Saat Berdiskusi Bersama Direktur Politeknik dan Sekolah Vokasi Tinggi Indonesia


SV dan Poltek

Ini terjadi di awal tahun 2012-an di KJRI Frankfurt Jerman. Saya diminta oleh SEAMOLEC http://www.seamolec.org/ untuk sharing ide tentang Dual-System dengan sekitar 20-30-an Direktur Politeknik dan Sekolah Vokasi Tinggi TERBAIK di Indonesia.

Memang sengaja dipilih oleh SEAMOLEC adalah Poltek dan SV terbaik yang siap kerja sama dengan Fachhochschule dan Indsutri Jerman. Sebut saja Poltek Negeri Bandung, Poltek Negeri Jakarta, dari swasta seperti Poltek Astra, dan dari Sekolah Vokasi misalkan SV UGM, dll. Sementara dari pihak Jerman adalah Fachhochschule terpilih seperti FH Furtwangen (yang kebetulan saya alumnusnya), FH Pforzheim, FH Konstanz, FH Nürnberg, FH Ostfalia /Braunschweig, FH Köln dan FH Karlsruhe.

Sebagai Konsultan Bisnis di beberapa perusahaan Multinasional Jerman termasuk pernah bertugas di Headquarter BMW München dan perusahaan MNC lainnya, juga pernah magang saat kuliah di FH Furtwangen di Deutsche Telekom (Telkomnya Jerman) dan terlibat dalam proyek di Otto Versandt (MNC dengan cabang di hampir di 50 negera) saat kuliah di Universität Hamburg, saya pun sharing pengalaman pada para tokoh-tokoh vokasi ini.

Jerman itu memang hebat di riset dasar. Banyak melahirkan para saintis ilmu-ilmu murni untuk loncatan teknologi. Untuk itu tidak ada keraguan. Hanya yang membuat Jerman; negara dengan 80 juta penduduk ini amat sukses menjadi “Export-Meisterschaft” atau juara dalam eksport no: 1 di dunia selama berdekade-dekade adalah keberhasilan industri Jerman membuat produk yang berkualitas.
(Catatan: kecuali cuma sejak 2-3 tahun ini kontribusi volume eksport China di dunia di atas Jerman karena membanjirnya produk murah China).

“Alle in deutscher Hand”, atau semua yang di tangan orang Jerman berarti jaminan kualitas! Itu terjadi karena para teknisi-teknisi Jerman itu amat handal. Mereka bukan lah para saintis didikan Sarjana Universitas, melainkan mereka Para Sarjana Terapan didikan Fachhochschule yang menjadi “Kapten-Kapten Industri!” yang memimpin Jerman dalam menghasilkan produk terbaik di dunia.

Hebert Stern menulis; tercatat ada 1.300 lebih Usaha Kecil dan Menengah (UKM itu kira2 jumlah karyawannya cuma berkisar 3000-4000-an saja) di Jerman menjadi “Market Leader” di dunia untuk segment pasarnya. Sebagai catatan USA (yang penduduknya 300 juta) hanya punya 366 UKM, Jepang (penduduknya 125 juta) punya 220 UKM, Austria dan Swiss (yang penduduknya cuma 5 jutaan) masing2 memiliki 116 UKM yang mampu mencatatkan diri UKM-nya sebagai Market Leader di dunia sesuai segment-nya.

Nah, tradisi pendidikan German Speaking Countries seperti Jerman, Austria dan Swiss ini amat menonjol dalam Program Vokasi sehingga mereka punya SDM teknisi handal di industrinya. Mereka-mereka inilah yang membuat Industri Jerman meskipun levelnya UKM menjadi industri pemimpin pasar di dunia.

Politeknik dan Sekolah Vokasi Indonesia sebenarnya amat tepat jika mereka “meng-copy” cara membangun sistem pendidikan yang mencetak para profesional seperti di Jerman. Apalagi Politeknik dan Sekolah Vokasi saat ini menyelanggarakan Program Sarjana Terapan dan bahkan beberapa sudah Magister Terapan yang ini bisa mencetak para lulusan yang practical oriented mirip Fachhocschule di Jerman.

Tentu bukan dengan langkah abrakadabra, sim-salabin pasti berhasil. Hanya mestinya kegiatan sinerji antara Politeknik dan Sekolah Vokasi Indonesia dengan Fachhochschule di Jerman yang pernah dirintis SEAMOLEC tahun 2012 harus semakin dikembangkan. Ini sebenarnya langkah bagus agar lebih mempromosikan Perguruan Tinggi di Indonesia bisa mencetak banyak para profesional dengan skill tinggi seperti Fachhochschule di Jerman.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe
UKM1

UKM2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s