa screen touch—, hanya untuk memuaskan hobiku menulis.

Di Eropa, sungai itu bangunan awal peradaban bangsa dan kota. Sungai itulah yang menjadi dasar sebuah kota di Eropa dibangun. Mereka jaga betul karena itulah sumber kehidupannya. Itu sebabnya semua kota besar di Jerman yang kutahu selalu di tepian Sungai. Dari Sungai lah mereka membangun kota dan peradabannya.

Memang sangat disayang jika ke tanah air maka tepian sungai pada umumnya malah justru identik dengan kekumuhan dan daerah slum. Sebenarnya filosofisnya sama, dimana pun sungai sesungguhnya adalah anugerah sumber peradaban. Bedanya di negeri indah rayuan kelapa belum tertanam betul kesadaran untuk menjaga dan memeliharanya. Harusnya ada kesadaran kuat menjaga eksistensi sungai sebagai sumber peradaban selamanya sepanjang dunia ini masih berputar…

Dari Tepian Lembah Sungai Ihme

Ferizal Ramli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s