Aku, sang pemalas dengan kecepatan 400 Mbit/detik!


der-ideale-mitarbeiter-um

Benar-benar menjengkelkan: terlahir dari nenek moyang Homo Sapiens si Pemburu yang perkasa, lari belasan kilometer, dan terus berlari demi mengejar mangsa buruan untuk kebutuhan makannya. Saat ini aku seakan telah berubah menjadi „Faultier“ atau „Sloth“ atau Kukang si Pemalas di depan peralatan canggih elektronikku.

Nyaris belasan jam aku tidak beranjak dari kursiku, di ruang kerjaku. PC, Notebook, Tablet, Smartphone semua interkoneksi yang kubutuhkan dalam hidupku. Aku bisa menjangkau belahan dunia mana pun cepat hanya dari mejaku tanpa bergerak. Semua kujangkau dengan kecepatan fantastis: internet 400Mbit per detik!

Sruputttt, ku sruput secangkir kopi hitam pahitku, kesukaanku…

Client-ku, dengan masalahnya, ah tinggal aktifkan remote access. Login SAP, kuselesaikan dari mejaku!

Team-ku butuh meeting maka aktifkan video conference dari mejaku. Lalu bla-bla-bla kupresentasikan ide dan solusiku. „Sag nicht die Wahrheit aber die Logik!“ Jangan katakan kebenaran (pada klien) tapi kemukakan argumen logis sehingga klien paham dan manut ikuti solusi kita.

Butuh untuk membuat Instruksi dan negosiasi maka aku cukup kuselesaikan melalui smart phone-ku; pasang headseat lalu ngomong bla, bla, bla…

Komunikasi antar pribadi atau group cukup dengan chat melalui Whatsapp.

Bersosialisasi dengan siapapun di dunia sana, segera login Facebook lalu buat status. Jadilah diskusi!

Ingin lihat dunia dunia luar? klik google lalu ketik kata kunci: The Economist, BBC, der Spiegel, die Zeit, Frankfurter Allgemeine Zeitung, Süddeutsche Zeitung, The Guardian, Market Watch, Tempo, Kompas, dll, dll… Jadilah semua berita di dunia luar di belahan manapun pasti kuketahui.

Sruput, kembali kusruput kopi pahitku, dan cangkir itu pun kosong…

Ah!, belum sampai kuselesaikan sebuah artikel, aku meloncat ke artikel lainnya. Memang kadang aku sudah tidak mampu bedakan itu artikel Inggris, Indonesia atau Jerman karena dibaca secara otomatis langsung kupahami. Aku senang, aku tidak butuh kamus untuk melahapnya.

Hanya kecepatan internet 400 Mbit/detik ini benar2 membuat aku justru cepat bosan atas semua artikel. Belum sampai tamat, sudah kucari artikel lainnya yang kuanggap menarik. Kadang aku gagal memahami spirit dari sebuah artikel dengan seksama maknanya, hanya karena aku begitu bernafsu untuk berpindah mencari artikel lainnya.

Aku bener-bener jengkel. Kecepatan membacaku amat sangat cepat sesungguhnya. Kemampuan melahap tulisan baik Jerman, Inggris atau Indonesia amat cepat. Hanya aku juga terlalu cepat bosan pula sehingga perlu berjuang amat berat untuk mampu menyelesaikan sebuah tulisan sampai selesai.

Ambil cangkir kopi baru, untuk kemudian perlahan kuseruput kembali…

Lalu gelisah karena merasa membaca artikel koran itu bukan pilihan bijak untuk mengisi ilmu. Search buku-buku penulis bagus di internet: dari mulai filsafat, sosial, ekonomi, dll. Sayang kembali aku cuma sanggup baca paling banyak beberapa puluh halaman saja. Bosan, lalu cari buku lagi yang kuanggap menarik. Begitu berulang2 tanpa pernah ada 1 pun yang mampu kutamatkan!

Lalu aku pun mulai aktifkan free line movie. Banyak virus di link tsb. Jangan khawatir beli antivirus tercanggih paling hanya beberapa puluh euro per bulan. Jadi, meskipun masuk ke link film-film gratis maka komputerku amat aman dari serangan malware atau trojan.

Lalu dengan kecepatan internet Kabel Deutschland yang tiada terkira aku mulai menikmati film-film bagus seperti di bioskop di ruang kerjaku.

Masalah sama terjadi: aku bosan. Tidak ada 1 pun film yang mampu aku nikmati secara utuh. Jelas-jelas „Rotten Tomates“ peringkat film yang amat elegant memberi nilai amat bagus sebuah film, tetapi tetap saja aku gagal menikmatinya secara utuh sampai selesai. Otakku sudah menuntut untuk berpindah melihat film lainnya.

Personal Computer, Notebook, Tablet, Smart Phone, Google, Medsos, Internet dengan Kabel Optis kupikir awalnya membantuku untuk menjangkau dunia. Yang terjadi, aku hanya duduk di dalam ruang kerjaku yang amat berantakan yang aku menjadi teramat malas merapihkannya. Aku hanya duduk di depan peralatan elektronikku yang hebatnya semua buatan Asia: Lenovo, Samsung dan Huawei. Dengan intrumen elektronik ini, aku hanya meloncat dari kebosanan satu ke kebosanan lainnnya tanpa pernah beranjak dari kursiku…

Tanpa sadar lingkar perutku begitu tambun. Pipiku makin tembem. Otot-ototku mengendur. Mataku sering berkunang, badanku lesu tanpa gairah.
Ah baru ingat kapan yah terakhir kali aku Jogging seperti biasa 10 km 2 kali dalam seminggu plus renang 1 km sekali seminggu???

Entahlah aku lupa kapan terakhir kali itu kulakukan! Yang pasti aku begitu bosan, saat yang sama tubuhku pun makin tambun!

Tiba-tiba kuteringat sebuah kisah. Konon ceritanya para nelayan Jepang saat menjaring ikan-ikan Tuna yang di dapat dalam keadaan hidup, dimasukkan di dalam kolam penampung ikan di kapal. Nelayan ingin ikan-ikan itu tetap hidup sampai di daratan nanti sehingga tetap segar.

Sayang sekali hampir semua ikan di kolam tenang justru pada mati tidak lama setelah ditampung di kolam. Setelah diselidiki ternyata ikan Tuna yang diam di air kolam tenang, malah menyebabkan kematian dalam diam. Akhirnya, diputuskan di beri hiu kecil yang memburu ikan-ikan Tuna itu. Si Hiu Kecil Memburu dan si Tuna bergerak menghindari menjadi mangsa si pemburu. Jadilah ikan-ikan Tuna selalu bergerak menjadikan dia tetap fit dalam kolam.

Tampaknya, kubutuhkan adalah hiu-hiu kecil yang memburu di belakang sehingga terus bergerak, bergerak, dan bergerak! Jika kita tidak bergerak dan selalu diam dalam tenang maka saatnya perlahan kehidupan akan melayang meninggalkan jasad yang malas.

Nenek Moyang kita itu adalah Homo Sapiens sang pemburu! Bukan Kukang si Pemalas!

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

FR

One thought on “Aku, sang pemalas dengan kecepatan 400 Mbit/detik!

  1. Seperti biasanya, tulisanmu selalu menginspirasi… Terima kasih sudah mengingatkan dengan cara yang indah…

    XXXXX

    Terima kasih kembali jeng Acha. Ketemu kita disini dan nuwun sudah mampir🙂

    Salam Hangat

    FR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s