Si Mentri Archandra, Imigran Gelap atau Tuna Warga Negara?


Aku khawatir si Acarda saat ini adalah TUNA WARGA Negara saat dia bilang telah kembalikan Passport Amriknya.

Jadi gini lho logikanya. Jika anda di LN apply Warga Negara Asing, dengan isi formulir dan menyatakan sumpah setia pada negara tsb maka barulah anda dapat passport mereka. Saat anda dapat passport mereka maka secara otomatis anda bukan WNI lagi. Passport WNI anda harus anda kembalikan, karena anda TIDAK berhak pegang passport itu lagi. Jika anda tetap pegang berarti anda pegang dokumen negara secara ilegal! Itu kejahatan imigrasi!

Nah, jika misalkan, ini cuma misalkan: aku pegang passport Jerman maka aku otomatis detik itu juga aku bukan WNI. Jika aku tetap pegang passport Indonesia itu artinya aku pegang dokumen negara secara ilegal. Ini kejahatan!

Jika aku masuk Indonesia dengan passport Indonesia maka itu namanya aku melakukan kejahatan double: memalsukan dokumen negara dan statusku itu sesungguhnya Imigrant Gelap.

Jika karena ketahuan lalu aku woro-woro bilang telah buang Passport Jerman-ku, sambil bilang aku punya Passport WNI itu sama saja aku itu Tuna Warga Negara.

Dikarenakan aku sudah lepaskan WN Jerman saat bersamaan aku sudah kehilangan hak sebagai warga negara Indonesia. Ini lebih berbahya lagi statusku dari pada imigran gelap.

Untuk anda ketahui, saat anda kehilangan WNI maka anda harus apply menjadi WNI itu seperti orang asing yang apply menjadi WNI. Itu butuh waktu amat panjangggggg sekali!

Dia harus minimal 5 tahun berada di Indonesia secara berturut2 atau 10 tahun jika dia tidak berturut2. Lalu harus mengajukan ijin ke Mentri lalu diproses ke Presiden dalam waktu 3 bulan. Lalu dibuat ketetapan Presiden yang ketetapan itu keluar 3 bulan setelah menteri mengajukan. Jadi, proses administrasinya saja minimal 6 bulan dan disetujui melalui surat ketetapan Presiden. Nah, setelah ada keputusan presiden maka dia harus mengambil sumpah setia pada RI. (Ini sumbernya: http://konsultasi-hukum-online.com/2013/12/syarat-dan-tatacara-naturalisasi-wna-ke-wni/)

Okya, bisa juga pakai prosedur khusus jalan tol yaitu dengan mendapatkan pertimbangan resmi bahwa DPR setuju. Lalu Presiden keluarkan SK. Walah, urusan dengan DPR malah lewih sulit lagi šŸ˜€

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

FR

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s