Jihad Melawan Korupsi dan Masyarakat Islam yang Denial


buku_jihad_melawan_korupsi_20150211_083737

Berhentilah menjadi Masyarakat Islam yang DENIAL yang jika ada pemimpin Islam yang ketangkap maling uang rakyat, lalu kita-kita bilang itu cuma oknum (orang Islam) saja. Lalu tutup mata kembali, ndak apa-apa pilih pemimpin korup yang penting Islam.

Lutfhi Ishaaq Hasan (Presiden PKS), Surya Dharma Ali (Menag), Ratu Atut Chosyiah (Gubernur Banten), Gatot Pujo Nugroho (Gubernur Sumut), Anas Urbaningrum (Ketua PD), Andi Mallarangeng (Menpora), Choirunissa (Bendahara MUI), Akil Mochtar (Ketua MK), Rudi Rubiandini (Ketua SKK Migas) termasuk yang terbaru Sanusi (DPRD DKI dan calon gubernur yang berniat terapkan Syariah Islam di DKI) , dll, dll, dll… adalah para tokoh-tokoh santun yang selalu menampilkan diri secara hipokrit sebagai orang Islam yang baik.

Tapi mereka inilah kumpulan yang terbukti para bedebah dan maling yang menghancurkan bangsa ini!

Apa reaksi umat Islam Indonesia pada umumnya?
Apakah masyarakat Islam melakukan instropeksi saat melihat begitu banyak pemimpin2 Islam itu maling?
Bukannya instropeksi atas begitu banyak contoh2 pemimpin beragama Islam yang maling, tapi malah mereka dengan enteng NGELES bilang: ah itukan hanya oknum! Jangan digeneralisir.

Inilah cara pikir DENIAL berbahaya yang menjadi virus mematikan bagi umat Islam Indonesia, dikarenakan kita permisif atas kerusakaan ini.

Mestinya disadari mereka itu BUKAN oknum. Mereka itu PATOLOGI Masyarakat Muslim kita yang sudah amat kronis dan berbahaya.

Kenapa mereka bukan oknum? Dikarenakan kita semua sebagai muslim akan jauh lebih sulit bisa menyebut pemimpin Muslim yang baik seperti Kang Emil atau Mbak Risma, dari pada menyebut para pemimpin muslim yang bedebah dan tertangkap maling.

Coba anda semua jujur buat tabel 2 kolom; kolom 1 list pemimpin muslim yang baik dan kolom 2 list pemimpin muslim yang bedebah. Lihat mana yang lebih banyak terisi kolomnya? Nah masihkah anda semua yakin perbuatan para pemimpin Islam yang maling itu hanya oknum?

Percayalah anda semua akan lebih sulit menyebut nama2 pemimpin Islam yang baik dari pada yang ketangkap korupsi amat berjubel. Ini menjadi bukti mereka, — para pemimpin muslim yang tertangkap dalam perbuatan bedebah—, itu bukan oknum tapi patologi bagi masyarakat kita.

Para Pemimpin yang ngaku Islam tertangkap korupsi itu adalah Patologis Sosial Masyarakat Islam, mereka itu bukan oknum. Dikarenakan para pelakunya amat banyak. Kita terima itu realitas pahit kita.

Buat orang beragama yang seneng ngeles bilang ini cuma oknum, sadarilah cara pikir ngeles dan denial ini berbahaya. Ini akan membuat para koruptor akan amat nyaman menggunakan simbol2 Islam untuk menutupi perilaku korupnya. Ini akan merendahkan agama yang kita imani.

Jadi, saatnya kita menerima secara jujur bahwa ini adalah patologi sosial di masyarakat muslim kita. Ini harus kita sembuhkan. Caranya: mulailah untuk adil melihat persoalan. Jangan pilih pemimpin dari mereka2 yang ngomong mau negakkan syariah Islam, pakai simbol2 Islam tapi jejak rekamnya tidak jelas.

Jika kita terpedaya dengan simbol-simbol agama dan mulut manis mereka, maka percayalah mereka akan memainkan agama Islam yang kita imani ini untuk membohongi kita untuk menutupi perilaku korup dan maling mereka. Ini akan menjadi patologi sosial semakin kronis di masyarakat muslim kita.

Nah, sekarang saatnya jihad untuk melawan para pemimpin Islam yang korup dengan cara:
Jangan pernah terbuai memilih mereka hanya karena pamer2 simbol Islami sementara jejak rekamnya terhadap korupsi amat buruk. Ini adalah salah satu Jihad penting, dikarenakan mereka saat jadi pemimpin justru akan menghancurkan kita.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s