Islam Indonesia yang beruntung


Tulisan ini kutulis sebagai bentuk prihatinku pada sikap yang TIDAK bijak yang dilakukan oleh:
(1) Para Kepala Daerah TK I & II (seperti Gubernur Aher di Jabar) yang buat Aturan Mengatur Orang Ibadah di Sekolah-Sekolah Negeri.
(2) Kepada Rektor ITS, UNS dan Unand yang membuat aturan diskriminatif khusus hanya menguntungkan kepentingan umat Islam: calon mahasiswa diterima PTN tsb dengan kemudahan jika hapal Al Quran. Catatan Unair juga awalnya melontarkan ide ini tapi kemudian dikoreksi.
(3) Buat Kepala2 Sekolah Negeri yang membuat Peraturan di Sekolah Negeri Jilbab itu wajib untuk seluruh siswinya.

Sadarilah anda semua bahwa negara kita itu BUKAN negara Islam. Negara kita itu berazaskan Pancasila yang berdiri adil di atas semua agama. PIAGAM JAKARTA itu DIHAPUS oleh Tokoh Islam Bapak Pendiri Bangsa ini Mohammad Hatta, karena beliau tahu itu lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya.

Khusus pada Rektor PTN dimana PTN adalah Pusat Pengembangan Intelektual yang dibiayai APBN maka cara Pikir dari Pimpinan Kampus ITS, UNS dan Unand ini adalah cara pikir Jahiliyah dalam konteks kebangsaan yang Bhineka Tunggal Ika!

Beragamalah secara baik, tapi jangan gunakan instrumen kekuasaan anda hanya untuk kepentingan golongan agama anda. Anda jadi Gubernur/Bupati/Walikota atau Rektor PTN/Kepala Sekolah Negeri untuk semua golongan, bukan cuma untuk orang Islam.

Coba belajarlah berempatik pada diri anda sendiri sajalah; jika nanti ada kepala daerah, rektor PTN atau kepala SMAN dari agama lain membuat aturan hanya kepentingan agamanya kira2 apa yang anda rasakan? Nah, jika semua melakukan hal itu maka bisa bubar republik ini. Jadi, sebagai orang Islam saat diberi amanat jadilah pemimpin yang adil di atas semua golongan. Jangan mau memangnya sendiri…

Nah, Sebelum anda (meskipun anda dari kalangan intelektual terdidik) kebablasan dengan Syiar Ngawur anda yang mau memangnya sendiri maka lebih baik pahami ini dulu:

Ada 3 PRIVILEGE BESAR PLUS, PLUS yang diberikan oleh seluruh bangsa Indonesia khusus hanya kepada umat Islam!

Tentu harus dicatat ini adalah kebesaran jiwa dari NON-ISLAM (Nasrani, Hindu, Budha dan aliran kepercayaan Tuhan YME) untuk memberikan persembahan terindah pada kita semua umat Islam. Mestinya kita menghargai pengorbanan mereka bukan malah mau memangnya sendiri buat aturan saat berkuasa. Apa itu persembahan bangsa Indonesia hanya untuk umat Islam?

PERTAMA. Didirikan Departemen Khusus untuk Kepentingan Umat Islam beribadah yang kita kenal Departemen Agama. Untuk anda ingat Departemen Agama itu no: 5 terbesar mendapat porsi dana APBN dibandingkan Departemen Lainnya (termasuk TNI dan POLRI). Hampir semua kerja di Depag ini cuma untuk layani umat Islam seperti Penyelenggaraan Haji & Umrah, Pendidikan Islam dan Badan Penjamin Produk Halal.

KEDUA. Dibuat Pengadilan Agama Islam di luar Peradilan Umum. Ini adalah unik. Pengadilan Hukum itu seharusnya tidak boleh ada pembeda bagi warga negara manapun dari latar belakang apapun, kecuali Pengadilan Militer karena urusan Pertahanan dan Keamanan Negara. Khusus di Indonesia ada dibuat khusus pengadilan yang hanya untuk melayani kepentingan umat Islam.

KETIGA. Dibangun 55 PTIN (Perguruan Tinggi Islam Negeri). Bisa anda bayangkan selain Madrasah2 Negeria yang jumlahnya ribuan di bangun seluruh nusantara, umat Islam dihadiahkan PTIN yang terdiri dari 11 UIN, 25 IAIN dan 19 STAIN didirikan di Indonesia.

Saya perkirakan jika dibandingkan dengan total PTN kita (baik Universitas, Institut, Sekolah Tinggi dan Politeknik Negeri), PTIN (Islam) ini jumlahnya bisa setengahnya. Jadi, umat Islam di Indonesia bisa kuliah di PTN tapi juga bisa secara istimewa punya kesempatan ke PTIN yang nota bene umat lainnya tidak bisa. Lantas untuk apa lagi ITS, UNS dan Unand kasih kemudahan khusus bagi penghapal Quran agar kuliah di Kampusnya?, toh PTIN (Islam) yang bagus2 siap menampung mereka.

PLUS jika mau ditambahkan lagi seperti didirikan Badan Amil Zakat Nasional, difasilitasi berkembangannya Lembaga Keuangan Syariah, termasuk di Aceh sampai diijinkan punya sistem hukum sendiri yaitu hukum Islam, dan tentu saja masih banyak lainnya.

Dengan begitu banyak kekhususan yang kita terima sebagai umat Islam, lantas ngapain lagi kebijakan2 pemimpin kita (terutama Pemda, Rektor dan Kepsek) memberi kekhususan lagi ke umat Islam seperti hapal Quran akan mudah masuk PTN dan menjadi PNS. Apa perlunya institusi negara harus memperhatikan ibadah umat Islam seperti membuat aturan Kewajiban ngaji bersama di sekolah, Kewajiban Pakaian Muslim di Sekolah, Kewajiban Sholat Jamaah Bersama di Sekolah, dll, dll.

Masak urusan Ibadah individu untuk urusan masuk sorganya, umat Islam harus juga difasilitasi negara ini secara khusus? Masak untuk urusan seperti ini Gubenur/Walikota/Bupati/Pejabat terkait termasuk DPRD harus menelurkan kebijakan khusus hanya untuk untungkan umat Islam doang?

Itukan tanggung jawab pribadi untuk urusan akherat anda sendiri, jangan cari enaknya saja dong sampai gunakan fasilitan negara dibiayai APBN untuk kepentingan umat Islam masuk sorga. Egois sekali anda itu beragama. Masak menjadi Islam yang harusnya rahmatan lil alamin malah membentuk pribadi2 egois mau memang sendiri?

Ayolah menahan diri untuk bersikap adil pada umat lainnya. Kita di dunia ini bukan hidup sendirian dan mau menang sendiri. Kita beragama Islam itu karena percaya Islam Rahmatan lil Alamin. Nah, itu semua kita tunjukkan dengan berlaku adil. Jangan gunakan fasilitas publik untuk keuntungan kita doang umat Islam; untuk urusan masuk sorga.

Buat para pemimpin Islam terutama yang dari Partai Islam seperti Jawa Barat, Sumatera Barat atau Propinsi/Kabupaten/Kota mana pun, tugas anda itu mensejahterakan masyarakat anda secara adil. Bangun infrastruktu daerah anda, hancurkan korupsi, perbaiki kualitas pendidikan dan kesehatan, buat pusat2 perekonomian daerah, nah yang itu lebih memberi kemaslahatan buat semua. Ini yang namanya Islam itu rahmatan lil alamin…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

FR

————————————-
Ps.
Berikut catatan data-datanya atas kebijakan yang deskriminatif dari para Kepala Daerah/Rektor PTN/Kepsek SMAN:

(1) Para Kepala Daerah TK I & II (seperti Gubernur Aher) yang buat Aturan Mengatur Orang Ibadah di Sekolah-Sekolah Negeri. http://www.jabarprov.go.id/…/Jabar-Akan-Terapkan-Baca-Al-Qu…

Dari pada mengatur tata cara Ibada siswa Islam di jabar lebih baik sang Gubernur memperbaiki kinerjanya yang amat buruk di pendidikan:
Kualitas Pendidikan di Jabar itu salah satu yang terendah di Indonesia: http://www.rmol.co/…/Ironis,-Kualitas-Pendidikan-di-Jawa-Ba…-

Angka Partisipasi Pendidikan di Jabar pun termasuk terendah di Indonesia. http://www.republika.co.id/…/msx1g0-apk-perguruan-tinggi-di…

(2) Kepada Rektor ITS, UNS dan Unand yang membuat aturan diskriminatif khusus hanya menguntungkan kepentingan umat Islam yang diterima PTNS tsb tanpa test jika hapal Al Quran. Catatan Unair juga awalanya melontarkan ide ini tanpa kemudian dikoreksi. Sebagai Pusat Pengembangan Intelektual cari Pikir dari 3 Kampus ini adalah Jahiliyah dalam konteks kebangsaan yang Bhineka Tunggal Ika!
– Lihat Link Antara untuk ITS: http://jatim.antaranews.com/…/its-terima-calon-mahasiswa-le…
– Lihat Link Tempo untuk UNS: https://m.tempo.co/…/penghafal-al-quran-bisa-masuk-fakultas…
– Lihat Link Republika untuk Unand: http://www.republika.co.id/…/o52yd5301-dirjen-bimas-islam-a…

(3) Buat Kepala2 Sekolah Negeri yang membuat Peraturan di Sekolah Negeri Jilbab itu wajib untuk seluruh siswinya. Contoh SMA N Pariaman yang mewajibkan jilbab pada siswinya (aturan no: 17 dan no: 20). Ini linknya: http://sman1-prm.sch.id/id/index.php/profil/peraturan.html

13220963_1005029722913845_2028842246386733722_n

One thought on “Islam Indonesia yang beruntung

  1. Menarik pak ulasannya.
    Tapi untuk persoalan jilbab… hehehe….
    Jilbab menjadi bagian dari seragam sekolah bagi saya itu sah-sah saja. Bukan untuk memanfaatkan kesewenang-wenangan. Jadi kalau mau memakai jilbab diluar sekolah ya silakan saja. Saya bekerja disalah satu sekolah swasta umum di provinsi Jawa Barat yang menerapkan wajib jilbab bagi siswi muslim dan tidak ada masalah dalam hal tersebut.Selain itu setiap pagi sebelum pelajaran dimulai kami membaca kitab suci agama masing-masing.
    Melaksanakan kultum pada hari Jum’at dan yang memberikan kultum tidak hanya dari siswa/siswi beragama muslim, mereka yang nonmuslim juga mendapat giliran untuk menyampaikan kultum.

    Yang bermasalah bukan sekolah-sekolahnya, Pak.
    Pendidikan di Jawa Barat bisa jadi yang terendah, tapi tidak semuanya buruk.
    Senang bisa membaca tulisan dan pengalaman di blog Bapak.

    XXXXX

    Saya lihat tidak sah-sah saja. Sebuah kebijakan sekolah itu TIDAK boleh berlandaskan pada klaim teologis. Apakah benar bahwa dengan mengaji dan sholat bersama akan membuat tingkat kemajuan pendidikan kita semakin baik? Nah, mestinya sebuah kebijakan harus disertakan dulu data2 riset dari ahli pedagogik baru boleh jadi kebijakan. Jadinya kebijakan ini dapat dipertanggungjawabkan secara metodologi pengajaran secara benar.

    Kebijakan berdasarkan klaim-klaim teologis tanpa disertai data pendukung yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tidak dapat diukur dampak posisitifnya. Ini jelas pertimbangan yang tidak benar dalam pengambilan kebijakan. Lebih parah lagi jika kualitas pendidikannya rendah seperti Jabar, lalu kebijakan2 yang dikeluarkan lebih berupa kebiajakan2 berdasarkan klaim2 teologis. Ini tidak memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kualitas pendidikan di Jabar.

    Salam Hangat

    FR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s