Meneladani Ibn Rushd untuk Kembalinya Kejayaan Islam


averroes

Aku sering mendengar pertanyaan dari diskusi dengan temen2 muslim: “Kenapa masyarakat Islam tertinggal jauh di belakang Barat?”

Menurutku secara singkat kukatakan penyebabnya adalah:
“Orang Islam meninggalkan pendekatan rasional dalam beragama, terlalu bangga berlebihan dengan diri sendiri merasa sebagai umat terbaik tetapi kurang melakukan autokritik. Jika melakukan kebodohan lalu dicari “kambing hitam”: salahkan konspirasi Yahudi-Amerika, salahkan miras, salahkan orang kafir, dll. Ini menurutku yang menyebabkan sekarang ini banyak umat Islam pemarah dalam dialog serta kita terbelakang”.

Sesungguhnya Islam maju itu dibangun jaya oleh rasionalitas yang akhirnya kejayaan itu berakhir setelah masa Ibn Rushd. Di masa keemasan Islam itu, beragama dengan metode ilmu dan sains dalam memahami teks Quran. Nah atas hal ini lah umat Islam memang mencapai puncak jayanya dalam peradaban dari abad ke 7 sampai abad 13.

Tidak cuma muslim, Ibn Rushd juga menginspirasi Kristen dan Yahudi. 100 tahunan setelah Ibn Rushd tiada pemikirannya yang menyebar ke intelektual Eropa menjadi pematik awal Renaissance di Eropa. Eropa pun membuang masa kegelapan yang suka mistis agama irasional menjadi berpikir logis dan rasional.

Sejak itu Eropa semakin maju dan maju dengan cara pikir rasionalnya, —mungkin juga nenek moyang Eropa dari jaman Yunani sebenarnya cara pikirnya rasional jadi mudah menyerap kembali budaya rasionalnya—, kemudian semakin maju dan terus mendominasi hingga saat ini.

Saat bersamaan dunia Islam malah amat khawatir dengan berkembangnya rasionalitas dalam beragama. Pasca Ibn Rushd, dunia Islam lebih memilih pendekatan Tekstual dan Mistis Irasional dalam memahami ayat dari pada metodologi Ilmu secara rasional. Nah pilihan pendekatan tesktual, mistis dan irasional terhadap ayat inilah menjadi mainstream hingga saat ini.

Catatan: saya tidak mengulas tentang: (1) Dampak Perang Salib yang membuat Eropa bersatu dan belajar tentang kemajuan Islam serta Islam menderita karena perang, (2) Dampak Invasi Mongol yang membuat Jantung Kebudayaan Islam Hancur Lebur dan (3) Kekalahan Ottoman di PD 1 karena memang sebagai legitimasi kebangkrutan Islam.

Saya cuma membahas ada 2 gejala saling berseberang pasca Ibn Rushd:
(1) Eropa justru semakin mengembangkan budaya rasional dan metodologi Ilmu
(2) Islam justru meninggalkan cara berpikir rasional dan metodologi ilmu.

Akibatnya, setelah kekalahan Invasi Mongol, Islam seakan membangun baru lagi dari puing2 kehancuran dan saat yang sama Eropa juga memulai Renaissance sekitar abad ke 13. Sejarah mencatat beberapa abad kemudian kecepatan kemajuan Eropa jauh lebih cepat dari Islam.

Abad ke-16 Islam sudah stagnan dan melamban, sementara Eropa benar2 maju poll gas persneling 6. Itulah abad 16 sesungguhnya Islam sudah gulung tikar. Saat PD 1, Ottoman sebagai representatif eksistensi Islam kalah total dan bubar jalan.

Sampai hari ini sejak Abad ke 16 sesungguhnya Islam sudah tertinggal di belakang barat. Lantas apa yang dibutuhkan oleh Islam untuk bangkit?

Saya ingat diskusi dengan teman2 Islam di Hamburg yang diadakan di Goethe Institut mendatang ilmuwan Al Azhar (sayang saya lupa namanya). Katanya kira2 begini:

“Yang dibutuhkan orang Islam itu berpikir rasional, mengurangi Pride dan kebanggan Pribadinya secara berlebihan merasa sebagai Umat Terhebat, tidak mencari “kambing hitam” atas degradasi kualitas masyarakat Islam saat ini serta menambah porsi autokritik untuk memperbaiki diri! Orang Islam itu jarang sekali melakukan autokritik. Andaikan melakukan autokritik itu lebih pada tata cara ritual ibadah. Yah kalau autokritiknya seperti ini maka peradaban apa yang mau dibangun oleh masyarakat Islam?”

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

FR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s