Ekspansi Bisnisnya MUI dan Usulan Transformasi Menjadi BUMN


MUI

MUI sebagai pelaku bisnis memang sangat cerdas. Mungkin para petinggi MUI telah khatam buku-2 marketing top seperti: Strategic Market Management-nya David Aaker atau Competitive Strategiy-nya Michael Porter, dll.

Nah, di bisnis jasa pelayanan Sertifikasi Halal, MUI berhasil selama berdekade2 membangun dinasti bisnis monopoli. MUI secara tepat tahu persis mengartikan apa artinya “barrier to entry” bagi para kompetitornya, untuk tidak bisa memasuki bisnis jasa sertifikasi halal selain MUI. Jadilah MUI bertahta sebagai Market Leader dalam bisnis jasa pelayanan sertifikasi halal ini berdekade-dekade.

Nah, seperti layaknya pemain bisnis maka perlu mengembangkan pasar baru atau intervening in new market untuk mengoptimalkan out comes-nya. Tampaknya mengikuti sarannya kitab klasik marketing David Aaker, dalam Strategic Market Management, MUI pun memasuki pasar industri baru untuk penjualan jasa sertifikasi halalnya yaitu Pasar Insdutri Pakaian dan Sepatu.

Ini linknya, bahwa MUI ingin intevensi membuka pasar baru: http://news.okezone.com/read/2016/03/25/337/1345524/mui-sepatu-dan-baju-harus-punya-sertifikasi-halal

Dengan menguasai Bisnis Jasa Pelayanan Sertifikasi Halal Makanan secara Monopolistik, plus nanti akan masuk juga ke Bisnis Jasa Sertifikasi Halal untuk Pakaian dan Sepatu yang sangat mungkin juga akan monopolitsik, maka MUI bisa tercatat sebagai pemain bisnis terbaik di Indonesia. Dikarenak bisa merajai bisnis di 3 industri primer kebutuhan manusia yaitu makanan, pakaian dan sepatu.

MUI secara cerdas untk dapat mengoptimakan kekuatannya: yaitu penggunaan agama untuk menjadi penguasa bisnis monopolistik. Pada titik ini saya respek dengan kecerdasan para petinggi MUI melihat peluang bisnis dan mengoptimakan USP (Unique Selling Point)-nya yaitu agama untuk menguasai marketnya.

Satu-satunya kritik saya pada eksistensi MUI adalah MUI “tidak mau” dan “tidak bisa” diaudit karena menempatkan diri sebagai layaknya lembaga bisnis swasta. Ini linknya: https://www.google.de/?gws_rd=ssl#q=MUI+tidak+mau+diaudit

Mestinya MUI itu kita jadikan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) atau BLU (Badan Layanan Umum) atau BHMN (Badan Hukum Milik Negara). Jadilah negara bisa mengaudit pendapatan MUI dari bisnis monopoli Jasa Pelayanan Sertifikasi Halal serta bisa masuk ke kas negara.

Padahal MUI selain menerima dana dari bisnis pelayanan Sertifikasi Halal, MUI juga menerima dana APBN dari rakyat Indonesia untuk kegiatan opearsionalnya. Ini linknya: https://m.tempo.co/read/news/2013/03/12/173466549/tiap-tahun-mui-terima-rp-3-miliar-dana-apbn

Jadi, mestinya MUI itu jadi BUMN atau BLU atau BHMN sehingga bisa diaudit untuk pertanggungjawaban uangnya. Sayang MUI tidak mau melakukan itikad baik ini. Di titik ini saya menaruh kritik pada MUI.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Iklan

One thought on “Ekspansi Bisnisnya MUI dan Usulan Transformasi Menjadi BUMN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s