Selamat datang Jokowi di Rumah Toko KBRI Berlin! – Seri 1


2225840840_3f6d074c04_b

Botschaft_Indonesien_1200-e1424291480558

Temen-temen di tanah air meminta aku untuk menulis cerita tentang pertemuan kami dengan Pak Jokowi di Berlin. Dikarenakan aku sibuk maka kutulis bersambung-sambung, berseri-2 secara berkala; kala sempat nulis, kala ada ide menulis dan kala ada mood menulis🙂

Kami bertemu Jokowi selama 45 menit di Aula KBRI Berlin yang ruangannya lebih jelek dari pada aula Kampus-2ku saat kuliah di Yogya. Aula sekelas SD/SMP Inpres —yang kuselalu tertawa— jika setiap kali ikut pertemuan di sana. Lihat gambar Gedung KBRI kita bahkan ada coretan grafiti kumuh di dindingnya, mirip gedung2 di area Slumdog🙂

Sebenarnya Tim IASI – Profesional Dirgantara Indonesia Hamburg, sudah membuat kontak intensif dengan Komandan Paspamres di Jerman agar bisa diusahakan ketemu Pak Jokowi secara personal beberapa menit saja, sayang jadwal beliau terlalu padat, sempit dan amat sebentar.

Tapi lupakan KBRI, kita ke bicara Jokowi saja yang menginspirasi. Berbeda yang pejabat-pejabat lainnya yang sering kali datang terlambat yang membuat kita jemu menunggu, Jokowi justru datang lebih cepat 15 menit dari Jadwal. Jadi jadwalnya kita bersilahturahmi yang hanya 30 menit justru dapat bonus menjadi 45 menit karena Jokowi datang lebih awal. Tidak lupa Jokowi menyalami masyarakat di luar gedung KBRI yang kebetulan tidak dapat undangan untuk hadir di Alua KBRI (mungkin karena keterbatasan tempat).

Hanya aku pribadi beruntung karena duduk di barisan paling depan maka bisa salaman dengan beliau. Sangat bersahaja kesanku pada karakter pembawaannya. Itu sebabnya, aku tidak heran jika masyarakat memuja kebersahajaanya secara tulus. Sebuah respek yang amat besar padaku pribadi kepada Jokowi saat berjabat tangan erat, tidak bisa kututupi mengharu di rasaku. Dia menjabat tangan secara tulus, bersahaja dan apa adanya.

Ini adalah kesanku ketemu Jokowi. Jokowi itu amat menarik saat bicara! Dia ndak bisa bicara dengan “bunga-bunga bombastis”. Dia juga tidak bicara ndhobhos penuh normatif. Omongannya bisa kita validasi; apakah janji palsu atau ndhobos ataukah fakta. Kita bisa langsung validasi di kenyataan antara kata dan perbuatannya. Menariknya lagi apa yang dia katakan, dia langsung jalankan!

Contoh: Gedung KBRI Berlin itu jelek kayak Rumah Toko, khas stigma gedung level Kedutaan Negara terbelakang. Orang Indonesia yang ada di Jerman pasti tahu bahwa KBRI Berlin itu bentuknya cuma sedikit lebih baik lah dari Rumah Susun Inap orang-orang sosial pengangguran😀

Kalah jauh dengan Kedutaan China, India atau Jepang. Jangan bandingkan dengan Kedutaan Perancis, Inggris, Rusia apalagi Amerika yah di Jerman. Jadi wajar masyarakat Jerman anggap Indonesia negara terbelakang. Lha wong KBRI-nya tidak lebih baik dari Ruko kaki lima kok🙂

Jokowi datang, lihat KBRI yang acak2an dan jelek. Dia bilang (kira-kira seperti ini pesannya, meskipun ucapannya tidak sama persis): Ini Gedung KBRI bikin malu. Kita Negara besar tapi kita punya KBRI seperti Ruko di negara Super Power Jerman. Saya (Jokowi, red) suruh bongkar ini KBRI, lalu buat KBRI baru yang hebat. KBRI adalah “jendela” negara lain melihat kita. Jika jelek seperti ini mana percaya negara Jerman itu pada kita.

Nah, KBRI baru (yang rencananya akan dibangun) katanya letaknya di kawasan elit dan luasnya 3.000m2, dan dibuat akan semegah Jepang, persis di samping Kedutaan Jepang. Biar para Jerman; baik pemimpin, industriawan dan masyarakatnya melihat Indonesia adalah mitra sejajar yang bisa kerja sama saling menguntungkan.

Hebatnya puluhan tahun Presiden RI yang dulu lihat KBRI kita seperti Ruko itu apa yang mereka pikirkan yah? Mosok mereka tidak pernah “aware” punya KBRI Ruko seperti ini? Aku saja malu kok lihat KBRI kita di Berlin seperti Ruko, sering cengengesan kok mentertawakan negaraku dalam hati.

Oleh Jokowi, baru 1 kali datang. Lihat Ruko memalukan tanpa ba-bi-bu, suruh bongkar segera dan buat gedung KBRI baru. Dana 400 Milyar disiapkan. Kita negara besar sehingga Jerman harus anggap kita mitra sejajar. Jika sudah begini maka kerja sama besar yang nilainya jauh lebih besar dari 400 Milyat bisa kita realisasikan.

Iya, 400 Milyar memang banyak jika untuk dihambur-hamburkan, untuk hal yang tidak perlu. Tapi bandingkan anggaran Rapat era SBY yang 18 Trilyun per tahun maka 400 milyar itu terlalu kecil. Apabila 400 Milyar tsb digunakan untuk membangun “Jendela Indonesia” secara elegant dan professional agar terbentuk trust dan kemitraan sejajar dengan Jerman yang notabene negara super power dunia maka akan ada “out comes” yang berlipat yang kita dapat.

Tentu saja, selain gedung megah, kualitas diplomat kita serta sinerji dengan diasporanya harus selalu ditingkatkan…

Jokowi datang, Gedung lama KBRI jadi kenangan, Gedung Baru KBRI akan memperkukuh eksistensi Indonesia di Jerman di masa datang…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

9 thoughts on “Selamat datang Jokowi di Rumah Toko KBRI Berlin! – Seri 1

  1. Semoga beliau tetap amanah apa adanya. Tegas dengan hati nuraninya. Doa kami rakyat indonesia buat beliau semoga dalam lindungan ALLAH swt

  2. Saya sudah menunggu tulisan Bapak tentang kunjungan Presiden Jokowi ke Jerman. Semoga part selanjutnya bisa segera di publish, Pak. Semoga ketika gedung KBRI baru sudah diresmikan, saya bisa melihat secara langsung. Aamiin.

  3. Berhubung saya gak tau situasi dan sejarah KBRI di sana, jd saya ingin bertanya. Sepemahaman saya dulu ibukota Jerman Barat kan di Bonn ya? Klo gt, artinya dulu KBRI tentu ada di Bonn gak? Dlm logika saya, KBRiI di Bonn lah yg mestinya representatif.
    Lalu spt kita ketahui bersama, wktu itu terjadilah penyatuan Jerman dan ibukota berpindah/balik lg ke Berlin. Maka (dg tergesa2) dibikinlah gedung KBRI di Berlin. Mgkin waktu itu rencananya buat sementara aja, trus ntarnya akan dibikinin KBRI yg permanennya. Tp niat sementara itu akhirnya jd sementaun.
    Gitu bayangan saya aja sih. Yg sebenernya gmana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s