Militer, kita punya masalah di Militer!


510891_620

Isu liar tentang “Tenggelamnya” Kapal KRI Di Pati Unus adalah hal serius ada masalah dengan militer kita. Aku tidak percaya bahwa KRI Pati Unus kena torpedo dari kapal negara lain seperti isu liar di medsos. Level KRI Pati Unus jika benar kena torpedo bakal meledak berkeping2! Jadi, aku lebih percaya terjadi tabrakan dengan sebuah “benda” di dalam air. http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160530_indonesia_kri_pati_unus

Tapi yang menarik adalah isu liar ini menunjukkan TNI kita itu TIDAK cukup kuat untuk menghadapi perang modern! Perang modern itu tidak cuma perang tentara dan alutsista tapi juga perang dukungan logistik dan perang opini untuk menentukan kemenangan.

Salah satu contoh kemenangan perang opini dalam epik sejarah adalah Perang Laut Legendaria “Batle of Jutland” di Skandinavia antara AL British Empire lawan AL Deutsches Reich saat PD 1. Dalam pertempuran tersebut jelas secara teknis militer Jerman menang lawan Inggris. Tapi kekalahan propaganda dan opini justru membuat AL Jerman mundur dalam peperangan yang membuat akhirnya AL Inggris mendominasi lautan meskipun kalah dalam pertempuran penting. Jadi, opini merupakan faktor penting penentu kemenangan sebuah pertempuran bahkan peperangan.

Hanya bicara tentang militer sebenarnya seberapa penting sih faktor militer itu bagi sebuah negara?
Jawabnya amat sangat penting!
Negara yang militernya lemah akan selalu “dirongrong” dan “didikte” oleh negara lain dengan cara mengintervensi isu-isu yang mengganggu sehingga selalu punya masalah di dalam negeri. Banyak isu2 yang diproduksi negara lain dan dilemparkan ke Indonesi misalkan. Pada Indonesia isu-isu mengganggu luar biasa dari mulai isu Komunis, isu Khilafah, isu Neolib tergadai negara lain, isu Separatisme semuanya bermain. Politik hubungan international itu sesungguhnya “politik barbar hukum rimba”, siapa yang ototnya kuat mereka yang mengatur.

Pada negara-negara yang militernya kuat meskipun miskin maka relatif rendah dari intervensi asing. Cina, India dan Rusia itu sesungguhnya secara kemiskinan penduduk dan pemerataan berada pada posisi yang sama kurang lebih dengan Indonesia. Hanya mereka tidak pernah diganggu, malah justru mendikte negara lain. Kekuatan militer yang dimiliki lah yang menjadi kata kunci. Akibatnya, mereka bisa membangun ekonomi secara nyaman tanpa diganggung oleh orang luar.

MILITER
Indonesia harus serius benahi militernya. Paling tidak ada 3 hal sisi-sisi yang harus dibenahi:
Kekuatan Militer yang berupa Alut Sista yang modern terutama TNI AL dan TNI AU dan titik tertentu TNI AD
AL: Kapal Selam Pembunuh, Kapal-Kapal Destroyer dan Frigat serta Helikopter atau Pesawat Anti Kapal Selam harus diperbanyak, serta Kapal Angkut pasukan dan logistik
AU: Pesawat-pesawat Buruh Sergap, Serang Taktis, Pembom Strategis, Pesawat Intai, Radar, Satelit Khusus kebutuhan Militer dan Rudal Penangkis harus dimiliki dan diperbanyak.
AD: Terutama Arteleri Pertahanan Kota-kota Utama, Rudal Balistik Jarak Jauh. Bagaimana dengan Pasukan Tempur? Secara umum pasukan kita sudah hebat dan juga sudah punya MBT terbaik di dunia yaitu Leopard belum didukung Helikopter terbaik di dunia Apache

LOGISTIK
Hanya kekuatan militer itu tidak ada gunanya jika tidak didukung supply logistik yang baik. Supply Chain Logistik yang harus diperhatikan: Kebutuhan Energi seperti Bahan Bakar untuk Perang serta kebutuhan untuk tentara di medan perang. Khusus untuk energi ini persoalan amat serius. Mestinya Indonesia harus menyuruh Pertamina membuat Anak Perusahaan khusus untuk melayani kebutuhan Energi TNI kita berapa lamanya kita kita berperang!

INTELEJEN dan OPINI
Ini medan perang tambahan tapi penentu penting kemenangan. BAIS dan Lemhanas sebenarnya punya peran penting disini. Kedua lembaga tersebut berperan penting dalam Hybrid War termasuk juga disini proxy war.

BAIS memberikan informasi-2 yang ”gold information” baik buat kepentingan militer perang maupun untuk membangun opini. Termasuk juga melakukan contra intelejen militer negara lain.
Lemhanas mestinya memproduksi opini2 secara canggih yang menguntungkan TNI dan Indonesia. Jika produksi opini-opini dari Lemhanas amat hebat maka musuh itu sudah kalah dulu sebelum perang. Andaikan pun saat bertempur hasilnya ”seri” tapi dengan kehebatan memproduksi opini maka masyarakat dunia akan menganggap TNI kita lah yang paling perkasa.

Nah, yang seperti ini jika kita perjuangkan untuk terwujud maka Indonesia itu bisa membangun ekonomi secara nyaman buat rakyat yang sejahtera. Miminal masalah militer ini ndak boleh diabaikan dan mengganggap seakan2 kita aman dari ancaman musuh dari luar. Benar, militer butuh dana besar tapi klo kita abai maka kerugiannya lebih besar.

Abai karena TNI AL dan Coast Guard kita lemah maka kita rugi trilyunan per tahun dari pencurian ikan.
Abai karena TNI kita (terutama AU dan AL tidak disegani) negara-negara besar maka kita sibuk dengan isu dalam negeri seperti komunis, khilafah, isu Separatisme, isu Neolib tergadai negara lain dll. Cost sosial, politik dan ekonominya unlimited! Mendingan APBN kita anggaran untuk Pertahanannya ditambah!

“Si vis pacem, para bellum” – Jika ingin Indonesia selalu damai maka Indonesia harus pastikan akan pasti menang jika perang!

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

FR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s