Budak Halal


Beautiful Scarlett Johansson Blue Eyes Desktop Wallpaper

Saat itu tahun 2005-an, dikarenakan B. Jerman-ku jelek maka Kontrak kerjaku di Deutsche Telekom tidak diperpanjang. Aku panik, mana istriku sedang hamil anak pertamaku. Saat bersamaan aku belum ingin balik ke Indonesia. Akhirnya satu2nya cara aku kuliah lagi agar dapat visa. Aku putuskan kuliah lagi ke Universität Hamburg.

Supaya tidak jadi beban maka terpaksa istriku yang hamil kukirim pulang ke tanah air dan semua tabungan yang aku punyai kuberikan pada istriku, (meskipun anak orang kaya dan orang tuanya bisa ngurus tapi gengsi dong pada mertua klo ndak bisa kasih sangu ke istriku hahaha…)

Dalam posisi sisa uangku cuma 400 euro alias hanya bisa untuk hidup 1 bulan ngirit buangett, akhirnya oleh temenku orang Turki dikenalkan aku pada seorang yang seumuranku super kaya raya dari Dubai. Dia tinggal di rumah bagus dengan kamar-kamarnya banyak. Aku dibolehkan tinggal di rumahnya dan bahkan boleh makan apa saja. Bebas!

Asyiknya di rumahnya yang berada di wilayah elit dekat Sungai Elbe dekat Blankenese, banyak blondine bermata biru tinggal disana. Bebas si blondine tinggal tanpa bayar plus mobilnya yang Mercedes, BMW dan Audi boleh dipakai oleh si blondine, kecuali Porsche dan Aston Martin kesukaan si Dubai yang tidak boleh dipakai oleh si para blondine bermata biru.

Aku dan beberapa temen Turki memang cukup dekat dengan dia karena dia royal saat bersamaan kita mahasiswa ndak punya uang. Si Dubai itu klo kita panggil harus Syech! Itu panggilan wajib kita padanya. Yah, ndak apa-apa kita selalu panggil dia Syech. Tapi yang ngeselin kita wajib sholat jamaah karena pahalanya 27 harkaat. Nah kalau sholat berjamaah dan kita harus menunggu dia siap dulu, kadang kita harus sabar nunggu dia siap. Dia harus selalu jadi iman.

Hanya ada satu yang menarik, dia selalu gantian nidurin para blondine bemata biru. Semuanya blondine, klo ndak blondine kayaknya ndak bisa tinggal di rumahnya.

Suatu ketika kutanya: “Syech, antum kan sholat rajin tapi kok nidurin para blondine bermata biru tanpa dinikahi?!”

Jawab dia tinggi: “Ohhh itu halal!, mereka kan para budak yang berada dalam tanggung jawabku. Jadi niduri para budak itu halal bukan zinah. Itu ada di Al Quran. Budak-budak itu halal digauli”

(hahaha… opo ora modyar kowe dapat jawaban itu. Pakai kutip ayat Quran pula lagi tentang diizinkan menggauli para budak untuk membenarkan hobinya ngelonin para blondine bermata biru. Dari sana aku jadi ne uwes khatam dengan hipokritnya orang-orang “merasa Islam” seperti mereka, yang hobi kutip ayat Quran untuk perilaku ngawurnya)😀

Aku cuma sanggup bertahan sebentar bersamanya. Uwes berbeda prinsip, lebih parah lagi ngiri ngeces juga lihat para blondine bermata biru itu hehehehe😛

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

2 thoughts on “Budak Halal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s