Politik Fitnah dan Masyarakat Hipokrit


13615251_1040398136043670_3720870574458269181_n

Kenapa politik Fitnah itu laku di masyakat kita? Karena kita ini masyarakat hipokrit; acting relijius. Seneng pamer merasa beragama. Padahal perilaku diam-2 maling dan korup. Oleh karena itu, cara paling mudah menghancurkan nama baik orang yang tidak kita sukai dengan berlagak relijius lalu jelek2in orang lain tidak bermoral. Standard moralnya: terlihat tawadu jalankan ibadah ritual!
Itu sebabnya hitamin jidat, pakai janggut panjang, pakai pakaian gamis, dan simbol2 seperti itu harus dilakukan demi mendapatkan legitimasi relijius.

Padahal dibalik pakaian dan simbol relijiusnya cara2 fitnah amat disukai maka dipersoalkan lah tentang Pemimpin sholat pakai kaos kaki, menfitnah tentang orang tuanya bukan Islam, menfitnah anak haram, menfitnah orang telah salah memakai pakai ikhram, menfitnah dan menfitnah seseorang agar di mata masyarakat mereka tidak terlihat relijius Islam. Nah, tidak terlihat relijius Islam di masyarakat kita itu berarti kejahatan.

Lutjunya masyarakat yang ingin terlihat relijius Islam ini di kesehariaan tidak lepas dari kehidupan culas dan curang; korup saat bekerja, palsukan tanda tangan dosen saat mahasiswa, manipulasi bea siswa padahal mahasiswa S3 kuliah di LN, dokter yang curang dengan perusahaan farmasi, polisi dan PNS yang pungli, guru/dosen yang pemales ngajar, peneliti/dosen plagiat, Ustadz-2 penipu, Pilot/Sopir Truk yang nyabu, Ibu-Ibu yang begitu santai melanggar lalulintas, silahkan bisa di list begitu panjang. Benar2 kontrakdiktif dalam kehidupan.

Itu sebabnya politik fitnah amat laku. Jonru, Felix Siauw, Piyungan Online dan link-link “Islam aliran Sesat” (mengatasnamakan Islam tapi sesat mengembangkan fitnah) paham perilaku masyarakat Hipokrit relijius ini. Jadilah mereka idola banyak orang di masyarakat Hipokrit tapi merasa cinta agama.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

FR
Ps.
Teringat dengan tulisan Autokritik Mochtar Lubis: Manusia Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s