Poligami dan Free Sex


maxresdefault

Aku agak jengkel dengan beberapa Whatsapp Group yang lelaki2nya yang kebetulan saat ini mulai mapan secara finansial seumuran denganku (40 tahunan ke atas) pada pamer tentang ayat2 yang membolehkan poligami. Mereka share tentang halalnya poligami. Lebih jengkel lagi dipamer2kan biar dapat dukungan publik barang kali, agar mereka sama2 poligami bareng. Lalu juga mereka akan “menyerang” yang anti poligami disamakan dengan pro free sex!

Aku sebenarnya ndak peduli tentang hal ini. Itu urusan pribadi lah; mau poligami kek, mau apa kek, itu urusan anda dan keluarga anda. Tapi karena yang pro Poligami menjadi amat norak bahkan sampai ke publik pamer2 “Seminar Pria Sukses Poligami”, lalu juga ada “Sosialita Wanita Baju Pink yang bangga di madu”, lama2 ingin nulis juga tentang hal ini karena jelehnya melihat perilaku mereka mengumbar “aurat”:

Pertama, poligami itu urusan pribadimu. Jika kamu mau poligami yah lakukan itu urusanmu. Jika atas alasan syarii-nya menonjol dari pada sex-nya maka itu bagus, semoga dapat pahala. Jika alasan sex-nya yang menonjol yah urusanmu. Yang penting jangan klaim2 urusan syarii, padahal banyak orang membaca itu urusan bawah perut. Di-bully orang nanti. Sakit lho di-bully orang sak jagat. Lalu prembik2 dianggap masyarakat anti Sunnah Nabi. Padahal karena sampiyan yang sembrono ngomong seperti sontoloyo🙂

Okya, Jika kamu memilih free sex yo itu juga tanggung jawabmu. Pilihan apapun tanggung jawabmu sendiri.

Kedua, neng klo situ mengkampanyekan poligami ke publik dengan alasan untuk menghindari zinah, maka situ tak kritisi habis2an.
Ora ono hubungan antara situ mau hindari zinah dengan poligami. Banyak pelaku poligami juga tetap aja berzinah alias berselingkuh! Tidak kurang dan tidak lebih, seperti juga banyak yang monogami juga berselingkuh.

Jadi, klaim poligami menghindari zinah itu klaim yang harus diuji kebenarannya secara empirik. Satu2nya yang kusayangkan pada masyarakat muslim sehingga ketinggalan jauh dari barat sudah jelas2 ini masalah sosial kita tapi tetap saja kita ndak punya data empirik; “benarkah poligami itu menghindari zinah?” Yang ada cuma klaim2 mistis teologis irasional yang tidak bisa dibuktikan.

Ketiga, klo situ mengkampanyekan poligami dengan alasan wanita lebih banyak dari pria, maka situ buta statistik. Klo jaman 1.500 tahun yang lalu situ memang ndak bisa tahu berapa jumlah wanita dan pria, klo sekarang kita tahu; itu jumlahnya seimbang. Andaikan kadang banyak wanita, itu usianya nenek2. Wanita umumnya usianya lebih panjang dari pria. Kenapa ndak nikahi mereka?

Penggunaan alasan kuantitas ini problematis, dikarenakan jika lelakinya lebih banyak maka wanita boleh poliandri bukan? Nah, klo kamu ndak mau menjawab pertanyaan hipotetik ini, lalu berlindung pada ayat Tuhan yang tidak membolehkan poliandri, maka lebih ndak usah pamer atas pilihan poligamimu karena alasan jumlah wanita lebih banyak.

Keempat, jika situ mengkritisi yang anti poligami sebagai pro free sex maka situ SALAH besar. Tidak semua yang anti poligami pro free sex, sebaliknya tidak semua juga pendukung poligami anti free sex. Jadi, jangan digeneralisasi. Jangan buat tuduhan macam2 pada yang anti pilihan poligami anda. Jadi banyak yang monogami tapi anti free sex. Pahami itu!

Kelima, adalah lebih baik anda ndak perlu main api. Main api itu resiko terbakar. Klo ndak bisa kendalikan diri kebakarnya bisa sampai gosong nanti. Tidak cuma anda dan pasangan main apinya yang kebakar gosong bahkan keluarga kalian pun ikut terbakar gosong. Kasihan keluarga anda yang tidak salah apa2. Jadi, pahami yah sebelum memutuskan main api maka resikonya bisa kebakar gosong! Gosong habis alias anda dan keluarga anda hancur berantakan!!!

Keenam, kalau akhirnya anda nekat main api maka jangan tiru para politisi dan pejabat birokrat kita. Mereka umumnya tidak cukup sexy untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Akibatnya mereka gunakan uang untuk menarik perhatian. Masalahnya gaji mereka juga ndak seberapa, cuma beberapa puluh juta saja. Nah, terpaksa untuk biaya main apinya dengan uang korupsi. Hanya jangan lupa diujung sana KPK siap kirim anda ke Hotel Prodeo. Klo ini terjadi namanya nikmat membawa sengsara!🙂

Sudah banyak contoh “Nikmat Membawa Sengsara” ini seperti Ustadz Luthfi Hasan Ishaaq, Mantan Gubernur Sumut Gatot Pudjo, Jenderal Polisi Djoko Susilo, dll. Silahkan anda tambah sendiri daftarnya. Termasuk juga disini para pejabat yang dapat gratifikasi sex. Nah, perilaku mereka ini contoh seburuk2nya perilaku!

Ketujuh, saran saya apakah anda pelaku poligami atau free sex ra usah dipamer2 ke. Pamali! Itu “aurat”. Kasihan anak2 dan pasangan sampiyan klo “aurat” sampiyan diumbar ke publik oleh sampiyan sendiri. Apalagi klo karena perilaku ngumbar ini sampiyan justru di-bully publik di depan mereka2 yang mencintai dan menganggap sampiyan sebagai pahlawan bagi mereka.

Sudah nikmati saja apa yang sampiyan putuskan, dan jalani hidup anda dengan penuh syukur dan doa saya semoga bahagia dengan pilihan hidup anda…

Sebaiknya gunakan saranku ini (jika kamu mau), untuk urusan gini ra usah pamer baik anda pelaku poligami atau pelaku selingkuh. Jika ada yang kepo tentang kamu maka beri mantra ini pada yang kepo:
“Don’t tell!”
“Don’t ask!”
“You don’t tell” (apalagi kamu pamer atau curcol)
“I don’t ask” (kita juga ndak akan kepo tanya-2)

Jadi, simpan aurat anda untuk anda sendiri yah🙂

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

FR

13043397_10207806069444385_7761949306015795873_n

2 thoughts on “Poligami dan Free Sex

  1. Zaman sekarang pikiran orang jadi kebalik-balik. Kalo mau mengkritisi tentang poligami dan membandingkan dengan zaman ketika awal mula islam, poligami itu amat sangat sakral. Poligami untuk melindungi kaum perempuan (hak, kehormatan dan kesejahteraan) yang ditinggal suaminya dalam peperangan. Udah, gitu aja.
    Eh, lha kalo sekarang poligami itu dijadiin indikator kemapanan kali. Makin banyak istri, makin kaya si lelaki. BTW, emang ada yo seminar poligami pria gitu? Hehe just curious.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s