Bukan Orang Kaya Baru!


12512756_108428786226707_2655670281646020103_n

13010804_10206085177263732_1288191810161805048_n

Saat itu bulan Oktober 2015 mulai dingin. Mendikbud Mas Menteri Anies Baswedan kutemani sekedar jalan2 sekitar Frankfurt. Mas Menteri mewakili Indonesia sebagai Negara Kehormatan dalam Acara Frankfurt Bookfair yang akan membuka acara bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Jerman.

Sehari sebelum hari H, kita jalan2 sebentar di kota Frankfurt setelah meninjau persiapan panitia Indonesia dibawah kepemimpinan Goenawan Moehammad.

Kita jalan kaki berdua ngomong ngalor ngidul dengan rombongan ngikuti di belakang. Lalu mas Menteri bilang ke aku: “Zal, aku lupa bawa jaket yang tebel. Soalnya males bawaan banyak. Ternyata dingin yah Zal. Aku butuh jaket klo ndak bisa sakit!”

Kutanya: “Yang seperti apa mereknya? Armani, Tommy Hilfiger, Hugo Boss, Calvin Klein, Louis Vuitton sambil pamer ke mas Mentri klo aku tahu merek2 itu”🙂

Jawab mas Mentri kaget: “Eitss jangan Zal, duitnya ndak ada! Memang ente pakainya merek2 itu?

Jawabku: “Ndak! biasanya aku ndak pakai pakai merek itu. Cuma 1 dua aja yang bermerek”, kataku ngakak.😀

Mas Mentri bilang: “Yang biasa kamu beli!”

Kataku: “Klo ke H&M biasanya bojoku tutup mata, aku bebas beli apa saja. Bagi bojoku, H&M masih ndak punya masalah dengan credit card kita. Klo Karstadt biasanya aku diwanti2 bojoku agar beli yang memang perlu aja”.

Mas Menteri: “Iya kalau gitu kita ke Karstadt saja yang agak menengah, ndak perlu terlalu kere. Kitakan bukan mahasiswa Universitas Ndeso lagi, tapi jangan ke butik mahal Zal!”

Rombongan pun nunggu di luar, aku dan mas Menteri berdua masuk ke Karstadt di Hauptwache Frankfurt cari jaket.

Komentar mas Menteri pertama kali: “Wah Zal, mahal ini. Jaketnya semua diatas 300 Euro. Kita cari ke yang lebih murah, apa itu H&M yah?! Kita ke H&M aja lah!”

Jawabku sambil ngeyek ngekek sambil nyorocos karena ini moment yang baik untuk ngeledek sang Menteri (jarang2 ketemu moment ngejek dia hahaha):
“Bro, ente itu menteri Republik Indonesia, negara G-20, pemimpin ASEAN, pemimpin non blok, dihormati oleh Jerman untuk diundang sebagai satu-satunya tamu kehormatan di acara Frankfurt Book Fair ini, mosok tuku jaket e level mahasiswa di H&M?!”😛

Si mas Menteri pun terkekeh2 mendengar kuejek.
“Yah sudah bantu aku pilihin jaketnya”, kata Mas Menteri.

Akhirnya, kita pun mulai memilih. Yang satu berharga 460 Euro bagus mewah sekali, ada branding-nya (cuma aku lupa), yang satu berharga 270 Euro yang secara harga mas Menteri heppi dia, tapi warnanya kurang elegant, yang satu berharga 320 Euro elegant.

Mas menteri lihat 460 bagus tapi menurut mas menteri mahal banget. Yang 270 ingin dia ambil tapi petugas yang layani amat profesional bilang: “itu ndak cocok, kurang elegant”.
Sebuah saran profesional yang aku setuju sehingga Mas menteri ragu, akhirnya setuju untuk tidak diambil yang 270 Euro.

Dia lihat yang harga 320 Euro dan 460 Euro, dia timbang2. Sambil bilang: “Zal, klo kuambil 320 ini, okay ndak?”

Jawabku: “Iya, okay bro. Cuma yang 460 itu paten banget, ada branding-nya, lagian cuma 460 perak aja kok (baca Euro)!”

Setelah timbang2, mas Menteri bilang:
“Ah yang 320 Euro aja Zal soalnya cuma kepakai beberapa kali aja. Ini cukup elegant kok”.
“Ngapain keluar banyak, lagian branding-nya (yang 460, red) juga di belakang ndak yang tahu”.
“Orang2 ndak lihat branding yang kupakai kok”.
“Yang mereka tahu Menteri pakai Jaket elegant”.
“Toh kalau yang pakai Menteri apalagi menteri Republik Indonesia, kan negera besar seperti katamu bro, pasti tamu orang2 Jerman nebaknya mahal banget!”,
…kata mas Menteri ngakak!

Nah temen2 semua, harga jaket yang dipakai Mas Menteri ini saat di Frankfurt menjadi Tamu Kehormatan Jerman kubocorin yah, harganya itu cuma 320 Euro alias cuma 4,5 juta IDR saja hahahaha…

Jangan anda bandingan dengan tas2 bermerek yang dipakai Ibu-Ibu DPR kita yang plesiran ke luar negeri yang berpose manis penuh ceria dengan Hermes, Gucci, Louis Vuitton, Burberry yang harganya puluhan juta bahkan ratusan juta!

Mas Menteri kita untuk beli jaket harga 320 perak aja perlu diskusi segala, bahkan tadinya malah mau pindah dari Karstadt ke H&M. Tampaknya mental ngirit (opo hemat?) mas Menteri saat sama2 masih kuliah di Universita Ndseo Yogyakarta ndak pernah berubah hahahaha…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Elegant tidak harus mahal

Apakah Gaya Hidup Glamour dan Mewah hanya pada istri politisi kita seperti photo viral baru2 ini Ibu-2 DPR di Jepang?

Gaya glamour dan Hedonis di politisi kita ternyata tidak cuma mendera para wanita yang politisi, atau istri politisi. Ternyata pada para politisi PRIA di negara kita banyak yang bergaya super glamour. Menghabiskan uang ratusan juta dan miliaran untuk memenuhi selera gaya hidup glamour tampaknya adalah yang biasa, yang notabene juga melanda politisi pria kita. Pakai jam Rolex Emas, atau jam Richard Mille dari ratusan juta sampai miliaran itu biasa.

Mantan Presiden PKS sendiri LHI pernah belanja jas dan pakaian mahal (tentu saja dibayarin oleh cukongnya) sampai senilai 165 juta rupiah lebih. Jadi, siapa bilang gaya glamour tidak melanda politisi pria kita. Ini beritanya: http://www.jpnn.com/read/2013/11/22/202090/Luthfi-Akui-Pernah-Beli-Jas-Mahal-Dibayari-Yudi

Sayangnya: mempunyai mindset elegant dengan gaya hidup standard normal seperti yang dilakukan Mas Menteri tampaknya belum terbentuk dibanyak para pemimpin politik kita. Untuk menaikan prestise, tampaknya para politisi kita mengkompesasikan dengan hidup glamour dan jet set.

Ini bererapa contoh beritanya:
1. Salahkah politikus Senayan bergaya hidup glamor? http://nasional.sindonews.com/read/529170/12/salahkah-politikus-senayan-bergaya-hidup-glamor-1321255977

2. Gaya Hidup Mewah Pangkal Pejabat Korup:
http://www.gresnews.com/berita/hukum/13089-gaya-hidup-mewah-pangkal-pejabat-korup/0/

Jadi, fenomena gaya glamour mewah itu terjadi pada politisi kita tanpa melihat gendernya; ini tidak cuma dominasi wanita tapi juga pria. Padahal elegant itu tidak identik dengan berbiaya mahal!

Saran saya:
Buat para politisi lelaki, contoh lah Mas Menteri. Cuma dengan kocek yang terjangkau oleh masyarakat menengah Indonesia, bisa tampil elegant penuh percaya diri di depan pemimpin negara2 lain dalam forum yang amat prestisius di Frankfurt yang merupakan Book Fair terbesar di dunia dimana Indonesia menjadi “Tamu Kehormatannya”.

Toh pose Mas Menteri dengan Coat-nya yang harganya terjangkau oleh para pekerja kelas menengah kita, ternyata tata busana mas Mentri tetap amat elegant…

IMG-20160416-WA0001

IMG-20160416-WA0002

IMG-20160416-WA0003

IMG_20151013_115821

———-
PS.
Ini kira2 mindset orang Jerman belanja:
Di Jerman yang paling murah meriah klo belanja di Bronpix, KIK atau Primark. Itu klo kita pakai untuk hal2 yang pakaiannya yang remeh temen untuk sehari-hari.

Yang untuk kerja harian, sering kali kita belanja di C&A atau H&M. Barang2 disini kisarannya di angka 50-100 Euro untuk jas. Hanya jika pakai barang ini tahulah itu dari H&M atau C&A. Klo jadi konsultan bisnis, sering diwanti2 oleh Boss terutama saat ketemu client pakai jas yang bagus (baca: jangan level H&M atau C&A). Ini kelas mahasiswa yang kuliah di Jerman level bea siswa hehehe😀

Yang relatif menengah itu Karstadt. Jas-jas disini lumayan bagus tapi harganya bukan harga butik yang mahal. Banyak para pekerja seperti konsultan atau Ekspert yah pakai jas dari sini. Ini sih standard untuk para kelas pekerja profesional.

TAPI jika anda eksekutif, dimana anda sering meeting dengan client top maka anda memang harusnya belanjanya di butik bahkan Karstadt pun sering kali “agak” dibawah. Di butik untuk angkanya 1.000 keatas, itu biasa. Itu barang2 bermerek bagus semua.

Nah, untuk moment amat penting, mewakili negara pertemuannya di ruang VVIP (bukan cuma VIP) dengan para tamu negara lain, pakai produk H&M atau C&A tidaklah tepat. Mesti ketauan itu ngirit apalagi iso dianggap medit😀

Lha wong aku klo presentasi dengan klien saja, “dilarang” kok sama boss-ku pakai jas dari H&M. Ketahuan itu dari H&M atau C&A. Malu2in kredibilitas perusahaan… 😛

Mosok Menteri ketemu dengan para VVIP berbagai negara mewakili Indonesia, sebagai tamu kehormatan di negara Super Power Eropa, yo memang jangan berpakaian seadanya. Tetap bersahaja dan elegant tapi jangan ketok ngirit apalagi pelit🙂

Ini menyangkut reputasi negara dalam pertemuan sesama VVIP dari tamu2 negara lain🙂

XXXXXXX

Tips membeli Barang Murah dan Bagus di Jerman

Sebenarnya klo mau cari murah meriah dan bagus maka berburu barang “seken” di toko jualan barang seken adalah seninya.

Dengan modal beberapa puluh Euro saja, anda bisa dapat produk bagus jika anda beruntung (namanya beruntung maka tidak selalu ada saat kita butuhkan). Saya pernah pakai sepatu Prada yang bagus cuma dengan 15 euro saja.

Masalahnya: anda butuh berburu, dan kelebihan waktu. Lagi iseng sedang luang pergi ke toko seken. Di Jerman banyak hal2 yangh membuat kita bisa beli barang murah jika kita “nggangur”. Masalahnya cuma 1: seberapa anda siap mengalokasikan waktu anda untuk berburu? Seberapa santainya anda itu🙂

Jadi ingat pada saya sendiri. Sering tugas ke München dari Hamburg. Jika saya sudah punya planning jauh2 hari, maka saya bisa berburu tiket murah kereta ICE hanya 29 Euro, bahkan pernah 19 euro. Tapi jika mendadak butuh maka harganya bisa 149 euro.

Jadi, untuk kualitas yang sama yang satu bisa 29 bahkan pernah 19 Euro, yang satu lagi 149 euro. Hampir 10 kali lipat harganya. Yang membedakan itu semua adalah WAKTU!😀

Nah, inilah romantikanya di Jerman atau Eropa, terkadang faktor yang membuat harga itu murah adalah anda siap berkorban waktu. Dikarenakan yang mahal adalah waktu, kecuali anda memang sedang banyak nganggurnya dimana waktu berlebih maka berburu barang2 murah bermerek apalagi seken itu adalah surga🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s