The Most Powerful Passports in the World – Ini masalah hati


Lihat link ini: https://www.facebook.com/businessinsider/videos/10153449031434071/

Paspor

Meskipun Reisepass Merah Tua berlambang Burung Adler itu dinyatakan sebagai Passport paling powerful di dunia, dan satu-satunya passport yang memberi free access visa ke 177 negara, lebih kuat diatas negara-negara maju lainnya seperti dari Eropa, US, Jepang, Australia, dll… tapi ini masalah hati bung!

Paspor Hijau Burung Garuda memang “terlalu lemah” jika harus bersanding dengan Reisepass Merah Burung Adler, terlalu banyak urusan visa ecek2 yang harus dilakukan untuk hanya kita berkunjung ke negara lain. Juga apakah kita di negara lain akan cukup mendapatkan kehormatan dan perlindungan penuh saat memegang paspor hijau lambang Garuda? Entahlah…

Tapi ini masalah kekuatan dan martabat hati. Ini masalah kecintaan hati. Ini masalah sejuta cinta yang penuh cita rasa saat merasa bagian dari tanah tumpah darah Indonesia. Jadi, paspor Garuda adalah paspor yang paling powerful di dunia menurut kata hatiku. Itulah sebabnya aku begitu bangga memegang paspor ini.

Jangan khawatir dengan urusan visa yang kadang-kadang tidak nyaman kalau memegang Paspor Garuda. Ada sisi-sisi menarik buatku saat ini bahwa memegang Paspor Garuda disaat memliki status: “Niederlassungserlaubnis” dari Jerman, ini berarti toh aku sudah bebas keluyuran di 32 yaitu 31 Europäischer Wirtschaftsraum – EWR (dengan 28 EU dan 3 non EU) serta plus Swiss, saat bersamaan bisa keluyuran di 10 Negara MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Ini berarti ada 42 negara aku bebas melakukan “apa saja”. Ini benar-benar amat membuat perasaanku tetap berbinar-binar memegang Paspor Garuda.

Jadi buatku secara mindset bisnis-pun paspor Garuda akan semakin lama semakin amat powerful. Masyarakat Ekonomi ASEAN itu sekitar 625 juta, EWR (EU, non EU plus Swiss) sekitar 525 juta berarti total 1,15 Milyar kekuatan market saat aku pegang Paspor Garuda dengan “Niederlassungserlaubnis” dari Jerman, yang aku menjadi bagian disana. Ini adalah potensi luar biasa jika ingin dipotimalkan.

Bayangkan bisa bebas bergerak dipuluhan negara bahkan untuk urusan bisnis, ini benar-benar amat menggembirakan. Jadi, memegang Paspor Hijau Garuda tidak cuma urusan emosional hati yang kadang tidak rasional tapi ternyata juga masih banyak yang bisa dipotimalkan buatku. Belum lagi kalau cuma urusan turis banyak kemudahan urusan visa di negara-negara lain yang membuat Paspor Garuda tetap paspor terhormat.

Saat pertanyaannya muncul: perlukah saat ini buat Indonesia Dwi-Kenegaraan? Jawabku; Dwi Kenegraan itu memang menguntungkan buat orang seperti aku yang hidup di luar negeri tapi harus dipertimbangkan betul dari segi kepentingan bangsa Indonesianya. Tampaknya sekarang sedang digodok oleh Pemerintah tentang hal ini; tentang untung ruginya buat Indonesia.

Toh buat kanak-kanak yang kebetulan orang tuanya “nikah campur” (salah satu non Indonesia), pemerintah kita sudah bijak untuk memberi “Dwi Kenegaraan Sementara” hingga saat dewasa dia baru harus memilih menjadi warga negara Indonesia atau melepasnya.

Tapi buatku sendiri paspor itu masalah hati. Masalah uang dan kemudahan fasilitas lainnya maka bisa kucari, tentu saja setiap orang punya pertimbangan beda yang pasti tidak akan sama denganku…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s