Agama dan Ilmu!


00ilustrasi-_120904190116-621-co

Banyak Para Agamawan bilang Agama itu kedudukannya di atas ilmu pengetahuan. Ini umumnya menjadi paradigma mainstream pada masyarakat Islam. Menurutku, ini cara pikir tersesat. Cara pikir agamawan yang tersesat inilah yang diajarkan pada umat Islam berabad2 yang membuat masyarakat Islam menjadi terbelakang.

Agama dan Ilmu TIDAK ada yang di bawah dan diatas kedudukannya karena itu merupakan 2 hal yang beda. Pointnya bukan di atas atau di bawah tapi pada pemberian peran yang pas pada keduanya. Jika mendudukan agama di atas Ilmu Pengetahuan maka kemunduran, kemiskinan dan kebodohan hasil akhirnya di masyarakat, contohnya masyarakat Islam di dunia saat ini.

Saat ini mainstream umat Islam mengatakan agama itu di atas Ilmu yang justru terjadi membuat kita mundur. Itu khas cara pikir yang diajarkan Al Ghazali abad 11 yang menjadi panutan hampir semua umat Islam sampai saat ini, yang membuat masa sebelum ajaran Ghazali, masyarakat Islam itu jaya dalam “Golden Age” berubah ironis menjadi tenggelam di titik nadir.

Bagiku pribadi, agama dan ilmu itu berbeda perannya!

Untuk anda semua pahami, secara fakta empirik tak terbantahkan: Orang bisa hidup hebat tanpa agama. Tapi orang pasti terbelakang tanpa ilmu. Ini satu bukti empirik Agama TIDAK diatas Ilmu Pengetahuan kedudukannya seperti yang diyakini oleh banyak para agamawan.

Pertanyaannya: Klo begini apakah agama tidak penting?
Jawabnya: Penting dalam ranah pribadi!
Jika dalam ranah sosial implementasi ajaran agama itu harus sejalan dengan perkembangan ilmu. Bukan agama yang mengatur ilmu pengetahuan karena jika agama mengatur ilmu pengetahuan maka yang dihasilkan masyarakat terbelakang.

Peran agama itu memberi spirit pada ilmuwan dan masyarakat (artinya: memberi spirit pada orang2nya secara individu, bukan memberi spirit pada subyek ilmu pengetahuan karena agama tidak akan mampu melakukan itu) sehingga ilmu yang dihasilkannya memberi kebaikan dan dimanfaatkan untuk kebaikan masyarakat banyak.

Agama itu untuk mengajarkan supaya individu orang-2 berilmu tidak merasa “Übermensch” atau “Superhuman” yang dengan ilmunya justru menindas orang lain. Disini peran penting agama; untuk menghaluskan cara berpikir manusia sehingga penuh empatik, bukan malah agama menjadi dasar legitimasi merasa menjadi golongan paling hebat dan paling benar sendiri.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

2 thoughts on “Agama dan Ilmu!

  1. Saat ini mainstream umat Islam mengatakan agama itu di atas Ilmu yang justru terjadi membuat kita mundur. Itu khas cara pikir yang diajarkan Al Ghazali abad 11 yang menjadi panutan hampir semua umat Islam sampai saat ini, yang membuat masa sebelum ajaran Ghazali, masyarakat Islam itu jaya dalam “Golden Age” berubah ironis menjadi tenggelam di titik nadir.

    Abang, ini maksudnya salah satu yg menyebabkan kebangkrutan islam dlm sains adalah krn mengikuti ajaran Al Ghazali? Boleh dijelaskan lebih rinci bang, bagaimana hingga bisa mengambil kesimpulan seperti ini.. Saya bukan ghazaliyan, juga belum pernah membaca karyanya hingga tuntas. Hanya penasaran dengan kesimpulan abang. Terima kasih

  2. agama melarang bid;ah
    ilmu tak berkembang tanpa bid’ah,

    menarik sekali pembahasan mengenai penyebab mundurnya umat islam, lanjutkan pak bang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s