UNS di Solo!


universitas_negeri_sebelas_maret_surakarta_18

Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret, biasanya kita yang awam bukan anggota sivitas akademika UNS mengartikan UNS itu ”Unversitas Negeri Surakarta” tapi para sivitas akademika UNS atau paling tidak sebutan resmi UNS itu adalah ”Universitas Sebelas Maret”.

UNS ini fenomenal; berangkat dari branding yang ”tidak menarik” yaitu terkait sebagai momentum rejim ORBA Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) jaman Soeharto. Cikal bakal UNS juga gabungan dari perguruan tinggi bahkan sekolah menengah swasta yang terpencar-pencar, yaitu bukan cikal bakal yang ideal untuk membangun mimpi menjadi Wold Class University.

Hanya jangan lupa, masyarakat Solo dan Kraton Solo yang berdiri tua sebagai pusat kerajaan Mataram adalah masyarakat yang melahirkan banyak intelektual dan pemimpin jaman kemerdekaan. Sebut saja tokoh ketua BPUPKI sebagai bidan yang melahirkan kemerdekaan Indonesia Dr. Radjiman Wedyodiningrat sekaligus tokoh utama STOVIA, atau malah Prof. Dr. Soepomo yang merumuskan Pancasila.

Soekiman Wirjosandjojo tokoh Masyumi dan pernah jadi Perdana Menteri yang kakaknya Satiman Wirjosandjojo pendiri Jong Java yang merupakan organisasi perintis persatuan Indonesia. Juga bahkan Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo pun membangun idialismenya sebagai dokter di kota Solo. Ini menjadi bukti Solo penuh dengan intelektual dan tradisi intelektualitas! Jadilah UNS meskipun muda, ”new comer”, berangkat dengan branding dan spirit yang kurang ”greget” dibandingkan ”saudara tua-nya” seperti Gadjah Mada si pemersatu nusantara atau Diponegoro si pemersatu Jawa menentang Belanda, ternyata prestasinya amat mencengangkan.

Aku pribadi mengenal UNS saat itu justru karena ke-popelaran-nya Prof. Kunto Wibisono dosen Filsafat UGM yang menjadi Rektor UNS kala itu. Saat Pak Kunto jadi Rektor maka nama UNS begitu amat populer menghiasi media massa saat itu yang menceritakan tentang suasana dinamik dan inovatif UNS di tahun era 1990-an.

Hebatnya, saat ini UNS yang amat muda bisa menyalip PTN-PTN top lainnya. Paling tidak jika gunakan versi Peringkat PT DIKTI dan Peringkat Akreditasi PT-BAN. Di peringkat Dikti terbaru 2015, UNS ada di peringkat 7 dari lebih 4.000 PTN/PTS di Indonesia. UNS hanya dibawah ITB, UGM, IPB, UI, Unpad dan Unair. UNS diatas PTN top lainnya yang lebih tua darinya.

Untuk peringkat Akreditasi Institusi PT-BAN tahun 2014 prestasi UNS jauh lebih mencengangkan. UNS di peringkat 3 terbaik untuk akreditasi institusi hanya dibawah UGM dan IPB. Diatas PT Top seperti ITB (di peringkat 5) dan UI (di peringkat 8). Untuk akreditasi Program Studi juga amat terhormat dimana hampir setengah program studi yang ada terakreditasi A. Tentu saja untuk peringkat internasional pun UNS tetap berada dalam posisi PTN Indonesia papan atas yang punya reputasi terhormat.

Buatku, kemampuan UNS melesat ini benar-benar unik. UNS sebenarnya amat sulit melesat karena tetangga-nya UGM justru “by default” atau mungkin “by accident” menjadi ”predator” buat UNS. Predator dalam arti, karena branding UGM dan Yogyakarta itu “Top of Mind Awarness” di mata publik nasional, maka para calon mahasiswa dan orang tuanya dari berbagai nusantara lebih suka sekolahkan anaknya ke Yogyakarta. Surakarta jadi terlihat “inferior” secara branding pada konteks ini. Orang jadi tidak “memandang” UNS di Surakarta karena tertutup UGM di Yogyakarta.

Hanya secara kualitas, realitasnya SDM Surakarta amat maju. Tradisi dan budaya Surakarta adalah tradisi organisasi masyarakat yang sudah berkembang ratusan tahun secara tertata rapih. Meskipun secara “branding” nasional kalah dengan Yogyakarta kota pelajar, tapi karena kualitas SDM-nya amat baik, maka UNS mendapatkan dukungan dari warga Surakarta bahkan mendapatkan calon-calon mahasiswa terbaik di wilayahnya. Nah, modal ini dimanfaatkan betul oleh para pemimpin dan sivitas akademika UNS. Jadilah UNS melesat secara nasional.

Jika boleh jujur UNS ini adalah salah satu dari sedikit universitas yang mampu memelentingkan prestasi dalam berbagai tantangan dan kondisi yang menekan. Kekuatan UNS itu adalah karena tradisi SDM masyarakat Surakarta yang amat maju yang mendukung penuh UNS. Ini yang membuat UNS benar-benar digdaya. Sekarang di saat reputasi UNS menasional, jadilah UNS mulai dipercaya penuh oleh stakeholder (calon mahasiswa dan orang tuanya) se nusantara. Jadilah ini modal UNS dibanjiri calon mahasiswa terbaik nasional.

Hmmm…tampaknya kita akan terus menanti sampai seberapa jauh UNS akan melentingkan prestasinya. Jujur saja prestasi UNS harus ini harus menjadi inspirasi PTN/PTS lainnya bagaimana bisa memelentingkan prestasi dengan hebat di tengah kondisi yang sesungguhnya tidak menguntungkan buatnya.

Dari Tepian Lembah Sungai Rhein

uns

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s