Dasep Ahmadi si Mobil Listrik


124440_mobillistrik1

Dasep itu jelas salah. Dia pakai APBN untuk bisnisnya. Sudah jelas Proyek APBN yang dipegang Dasep itu untuk pengadaan barang bukan untuk Riset dan Pengembangan. Itu artinya pekerjaan proyek pengusaha, bukan proyek inovasi ilmuwan. Si Dasep ndak bisa penuhi janji pengadaan barang itu, —jika ada pasal hukum dilanggar apalagi terpenuhi pasal korupsi, yah masuk penjara.

Sistem hukum kita itu Continental Law ala Eropa yang keputusan Hakim mengikuti TEKS Pasal-Pasal Hukum tertulis. Jika Hakim lihat pasal-pasal tersebut dilanggar maka divonis bersalah. Lain jika pakai sistem hukum Anglo-Saxon dimana ada Juri yang menilai menurut (perasaan, hati dan pikiran masing2 Juri) dalam menilai kesalahan seseorang. Jadilah hakim memvonis berdasarkan apa kata kesepakatan juri.

Nah, ini pelajaran buat para Inovator “banci” terutama jika anda bermain dengan proyek APBN tapi tidak bisa bedakan antara itu proyek riset dengan proyek pengadaan barang. Pahami betul kontrak kerja anda: anda disuruh melakukan riset inovasi atau anda disuruh mengadakan barang sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan?

Jika anda sudah sanggup pakai duit APBN untuk mengadakan barang sesuai spesifikasinya, lalu yang anda berikan “kaleng rombeng” atas alasan ini masih inovasi R&D maka yah wajar anda harus nginep di Hotel Prodeo.

Hanya klo boleh saran, di Pengadilan Tinggi, mohon hakimnya meringankan hukum kang Dasep ini. Toh Dasep sendiri tampaknya bukan seorang koruptor. Dia salah, tapi dia (menurut nuraniku yah) bukan seorang koruptor. 7 tahun terlalu berat buat Dasep. Lha wong Gatot yang jelas2 tertangkap korupsi aja 3 tahun kok.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe
http://news.liputan6.com/read/2458777/divonis-7-tahun-dasep-pencipta-mobil-listrik-tidak-terima

One thought on “Dasep Ahmadi si Mobil Listrik

  1. Memang pak Dasep salah, tidak membaca dan memahami semua kontrak dengan rinci. Tapi bisa jadi dia terjebak juga.
    Kalau anda seorang engineer/penemu, kemudian pejabat datang ke anda menjanjikan ini itu, bilang tidak usah pusing, semua biar saya yang urus, anda kerjakan saja keahlian anda, mungkin kita pun tidak akan berpikir panjang dan langsung bersemangat.

    Saya sendiri sebagai pengusaha startup teknologi pernah beberapa kali “tergiur” dengan proyek-proyek pemerintah, apalagi dikala dana lagi cekak, sepertinya mendapat proyek pemerintah bisa membuat periuk nasi berasap selama beberapa lama.

    Tapi syukurlah, semuanya selalu bubar sebelum terwujud, banyaaak sekali masalah, jadi saya terhindar dari iblis-iblis berwujud manusia yang mayoritas terlibat di pemerintahan Indonesia.

    Intinya bagi pengusaha, kalau anda tidak siap masuk penjara, JANGAN COBA PROYEK2 PEMERINTAH apapun itu bentuknya, kecuali anda sudah sangat makan asam garam dan punya backingan yang super kuat (tapi ini tidak lagi berlaku sekarang), kalau anda newbie, anda akan dikerjai, dihabisi dan dimatikan sampai benar-benar mati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s