DIY dan DIS


Luxembourg_City_Night_Wikimedia_Commons
Gambar: Kota Luxemburg

Saat terjadi perdebatan tentang Keistimewaan DIY di Group KAGAMA yang memberi kekuasaan penuh ke Sultan sebagai Raja sekaligus Gubernur maka aku pro pada kekuasaan Sultan yang mutlak. Alasanya sederhana: DIY yang masyarakatnya hebat secara intelektual plus punya Puluhan Universitas Hebat dengan pemerintah stabil yang jauh dari intrik parpol akan menjadi wilayah hebat.

Ada contoh kasusnya dimana negara di Eropa dengan sistem relatif mirip dengan DIY yaitu Luxemburg dan Monaco. Jika di Asia ada Qatar, Kuwair, Bahrain dan juga Brunei. Hanya berbeda dengan yang di Asia, 2 negara kerajaan di Eropa seperti Luxemburg dan Monaco tidak punya SDA minyak yang berlimpah, yang mereka miliki adalah SDM terbaik plus pemerintah yang stabil.

Karakter Kerajaan Luxemburg dan Monaco ini mirip dengan kerajaan DIY yang memiliki SDM dahsyat dan terbaik di Indonesia, mungkin di Asia Tengggara cuma Singapura yang menjadi lawannya. Dengan sistem yang agak mirip dengan kerajaan Luxemburg dan Monaca maka diharapkan Kerjaan DIY akan bisa seperti ke dua negara di Eropa tersebut dan menjadi pesaing kuat Singapura.

Hanya sangat mungkin mimpi menjadi pesaing terkuat Singapura pada DIY sampai saat ini tidak ada tanda arahnya akan kesana. Yang terjadi DIY terlihat malah semakin stagnan.

Mungkin kah agar DIY punya kompetitor maka diaktifkan kembali DIS (Daerah Istimewa Surakarta) yang mana secara sejarah sesungguhnya Surakarta itu adalah Daerah Istimewa. Jadi, dibuatlah DIS dengan kekuasaan mirip DIY. Jadilah, DIY akan punya kompetitor untuk berpacu berprestasi dengan DIS. Rakyat DIY dan DIS akan saling melirik mana yang lebih cepat dalam membangun.

Ah aku saat ini membayangkan DIY dan DIS berlombang prestasi maju seperti Luxemburg menjadi pesaing terkuat Singapura. Anda semua nuduh aku bermimpi uthopi yah biarin aja. Toh menunggu buka puasa yang sedikit berkhayal boleh bukan?🙂

Dari Tepian Lembah Sungai Wallensteingraben-Schweirin

FR

2 thoughts on “DIY dan DIS

  1. Kalo semua daerah kayak “ikut-ikutan” kayak gitu tanpa tendeng alih ingin maju bersama saya juga ikut berkahayal nanti Indonesia bakal jadi negara serikat bung Fehrizal, hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s