Membedah Anatomi Universitas Jerman dan Universitas Inggris


UCL UHH

Membandingkan Anatomi Universitas Jerman dan Universitas Inggris ini benar2 menarik. Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan pengalaman dan pengamatan kupribadi (yang subyektif betapapun aku berusaha menulis seobyektif mungkin) yang kebetulan dekat dengan kedua sistem ini yaitu kuliah dan Kerja di Jerman dan juga ikuti program spesialis/profesional chartered di Inggris. Tentu saja tulisan ini ada keterbatasan sudut pandang jadi mohon dimaklumi jika ada kekurangannya dan monggo dilengkapi atau dikoreksi bagi yang punya informasi lebih akurat.

Ada beberapa catatan menarik tentang hal ini saat menbandingkan Universitas Jerman dan Inggris:

UNIVERSITAS INGGRIS (maksudnya UK):
1. Jenis universitasnya cuma 1 yaitu UNIVERSITAS. Dulu di Inggris ada yang dikenal dengan Universitas Teknologi seperti Cranfield Institute of Technology atau UMIST (University of Manchester Institute of Technology) tetapi saat ini telah bertransformasi menjadi universitas (UMIST merger dengan University of Manchester).

Inggris pun menghapus politeknik-politekniknya dan bertransformasi menjadi univesitas. Sejak tahun 1992 semua politeknik terbaik di Inggris berubah menjadi universitas yang dikenal dengan sebutan “new university”. Tercatat hampir 40 politeknik di Inggris contohnya: Birmingham City University, Manchester Metropolitan University, Oxford Brookes University, dll., dari politeknik berubah menjadi universitas

2. Di Inggris ada “super elite university” seperti Oxbridge (Oxford dan Cambridge), ada elite university yang dikenal dengan Russell Group dan sisanya adalah universitas standard. Universitas Inggris yang masuk Russel Group misalkan: Imperial College, UCL. LSE, Birmingham, Durham, Manchester, Nottingham, dll. Ada 24 universitas termasuk Oxbridge yang menjadi Russel Group.

Selain Russell Group, untuk universitas lainnya yang jumlahnya sekitar 150-an punya standard kualitasnya pun amat terjaga. Russell Group itu lebih pada titik berat universitas elit di bidang riset sementara dalam proses belajar transfer ilmu universitas lainnya tidak kalah bagusnya dengan universitas Russell Group. Hanya tetap saja secara „branding“ dan prestise di Inggris antara Oxbridge, Russell Group dan The Rest (univeritas lainnya) itu terasa bedanya paling tidak dalam “Top of Mind Awarness” (ToMA). Hanya perlu dicatat, tidak seperti di Amerika, di Inggris tidak ada universitas berkualifikasi „abal-abal“.

3. Universitas Oxbridge dan Russell Group itu langganan masuk rangking dunia menurut lembaga2 rangking partikel seperti THE, QS atau ARWU. Secara ToMA rangking universitas di Inggris di dunia ini hanya kalah dengan USA yang notabene superior dalam urusan rangking. Eropa Kontinental secara rangking umumnya tidak sebaik US hanya Inggris yang punya rangking cukup baik. Universitas Oxford dan Cambridge langganan masuk Top 3 besar universitas terbaik di dunia. Universitas Russell Group pun umumnya banyak yang masuk dalam Top 100 The best university di dunia.

Inggris dan Amerika punya yang filosofis Anglo-Saxon System yang berbeda dengan (Europe) Continental System. Sementara rangking2 universitas dunia amat mengacu pada standard Anglo-Saxon yang kebetulan oleh dunia termasuk di Asia, sistem Anglo-Saxon ini lebih dikenal. Sistem Eropa Kontinental cuma dipraktekan di Eropa. Itulah sebabnya menurut rangking pada umumnya universitas Anglo-Saxon seperti Amerika dan Inggris amat menguasai rangking tersebut, begitu juga Australia dan Kanada juga punya reputasi bagus di rangking tersebut, dibandingkan universitas Eropa Kontinental atau pun Jepang.

4. Universitas di Inggris filosofisnya “Center of Excellence” dimana universitas menjadi pusat pendidikan para mahasiswanya untuk menguasai ilmu pengetahuan. Kampusnya lengkap menyediakan semuanya sehingga mahasiswa di universitas Inggris secara umum akan belajar teori, riset dan juga praktek magangnya di laboratorium kampus.

Di Ingggris, di kampusnya pun dibangun semacam komunitas dalam asrama-asrama mahasiswa dimana para mahasiswanya yang terpelajar bisa saling membangun network di antara sesamanya, bekeja sama dan berinteraksi. Jadilah mereka di kampus belajar lalu di rumah/asrama mereka akan berinteraksi dengan komunitasnya untuk membangun tradisi intelektual dan dialog. Sesuatu yang tradisi komunitas seperti ini tidak ada di universitas Jerman. Akibatnya, setelah lulus pun jaringan universitas di Inggris relatif kuat antara sesama alumni.

5. Untuk membangun tradisi profesionalnya biasanya tidak terpenuhi dari pendidikan di kampus. Inggris membangunnya secara serius melalui asosiasi profesi yang kuat dan menawarkan pendidikan profesional dengan titel prestius. Assosiasi Profesi memberi titel bagi para anggotanya yang lulus pendidikan kompetensi yang disyaratkan dengan titel profesional amat terhormat ” Chartered ” di belakang nama orang yang berhak menyandangnya.

Assosiasi Profesional yang dengan signature “Chatered” ini memiliki program pendidikan yang amat baik dan terstruktur. Menurut sistem Inggris seorang yang punya titel „Associate Chartered“ akan selevel Master dan „Fellow Chartered“ selevel Doktor. Contoh titel profesional di belakang nama seseorang adalah misalkan ACMA (Associate Chartered Management Accountant). Untuk meraih ACMA selevel Master seorang lulusan SMA butuh waktu sekitar 3-4 tahunan, jika lulusan Bachelor sekitar 2 tahunan.

6. Umumnya orang Indonesia yang kuliah di Inggris hanya tahunya belajar di Inggris itu adalah belajar di Universitas. Padahal belajar di Inggris itu bisa mengambil program profesional dan spesialis terutama pada asosiasi profesi yang punya titel „Chartered“ amat prestisius dan ndak kalah dengan gelar dari Universitas di Inggris.

Program Pendidikan Professional yang bertitel „Chatered“ ini umumnya amat spesifik ilmunya dengan kualifikasi spesialis seperti spesialis akuntan manajemen, spesialis akuntan (financial), spesialis pajak, spesialis manajer investasi, spesialis akuntan publik, spesialis insinyur bangunan, spesialis bidang paramedik, spesialis teknologi arsitektur, spesialis kesehatan masyarakat, dll, dll…

7. Dalam banyak kasus para lulusan universitas Inggris jika ingin mendapatkan kompetensi profesional biasanya mereka mengambil lagi pendidikan profesional yang bertitel Chatered. Banyak diantaranya yang setelah lulus Bachelor maka ambilnya Chatered, bukan lanjutkan ke Master agar punya kemampuan lengkap yaitu akademis dan teori dari universitas dan kemampuan profesional dari program pendidikan profesi.

Jadi meskipun kuliah di Inggris relatif cepat dan amat intensif Bachelor 3 tahun Master 1-1,5 tahun tapi dalam banyak kasus untuk mendapatkan kompetensi profesional mereka biasanya menempuh lagi pendidikan profesi untuk melengkapi kecakapan pengetahuan dan skillnya.

UNIVERSITAS JERMAN

1. Universitas di Jerman itu ada 3 Jenis yaitu (1) Universität dan Technische Universität (TU), (2) Fachhochschule (University of Applied Science) yang dikenal Politeknik dan (3) Berufsakademie (University of Cooperative Education) yang dikenal Dual-System. Kuliah di Jerman relatif lebih lama dari Inggris dimana realitasnya Bachelor ditempuh umumnya 4 tahun dan Master umumnya 2 tahun atau lebih. Meskipun secara teoritis berdasarkan kurikulum lama waktu studi Bachelor dan Master di Jerman itu menggunakan standard Eropa tapi dalam kenyataannya waktu tempuh mahasiswa umumnya lebih lama.

2. Universität atau TU itu lebih berorientasi pada teori dan riset. Di Universitas/TU ini mahasiswa dididik agar amat kuat dalam penguasaan teori dan ilmu. Biasanya lulusan Universitas/TU lebih dipersiapkan untuk studi lanjut sampai doktor bahkan saat level Master saja banyak para mahasiswanya saat membuat tugas akhir berkolaborasi dengan asistent pembimbingnya yang mahasiswa doktor dalam 1 team sehingga bisa membangun semacam working group untuk memperkuat riset.

Berbeda dengan banyak universitas di dunia, riset-riset di Universität/TU Jerman biasanya dibiayain oleh perusahaan yang menjadi bagian dari R&D perusahaan. Jadi banyak perusahaan menginvestasikan dana R&D ke universitas partnert-nya. Alasan ini pula yang membuat para akademisi Jerman jarang publikasi di Jurnal Internasional karena mereka terikat dengan NDA (Non Disclosure Agreement) dengan perusahaan. Jadilah sering kali universitas Jerman secara publikasi rangking internasional relatif tidak tinggi.

3. Fachhochschule atau di Indonesia mirip politeknik, hanya pada Fachhochschule menawarkan studi sampai dengan jenjang Master bahkan bisa Doktor jika Fachhoschule tersebut bekerja sama dengan Universität. Fachhochschule amat erat dengan Praktikum. Diperkirakan 60% dari mata kuliahnya adalah praktikum baik di laboratorium dan workshop kerja di kampus maupun dilanjutkan kerja magang langsung di industri.

Fachhochschule punya hubungan erat dengan industri yang kita kenal „linkage industry“. Dimana kuliah disini hampir sebagian besar mahasiswanya akan magang di industri antara 1-2 semester bahkan kadang lebih lama dan bekerja layaknya karyawan dan digaji. Di kampus pun saat kuliah para mahasiswa Fachhochschule juga penuh dengan praktikum. Akibatnya mereka umumnya siap kerja setelah lulus.

4. Berufsakademie ini di Indonesia tidak ada pandanannya dan mungkin di dunia tidak banyak yang menerapkan sistem seperti ini. Berufsakademie itu adalah Dual-System dimana waktu kuliahnya 50% di Kampus dan 50% lagi di Perusahaan. Jadi seorang mahasiswa Berufsakademie mungkin 2-3 hari waktunya di kampus kuliah dan praktikum, lalu 2-3 hari waktu lainnya kerja langsung di industri dipimpin oleh instruktur perusahaan. Ini terjadi karena Berufsakademie sesungguhnya program pendidikan kerja sama antara universitas dan perusahaan. Jadi, keduanya mengajar mahasiswanya dan inilah prinsip dari dual-system itu.

Jadi, jika di Fachhochschule seorang mahasiswa Bachelor paling 1-2 atau paling banyak 3 semester magang di perusahaan atau malah ada yang tidak punya kesempatan magang di perusahaan sama sekali, pada mahasiswa Bachelor Berufsakdemie dapat dipastikan 3-4 semesternya magang di perusahaan. Lulusan Berufsakademie akan amat profesional dan siap kerja. Secara umum mata kuliah praktikum di Berufsakademie mencapai 80% baik diajarkan di kampus maupun juga magang du perusahaan. Ini adalah advanced dari „linkage industry“-nya Jerman dalam bidang pendidikan. Berufsakademie menawarkan program sampai level Master.

5. Filosofis pendidikan di Jerman itu „linkage industry“ bukan universitas sebagai „center of excellent“. Kuliah di Jerman harus keterkaitan antara universitas dan industri. Jadinya, pemerintah Jerman itu tidak menginvestasikan dananya 100% ke universitas melainkan juga memberi subsidi ke industri agar tetap menjalin kerja sama dengan universitas.

Selain itu juga Jerman menginvestasikan penelitiannya tidak semua ke universitas melainkan ke pusat-pusat study seperti Max-Planck Insitute atau Frauenhofer Gesellschaft selain di pusat-pusat riset universitas. Secara rangking Max-Planck Insitute dan Frauenhofer Gesellschaft punya reputasi rangking top ten terbaik di dunia. Beberapa kali Max-Planck Insitute pernah menduduki rangking riset nomor 2 terbaik di dunia menurut The Titans hanya kalah dengan Lembaga riset Harvard University. Hanya saja tahun ini China dan Russia menyalip Harvard dan Max-Planc.

Jadi, seorang yang belajar di Jerman harus memahami ini:
(1) Jika belajar di Universität/TU maka dia tidak hanya belajar di kelas tapi juga akan terlibat di institut risetnya bahkan terkadang perlu untuk kolaborasi dengan pusat studi atau lembaga riset. Contoh: seorang yang kuliah Program Ekonomi Universität Hamburg akan dekat dengan Pusat Studi ZWB (Deutsche Zentralbibliothek für Wirtschaftswissenschaften) atau GIGA Hamburg. Bisa juga terlibat kolaborasi dengan Max-Planc atau Frauenhofe jika bidang teknik atau sains.
(2) Jika kuliah di Fachhochschule atau Berufsakademie maka mahasiswanya akan amat dekat dengan dengan industri dan magang langsung di perusahaan.

6. Di Jerman kualitas antara universitas satu dengan lainnya relatif sama. Tidak ada perbedaan kualitas maupun prestisius yang signifikan antara lulusan universitas satu dengan lainnya. Juga tidak ada perbedaan prestisius yang signifikan antara lulusan Universitas, Fachhochschule maupun Berufsakademie. Semuanya relatif sama kualitas yaitu sama-sama: „Made in Germany!“ yang menjadi garansi kualitas. Tinggal anda pilih saja ingin kuliah di Universität/TU atau Fachhochschule atau Berufsakademie sesuai dengan orientasi karir anda.

Jadi, di Jerman „tidak ada“ elite university. Memang sempat beberapa tahun lalu Pemerintah Jerman pernah mendesain program elite university tapi ternyata program itu sekarang tidak dilanjutkan. Tampaknya filosofis pendidikan Jerman yang umumnya terstandard ketat secara seragam kualitasnya membuat filosofis elite university di Jerman tidak bisa berjalan secara kontinyus. Sudah beberapa tahun terakhir ini tidak ada lagi diskusi tentang elite university.

7. Dikarenakan filosofis universitas Jerman bahwa universitas bukan „Center of Excellence“ saat bersamaan juga dari sekitar 400 universitas Jerman tidak ada yang elite dimana kualitasnya semua merata maka secara ranking dunia peringkat universitas Jerman relatif kalah dari universitas elite Inggris. Selain itu pun riset universitas Jerman tidak sepenuhnya di universitas tapi juga di Max-Planck Institute atau Frauenhofer Gesellschaft yang membuat perangkingan universitas tidak menguntungkan universitas Jerman.

Saat bersamaan juga mahasiswa Jerman belajarnya tidak cuma di universitas tapi perlu magang di industri. Jadilah, di universitas bukan segala-galanya untuk nimba ilmu. Mahasiswa harus juga ke industri untuk belajar. Akibatnya, membandingkan „apple to apple“ antara universitas Jerman dengan Inggris menurut rangking versi Anglo-Saxon membuat universitas Jerman tidak dalam posisi menguntungkan. Hanya harus tetap dicatat peringkat kualitas Lembaga Riset Jerman seperti Max-Planck Institute atau Frauenhofer Gesellschaft menurut European Research Ranking diatas kualitas lembaga riset universitas Oxbridge Inggris sekalipun.

Semoga bermanfaat. Selamat Berpuasa…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe di Hari Libur di Musim Summer dalan cuaca sejuk…

FR

Photo:
Kiri: UCL University of Collge London
Kanan: UHH Universität Hamburg

One thought on “Membedah Anatomi Universitas Jerman dan Universitas Inggris

  1. Tulisan yang sangat menarik, nimbrung sedikit. Universitas di UK dan Universitas di Jerman sebenarnya agak sulit bila harus dibandingkan secara apple to apple, karena ada perbedaan prinsip yang sangat mendasar. Perbedaan prinsip itu antara lain:

    1. Biaya
    Universitas di Jerman gratis, Universitas di Inggris biayanya sekitar £18,000 per tahun, dengan biaya hidup per bulan untuk mahasiswa sebesar £1,000 per bulan, maka paling tidak per bulan dibutuhkan dana sekitar £2,500 per bulan. Di Jerman dengan biaya hidup sekitar EUR400 per bulan atau £340 sudah bisa mengikuti kuliah.

    2. Jumlah Mahasiswa
    Menurut data Unesco, July 2014. Jumlah mahasiswa asing di UK adalah 420 ribu, nomor 2 setelah US dengan 740 ribu. Jerman sendiri memiliki jumlah mahasiswa hanya 206 ribu, yang merupakan peringkat 5 dunia. Masih dibawah Australia peringkat 4 dengan 249 ribu dan Perancis peringkat tiga dengan 271 ribu.

    3. Riset
    Di Jerman, lembaga riset merupakan lembaga yang berdiri sendiri contoh Fraunhofer Institute atau Max Planck Society. Sementara di UK, lembaga riset merupakan bagian yang terintegrasi dengan universitas. Akibatnya peringkat QS, THE dan rating-rating universitas sejenis mendudukkan Jerman bukan dalam peringkat universitas tinggi. Ini tidak berarti apa-apa sebenarnya, yang pro UK bisa mengatakan bahwa peringkat ratingnya lebih tinggi, sementara yang pro Jerman bisa mengatakan bahwa kualitas presisi Jerman tidak tertandingi dalam teknologi

    4. Kerja
    Ini faktor lain yang juga bias, kalau melihat data paper “Inclination to stay abroad after studies”, tidak banyak mahasiswa asing yang ingin bekerja di UK atau US. Berbeda dengan mahasiswa asing Jerman yang dengan kemampuan berbahasa Jermannya ingin bekerja di Jerman karena peluang kerja lebih besar.

    Merujuk dari poin 1-4, saya pribadi menyimpulkan secara sederhana saja. Inggris mahal dan Jerman murah. Mengenai kualitas termasuk didalamnya riset dan peluang kerja, menurut saya sama baiknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s