Islam agama paling cepat punah?!


Moderat

Miriam Liebmann gadis Yahudi yang kukenal saat kuliah di Uni Hamburg yang kubayangkan secantik Natalie Portmann, pernah terlibat diskusi serius denganku tahun 2006-an. Cantik sih banget, tapi klo sudah bicara Islam maka berubah menggebu2 “galak”.

Saat itu aku sarankan sudah Yahudi ngalah aja deh dalam konflik Palestina. Beri konsensus sesuai maunya Palestina. Jika anda konflik terus pasti kalah deh. Lihatlah Eropa sekarang (konteks diskusi kami 2006 tepat 10 tahun lalu) tampaknya akan menjadi “Benua Islam”.

Si cantik Yahudi itu jawab spontan: “tidak, tidak, tidak…justru Islam adalah agama yang kami (Yahudi, red) yakini paling cepat obselet dan termarginalisasi. Jadi, kami dari Yahudi tidak akan terancam di masa depan”.

Lebih lanjut si Miriam nyatakan argumennya: “Islam itu agama yang paling tidak fleksibel, kaku dan paling konservatif. Mainstream berpikir pada umatnya amat sangat kaku. Pilihannya cuma 2 pada pemeluknya: kaffah atau kafir!”

“Masalahnya kami (para Yahudi, red) amat yakin semua agama pasti harus fleksibel untuk bisa survive jika tidak akan lenyap dari muka bumi. Sejarah mencatat itu semua; begitu banyak agama patah tumbuh hilang berganti. Yahudi juga kaku sehingga kehilangan spirit jaman, lalu menjadi agama kerdil. Bagi kami, Yahudi adalah simbol solidaritas etnik belaka, hanya kami kuat dan eksis di jejaringan keuangan sehingga kami tetap dominan”.

“Sementara Islam tidak memiliki apa2 kecuali saat ini merasa kuantitasnya banyak sebagai kemenangan. Padahal banyak yang bodoh, miskin dan terbelakang. Begitu Islam semakin tidak bisa fleksibel atas perubahan jaman maka ada satu masa (dan itu tidak lama) semua orang Islam kocar-kacir ndak jelas. Itulah yang menjadikan Islam agama yang paling cepat alami obselete!”

Jelas aku sangkal habis-2an argumen itu. Berbusa-busa bla, bla, bla kita berdebat. Hanya 10 tahun setelah perdebatan itu aku semakin sering lihat teman2ku yang Islam yang terdidik dan sekolah tinggi (bukan level sopir Taxi atau jualan Kebap atau anak muda pengangguran) dari Iran terutama, lalu Afghanistan, Turki dan juga Afrika Utara menyatakan diri dengan berani sebagai ATHEIS atau minimal AGNOSTIK. Padahal klo lihat cerita latar belakangnya mereka dulunya muslim yang taat.

Katanya (kata mantan Islam yang intelektual terdidik): “Islam itu agama paling tidak realistis menjawab kehidupan. Agama penuh aturan doktrin kaku disertai dongeng2 tanpa bukti…”

Hmmm dalam beberapa hal aku berempatik dengan alasan mereka. Hanya aku tetap nyaman dengan Islam karena spirit relijiusnya membuat hidupku penuh makna sebagai muslim.

Tentang doktrin yang kaku, itu tidak terlalu menggangguku karena mungkin aku sudah lama bersepakat tidak percaya Ghazali yang irrasional dalam beragama. Jadi sudah lama doktrin2 itu kubuang. Sudah lama kuanggap omongan Al Ghazali yang oleh umat Islam maintream sebagai panutan, kuanggap sebagai cara pikir jahilyah.

Aku pun tahu Ibn Rushd seorang muslim yang baik dan cara pikirku ternyata sesuai apa yang dilakukan Ibn Rushd. Itu referensi modelku. Aku menjalankan Islam sesuai dengan porsi kebutuhanku karena itu urusanku dengan Sang Pencipta, selebihnya yang penting moral Islamku memberi manfaat bagi masyarakat. Itu sebabnya aku nyaman sebagai Islam dan semoga itu sampai akhir hayatku.

Tapi bagaimana dengan mereka yang dari awal tidak bisa melepaskan diri dari kakunya doktrin dalam Islam? Apakah akhirnya solusinya mereka membuang agamanya saat mereka dipaksa untuk memilih: “kaffah atau kafir?”
Saat mereka mengganggap kaffah itu cuma fantasi maka jadilah mereka memutuskan kafir. Benar2 2 bandul yang amat ekstrim atas cara pandang yang kaku ini.

Disinilah, aku jadi teringat diskusi dengan si Miriam 10 tahun lalu apakah ini maksudnya yang dia bilang Islam akan jadi agama obselete karena amat kaku dimana umatnya cuma punya 2 pilihan: kaffah atau kafir!

Saat umatnya merasa tidak mungkin kaffah itu bisa terwujud, maka mereka memilih kafir. Tentu saja yang kutemui umumnya adalah para Islam dari kalangan terdidik yang jadi kafir. Hmmm sayangnya statistik riset untuk ini tidak ada untuk membedah akurasinya praduga ini…

Tapi pertanyaan di bawah ini bener2 menggelitik padaku yang kuajukan pada anda semua:

1. “Benarkah Islam adalah agama yang kaku yang tidak bisa fleksibel yang memberikan pilihan cuma 2 menjadi Kaffah atau Kafir, sehingga ini akan menjadi agama yang paling cepat obselete?”

2. “Apakah nilai kaku dalam beragama cuma di Islam (dan Yahudi juga jika menurut si Miriam agama yang kaku) atau semua agama samawi kaku seperti Nasrani? atau malah semua agama itu kaku termasuk diluar Samawi itu kaku?”

3. “Jika anda berpendapat no: 1 “IYA ISLAM itu kaku”, maka adakah anda bisa kasih sharing sudut pandang solusi buat kita semua sebagai masyarakat Islam mayoritas di Indonesia?”

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

One thought on “Islam agama paling cepat punah?!

  1. Sudut pandang lainnya adalah kita harus terus belajar, bukan menerka-nerka dengan pemahaman yang kita punya sekarang. Pelajari apa itu perkara yang pokok (ushul) dan apa itu yang cabang (furu’). Apa perkara yang dapat berubah (mutaghayyirat) dan apa perkara yang tetap ( sepanjang zaman. Sebab kalau kamu bertanya pada seorang Yahudi, maka kamu salah bertanya. Seolah mencari cara menyembuhkan sakit jantung tapi meminta solusi dari seorang tukang kayu. Bertanyalah pada orang-orang berilmu yang sudah mempelajari banyak hal dalam Islam🙂

    XXXXX

    Salam

    Untuk berilmu itu TIDAK harus beragama yang sama. Orang Islam banyak yang kuasai tentang Yahudi, Kristen atau agama lainnya. Lantas apa yang membuat tuduhan klo orang non Islam itu tidak kuasai ilmu tentang Islam?

    Karen Amstrong itu bukan seorang Muslim tapi pendapatnya tentang agama termasuk agama Islam dihormati oleh para cendikiawan muslim dunia serta para ilmuwan lainnya. https://en.wikipedia.org/wiki/Karen_Armstrong

    Salam Tabik

    FR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s